KEGIATAN KERJA. Komisi E DPRD Provinsi Jateng berdiskusi dengan jajaran YHMS membahas perkembangan kegiatan operasional di pabrik YHMS selama kondisi pandemi di Kabupaten Brebes. (foto choirul amin)
BREBES – Dalam diskusi bersama jajaran manajemen PT Yeon Heung Mega Sari (YHMS), Komisi E DPRD Provinsi Jateng mengapresiasi tindakan yang diambil dari perusahaan selama kondisi pandemi. Karena, pihak perusahaan tetap mampu memperhatikan kesehatan karyawan sesuai dengan aturan protokol kesehatan (protkes) dari pemerintah.

Meski begitu, menurut data perusahaan, pada 2020 lalu terjadi penurunan order dari buyer di Amerika Serikat sebanyak 18,5%, kemudian penundaan material bahan baku selama 3 bulan, merumahkan karyawan selama 14 hari kerja, kenaikan turn over mencapai 27% (normal 10 hingga 15%), dan tidak melaksanakan jam lembur. Pada 2021, tercatat sebanyak 82 karyawan terpapar Covid-19 sehingga terjadi penurunan kapasitas karyawan dari 3.500 menjadi 3.100 orang pada Maret 2021. Hal tersebut merupakan turn over tertinggi sepanjang sejarah YHMS yaitu sebanyak 386 karyawan keluar.
“Kami mengadakan kerjasama dengan Klinik Golden Medika dari Januari 2020 dalam penanganan selama masa pandemi,” kata HR Manager YHMS Teguh Dwi Prasetyo, saat disambangi rombongan Komisi E DPRD Provinsi Jateng, Selasa (12/10/2021).
Selain itu, pihaknya juga melaksanakan kegiatan pemberian masker medis dan non-medis terhadap karyawan dan keluarganya, pemberian multivitamin dan susu, bantuan sembako terhadap karyawan yang isoman, pemberian kartu mobilitas pekerja bagi karyawan yang dari luar daerah, pembatasan kapasitas pekerja sesuai kebijakan pemerintah, pelaksanaan Rapid dan Test Swab secara berkala terhadap seluruh karyawan dan vaksinasi.
“Soal vaksinasi, pelaksanaan proses vaksinasi terhadap karyawan sudah mencapai 97 persen sampai Oktober ini. Dengan demikian, proses produksi sudah berangsur kembali seperti semula,” katanya.

Dalam hal ini, Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jateng M. Ridwan memberikan apresiasi terhadap YHMS karena selama kondisi pandemi tetap berusaha bertahan dengan kebijakan yang diterapkan oleh Pemerintah. Terlebih, saat penanganan vaksinasi terhadap seluruh karyawan.
“Kami sangat mengapresiasi, terlebih Pemerintah juga ikut hadir disini. Tinggal nanti ke depan pelan-pelan supaya perekonomian bisa semakin lancar,” tutur Ridwan.

Hal tersebut juga diamini oleh Anggota Komisi E lainnya, Endrianingsih Yunita. Ia menilai sudah sangat bagus mengenai proses berlangsungnya penanganan ketenagakerjaan selama kondisi pandemi di YHMS.
“Kalau operasional sudah normal, saya berharap perlu ditinjau ulang mengenai pemberlakuan tingkat kesejahteraan karyawan dan penambahan jam lembur kerja,” tegasnya. (amin/ariel)








