Keraton Yogyakarta Bergeliat Sambut Wisatawan

20200329233445 IMG

LIHAT KOLEKSI : Komisi B sedang melihat koleksi barang sampai bukku-buku milik Keraton Yogyakarta.(foto: setyo herlambang)

YOGYAKARTA – Suasana tenang dan asri menyambut kehadiran rombongan Komisi B DPRD Jawa Tengah saat menyambangi Pelataran (plataran) Keraton Yogyakarta, di Alun-alun Lor, Senin (14/3/2022). Dulu, pelataran pagelaran merupakan area bagi para abdi dalem untuk bertemu Sang Sultan, namun kini difungsikan untuk tempat berbagai kegiatan budaya.

Rombongan selanjutnya diterima abdi dalem Keraton Yogyakarta, Amie Roel. Dia menjelaskan secara detail setiap bagianbagian pendapa Alun-alun Utara Keraton Yogyakarta terutama bagian sisi diorama pakaian, koleksi kereta kuda milik Sri Sultan Hamengkubuwono X, hingga pameran Jayapatra menceritakan sejarah lengkap serangan Umum 1 Maret yang belakangan ramai diperbincangkan.

“Alun-alun Lor (Utara) Keraton Yogyakarta menampilkan beberapa benda koleksi bernilai sejarah para Sri Sultan Hamengkubuwono terutama kereta kuda yang menyimpan nilai historis. Selain itu, juga ditampilkan relief perjuangan Sultan dalam masa era kolonial hingga Indonesia mendeklarasikan kemerdekaannya, kami juga menampilkan dokumen-dokumen sejarah Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta,” ucapnya.

Selama pandemi Covid-19, lanjutnya, beberapa area wisata keraton tidak dapat diakses wisatawan secara total. Ia pun berharap setelah pandemi usai bisa membuka secara penuh musem dan area keraton agar wisatawan bisa menikmati nuansa historis.

Ketua Komisi B, Sumanto mengharapkan setelah ada pelonggaran pembatasan kegiatan masyarakat saat dibuka bisa menggeliat sektor wisata. Terlebih Keraton Yogyakarta menyimpan nilai historis yang sangat panjang dan berkaitan langsung dengan sejarah nasional.

“Tidak hanya di Yogyakarta, Jateng juga mempunyai keraton kasunanan dan mangkunegara yang ada Surakarta juga mempunyai nilai sejarah panjang. Harapannya, setelah pelonggaran dibuka nantinya masyarakat bisa menikmati secara penuh sektor wisata sejarah ini,” kata politikus PDI P.(setyo/priyanto)

Info Lainnya

  • Perlu, Penguatan Pengawasan Pesantren Ramah Perempuan & Anak

    JAKARTA – Meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di lingkungan pesantren menjadi alasan Komisi E DPRD Provinsi Jateng mendatangi Kantor Kementerian Agama RI, Kamis (23/7/2026). Langkah itu ditempuh untuk memastikan kebijakan perlindungan santri tidak berhenti pada regulasi tapi benar-benar berjalan efektif di setiap pesantren.

  • Destinasi Wisata Terintegrasi Potensi Alam Perlu Diperbanyak

    BANDUNG – Provinsi Jateng membutuhkan model pengelolaan destinasi wisata yang mampu mengintegrasikan potensi alam, masyarakat, dan investasi agar mampu bersaing dengan daerah lain. Untuk itu, Komisi B DPRD Provinsi Jateng memilih mempelajari pengelolaan Floating Market Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (23/7/2026), yang dinilai berhasil mengembangkan wisata berbasis perairan secara berkelanjutan

  • Dikonsultasikan, Dana Cadangan Pilkada ke Kemendagri

    JAKARTA β€” Komisi A DPRD Provinsi Jateng mewanti-wanti potensi ledakan anggaran pada gelaran Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2029. Mengacu pada pengalaman sebelumnya, total kebutuhan dana untuk menyokong pesta demokrasi lima tahunan di Jateng diperkirakan tembus hingga Rp 2,2 triliun.Β Β 

  • Penting, Akuntabilitas Tata Kelola Pemerintah Desa

    SEMARANG β€” Komisi A DPRD Provinsi Jateng mendorong pemerintah desa di seluruh Jateng untuk memperbaiki tata kelola perencanaan dan evaluasi anggaran desa. Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jateng Putro Negoro Rekthosetho menegaskan bahwa indikator keberhasilan pembangunan nasional sangat ditentukan sejauh mana pemdes mampu mengelola anggarannya secara terbuka dan berintegrasi.