Usaha Konveksi Mampu Tumbuhkan Perekonomian Pekalongan

IMG 20211208 WA0068

SOAL KONVEKSI. Sukirman saat bertemu dan berdialog dengan sejumlah pengusaha konveksi di Bojong-Kajen Kabupaten Pekalongan, Rabu (8/12/2022), membahas perkembangan konveksi. (foto ariel noviandri)

KAJEN – Selama ini, banyak usaha konveksi yang berkembang di Kabupaten Pekalongan. Namun, sejak pandemi Covid-19 melanda, tidak sedikit pula usaha tersebut yang gulung tikar.

Melihat kondisi itu, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Sukirman mengajak sejumlah pengusaha konveksi untuk berembug dan mencari solusi atas kendala yang dihadapi saat ini. Karena, menurut dia, usaha konveksi itu mampu menumbuhkan perekonomian daerah sekaligus menyerap banyak tenaga kerja sehingga ikut menekan angka pengangguran.

“Disini kita berkumpul untuk bertemu, bersilahturahmi sekaligus membicarakan usana konveksi yang berjalan selama ini. Saya berharap selama pertemuan ini kita bisa saling bertukar informasi mengenai program-program dari pemprov untuk mengembangkan usaha konveksi sehingga ada penyerapan tenaga kerja dan perputara ekonomi tetap berjalan,” kata Politikus PKB itu, saat bertemu dengan sejumlah pengusaha konveksi di Bojong Kajen Kabupaten Pekalongan, Rabu (8/12/2021).

Sementara, Kepala Seksi Pengendalian & Informasi Industri Non Agro Dinperindag Provinsi Jateng Iwan Indrawan menjelaskan bahwa usaha konveksi tetap mendapat perhatian dari pemerintah. Karena, selama ini usaha konveksi yang masuk dalam industri pengolahan sudah mampu berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Jateng.

“Kontribusi industri pengolahan dalam pertumbuhan ekonomi Jateng sekitar 34 persen. Dalam hal ini, usaha konveksi yang masuk industri tersebut sudah ikut berkontribusi dalam perekonomian,” kata Iwan.

Soal bantuan untuk usaha konveksi, pihaknya berupaya mendata sejumlah unit usaha yang ada. Ia berharap semua usaha tersebut dapat memenuhi persyaratan legalitas sehingga dinas terkait bisa memberikan pendampingan dan penyaluran bantuan lainnya.

“Bantuan bisa berupa modal usaha, alat produksi, atau sarana prasarana untuk mengembangkan usahanya. Bantuan tersebut juga harus dibarengi dengan syarat legalitas usahanya sehingga pemberian bantuan bisa tepat sasaran sekaligus menghindari munculnya kelompok-kelompok yang minta bantuan tapi tidak punya usaha,” jelasnya.

Bantuan berupa pendampingan dilakukan dalam hal pemasaran. Pihaknya mendampingi usaha agar mampu bersaing di pasar lokal, nasional, dan internasional.

“Pemasaran itu bisa dilakukan dengan mengikutsertakan pengusaha kecil menengah dalam pameran industri. Dengan begitu, semua orang bisa mengetahui produk lokal yang dihasilkan selama ini. Dari hasil pertemuan ini, mungkin ada yang bisa menjadi masukan dari pengusaha konveksi sehingga nanti bisa masuk dalam anggaran daerah,” ucapnya. (ariel/priyanto)

Berita Terkait

  • Percepatan Vaksinasi di Kendal Disorot

    KENDAL – Program percepatan vaksinasi guna menekan penyebaran Covid-19 terus dilakukan pemerintah. Dalam hal ini, Komisi E DPRD Provinsi Jateng mendukung upaya tersebut dengan cara memonitor cakupan vaksinasi di daerah, salah satunya Kabupaten Kendal.

  • MEDIA TRADISIONAL: Ilmu Agama & Seni Budaya Harus Selaras

    SRAGEN – Menumbuhkembangkan sikap toleransi melalui kesenian dan kebudayaan tradisional menjadi pembahasan utama dalam sesi dialog laras budaya Media Tradisional (Metra) bersama DPRD Provinsi Jawa Tengah yang digelar di Lapangan Plumbungan,  Kecamatan Karangmalang, Sragen dengan tema “Pagelaran Kesenian Tradisional Santri Kabupaten Sragen” , Minggu (28/8/2022) malam.

  • Setwan Tinjau Desa Binaan di Brebes

    BREBES – Sekretariat DPRD (Setwan) Provinsi Jateng meninjau desa binaan yang berada di Desa Buara Kecamatan Ketanggungan dan Desa Pamulihan Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes, Rabu (4/3/2021). Desa tersebut merupakan desa binaan setwan sejak 2019 berkaitan dengan program pengentasan kemiskinan.