Pekerjaan Tol Semarang-Demak Masih Terkendala Pengadaan Lahan

D12

LIHAT PROYEK : Ketua Komisi D Alwin Basri beserta dewan melihat perkembangan proyek tol Semarang-Demak.(foto: choirul amin)

DEMAK – Pekerjaan pembangunan jalan tol Semarang-Demak tengah berjalan. Namun demikian pengadaan lahan masih menjadi kendala. Dalam pertemuan Komisi D dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah-DI Yogyakarta terungkap masih ada sejumlah bidang tanah yang belum dibebaskan karena ada sejumlah bidang tanah sebagian besar terendam air.

“Dengan kondisi demikian tanah tersebut menjadi milik negara sehingga menunggu perpres tentang Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakatan dan Surat Keputusan Penetapan Tanah Musnah oleh BPN,” kata Alwin Basri Ketua Komisi D saat memonitor pengawasan pembangunan Jalan Tol Semarang-Sayung, Kamis (10/3/2022).

Selain itu, kondisi existing dan faktor cuaca juga melengkapi permasalahan yang memerlukan rencana tindak lanjut kedepannya. “Adanya konstruksi yang menggunakan cerucuk (dari bambu). Karena itu di wilayah ini perlu monitoring lebih lanjut,” sambung Alwin.

Secara umum, Komisi D menilai pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak ini sudah berjalan dengan baik. Seksi I Kaligawe-Sayung sepanjang 10,64 kilometer untuk progres sudah mencapai 70%, sedangkan untuk Seksi II Sayung-Demak sepanjang 16,31 kilometer sedang dalam proses pengerjaan.

“Progresnya sudah baik. Rencananya tahun depan bisa langsung dipergunakan. Namun pada Seksi II ini, harapannya semua lancar, sehingga bisa go dimulai konstruksinya,” tutup politikus PDIP.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah-DI Yogyakarta Wida Nurfaida membenarkan untuk Seksi 1 Kaligawe-Sayung masih ada beberapa kendala. Selain pembebasan lahan yang masih menunggu Perpres, faktor cuaca juga perlu menjadikan perhatian khusus. Karena setiap tahun disini banjir dan rob, jadi perlu adanya kolam retensi untuk penampungan air. Namun demikian, kami dan pihak yang berwenang terus mencari solusi supaya proses pembangunan ini berjalan lancar. (amin/priyanto)

Berita Terkait

  • Tanaman Hias Layak Jadi Produk Ekspor Unggulan

    KARANGANYAR – Daerah Tawangmangu di Kabupaten Karanganyar, selain menawarkan pesona alamnya, ada komoditas lain yang gencar digarap petani lokal yaitu produksi tanaman hias. Terutama di area dekat situs Menggung di Desa Nglurah, banyak tanaman hias, baik anggrek. aglaonema maupun Sri Rejeki punya potensi ekspor, karena kualitasnya unggulan.ย 

  • RAPAT PARIPURNA VIRTUAL:Penandatanganan Nota Kesepakatan KUA dan PPAS APBD 2022

    GEDUNG BERLIAN – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Sukirman membuka rapat paripurna yang digelar secara virtual, Senin (18/10/2021). Agenda rapat diantaranya Laporan Pansus Pajak Daerah, Penetapan Rancangan Keputusan DPRD Provinsi Jateng tentang Pokok-pokok Pikiran (Pokir) DPRD, Penandatanganan Nota Kesepakatan KUA dan PPAS APBD Tahun Anggaran 2022 antara Gubernur dan Pimpinan DPRD.

  • ASPIRASI JATENG: Tarik dan Musnahkan Sirup Obat Mengandung EG & DEG

    SURAKARTA โ€“ Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jateng menaruh keprihatinan mendalam dengan kasus gangguan ginjal akut progresif atipikal (GGAPA) pada anak di sejumlah provinsi dengan jumlah korban meninggal lebih dari 260 anak. Menjadi topik utama dalam Dialog Televisi Aspirasi Jateng: Waspada Sirup Penyebab Gagal Ginjal, Selasa (8/11/2022), disiarkan langsung dari Stasiun TATV Surakarta.

  • Waduk Cengklik Sepatutnya Diotimalkan Jadi Destinasi Unggulan

    BOYOLALI โ€“ Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah berkunjung ke Waduk Cengklik di Kabupaten Boyolali, Selasa (27/02/2024). Kunjungan dimaksudkan untuk menggali informasi terkait pengembangan waduk untuk bisa dijadikan area destinasi wisata tersebut. Kepada Komisi B DPRD Jateng, Kariyono selaku Sekretaris Disporapar Kabupaten Boyolali menjelaskan Waduk Cengklik dibangun pada masa pemerintah kolonial hindia belanda sekitar tahun 1930.