ASPIRASI JATENG: Tarik dan Musnahkan Sirup Obat Mengandung EG & DEG

WhatsApp Image 2022 11 09 at 08.03.17

JADI NARASUMBER: Sejumlah narasumber membicarakan masalah soal sirup obat berbahaya di Stasiun TATV Surakarta.(foto: dewi sekarsari)

SURAKARTA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jateng menaruh keprihatinan mendalam dengan kasus gangguan ginjal akut progresif atipikal (GGAPA) pada anak di sejumlah provinsi dengan jumlah korban meninggal lebih dari 260 anak. Menjadi topik utama dalam Dialog Televisi Aspirasi Jateng: Waspada Sirup Penyebab Gagal Ginjal, Selasa (8/11/2022), disiarkan langsung dari Stasiun TATV Surakarta.

Anggota Komisi E Sumarsono menyatakan, seluruh anggota DPRD berkewajiban untuk melakukan pemantauan di daerah pemilihannya masing-masing dengan berkoordinasi dengan aparatur daerah setempat. Ia pun mendorong jajaran pemerintah, terutama Dinas Kesehatan untuk proaktif, koordinasi dengan kabupaten/kota serta jejaringnya sampai kecamatan supaya dapat memberikan edukasi kepada masyarakat perihal kasus GGAPA.

Bahkan secara tegas, Soni-sapaan akrabnya untuk memusnahkan semua persediaan (stock) sirup obat yang mengandung cemaran etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG). Dengan demikian ada kepastian dari pemerintah bahwa sirup itu sudah tidak lagi beredar di pasaran.

“Setidaknya  masyarakat diimbau tidak perlu khawatir dan cemas. Kami meminta pemerintah termasuk BPOM untuk menarik dan memastikan semua sirup obat telah dilakukan penarikan dan peredaran yang meliputi pedagang besar farmasi, apotek, toko obat, dan fasilitas pelayanan kefarmasian,” ucapnya.

Sekretaris Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jateng Dr dr Heru Wuryawan menegaskan tidak semua sirup menyebabkan GGAPA. Kasus keracunan obat ini bukan hal yang pertama terjadi. Menurut dia, lima hal yang perlu dilakukan apabila terjadi lonjakan kasus: melakukan penyelidikan epidemiologi, memperkuat surveilans penyakit, melakukan literature review, melakukan analisis cepat dan solusi yang cepat, serta melakukan komunikasi yang transparan.

Pihak pemerintah dalam hal ini Dinas Kesehatan sebagaimana diungkapkan Kasi Pelayanan Kesehatan dr Irma Makiyah menyatakan, pihaknya tidak bisa serta merta untuk bersikap pada sirup obat yang diduga menyebabkan GGAPA. Perlu koordinasi secara serius dengan Balai Pengendalian Obat Makanan (POM).

Pada kasus ini, Dinkes Jateng hanya sebatas melakukan pendataan maupun tindaklanjut penanganan pasien. Dari Agustus sampai sekarang ini, hasil pemantauan lima rumah sakit termasuk fasilitas Kesehatan (faskes) di Jateng belum ditemukan kasus.

Pemerintah mengimbau kepada masyarakat untuk waspada dalam membeli obat. Wajib diperhatikan bila membeli dan memperoleh obat hanya di sarana resmi yaki apotek, toko obat, puskesmas dan rumah sakit terdekat. Membeli obat secara online dapat dilakukan hanya di apotek yang telah memiliki izin penyelenggara sistem elektronik farmasi.(cahyo/priyanto)

Berita Terkait

  • Pelajari Pelestarian Cagar Budaya di BPCB DIY

    YOGYAKARTA – Hinggi kini, masih ada bangunan cagar budaya yang tidak terawat dengan baik di wilayah Provinsi Jateng. Untuk itu, Komisi E DPRD Provinsi Jateng tergerak melakukan upaya-upaya, salah satunya dengan mempelajari langkah pelestarian di Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Provinsi DIY Direktorat Jenderal (Ditjen) Kebudayaan Kemdikbud.

  • Pelajari Pelestarian Cagar Budaya ke ‘Kerajaan Majapahit’ di Trowulan

    MOJOKERTO – Komisi E DPRD Provinsi Jateng meminta masukan tentang upaya pelestarian cagar budaya ke Provinsi Jatim, khususnya peninggalan sejarah kerajaan Majapahit di Balai Pelestarian Cagar Budaya Trowulan Mojokerto Provinsi Jatim, Rabu (21/10/2020). Disana, rombongam dewan diterima langsung oleh Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Provinsi Jatim Andi Muhammad Said.

  • Jateng Buka Musrenbang Online

    SEMARANG – Untuk tetap menjalankan penyerapan aspirasi/ usulan pembangunan dari masyarakat yang kini tersendat akibat wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), Pemprov Jateng mengambil langkah pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2021 melalui media dalam jaringan (daring/ online). Demikian disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Provinsi Jateng Prasetyo Aribowo, Minggu (12/4/2020)