Dorong Pendapatan Daerah dengan Maksimalkan Potensi BUMD & Aset Daerah

20190311234739 IMG

BAHAS PENDAPATAN. Bambang Kusriyanto dan Prasetyo Aribowo bersama Komisi C DPRD Provinsi Jateng dan saat membahas pendapatan daerah di ruang rapat Bappenda Provinsi Jateng, Jalan Pemuda Kota Semarang, Selasa (23/2/2021). (foto setyo herlambang)

SEMARANG – DPRD Provinsi Jateng mendorong peningkatan potensi pendapatan melalui tiga aspek utama. Diantaranya pemetaan potensi daerah, peningkatan kinerja kesehatan BUMD, dan revitalisasi pendayagunaan aset daerah.

Demikian disampaikan Ketua DPRD Provinsi Jateng Bambang Kusriyanto didampingi Ketua Komisi C Bambang Harianto, Wakil Ketua Komisi C Sriyanto, dan Sekretaris Komisi C DRPD Provinsi Jateng Hendri Wicaksono, saat acara ‘Pembukaan Pra Rapat Koordinasi Penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan Perubahan Tahun Anggaran 2021 dan Anggaran Pendapatan Tahun Anggaran 2022’ di ruang rapat Bappenda Provinsi Jateng, Jalan Pemuda Kota Semarang, Selasa (23/2/2021). Pada kesempatan itu, ia juga berharap, saat pemulihan pasca pandemi Covid-19 ini, dapat berjalan dengan baik.

“Dampak pandemi membuat pendapatan daerah dari berbagai sektor menurun dari target tahunan yang sudah ditentukan. Oleh karena itu, ada ketiga aspek utama dalam rangka mendorong pendapatan daerah tentunya dengan sinergi bersama eksekutif, legislatif, dan dinas OPD pendapatan terkait. Tahun 2021 ini merupakan tahun perubahan sebagai masa recovery pasca pandemi lewat penyusunan anggaran sehingga harus seimbang antara pendapatan dan belanja daerah,” jelas Legislator dari Fraksi PDI Perjuangan itu.

Senada, Penjabat Sekda Provinsi Jateng Prasetyo Ariwibowo menjelaskan pajak daerah melalui Penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) masih dominan diantara pendapatan lainnya. Retribusi penerimaan pajak lain itu juga harus ditingkatkan pelayanannya agar pendapatan daerah juga seimbang dan target pendapatan pada 2021 ini bisa tercapai. Peningkatan pelayanan melalui teknologi informasi juga harus dikedepankan agar memaksimalkan pendapatan untuk mengcover sampai ke tingkat daerah.

“Penerimaan PKB saat ini masih menjadi primadona pendapatan daerah Provinsi Jawa Tengah. Retribusi, selain melalui penerimaan PKB, harus juga ditingkatkan. Seperti UMKM, aset penanaman modal, dan potensi aset milik daerah lainnya dan sektor pendapatan BUMD juga perlu diperhatikan. Peningkatan pelayanan bidang teknologi informasi juga menjadi perhatian. Dengan begitu, bisa mengcover retribusi sampai dengan ke tingkat daerah,” kata sekda. (tyo/ariel)

Berita Terkait

  • PeSONas untuk Anak-Anak Bertalenta Khusus

    SURAKARTA – Wakil Ketua DPRD Prov. Jateng Quatly Abdul Kadir Alkatiri menghadiri acara peresmian Pekan Special Olympic Nasional (PeSONas) di kompleks Stadion Manahan, Solo, Kamis (9/12/2021). Peresmian PeSONas ini sebagai bagian dari kesiapan Jateng sebagai tuan rumah yang akan digelar pada Juli 2022 nanti.

  • Komisi A Acungkan Jempol, Slawi FM Miliki Segudang Prestasi

    SLAWI โ€“ Komisi A DPRD Provinsi Jawa Tengah memberikan apresiasi terhadap kinerja Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) milik Pemkab Tegal, Kamis (2/10/2025). Pada kesempatan tersebut, Ketua Komisi A Imam Teguh Purnomo mengungkapkan pantauan tersebut untuk mengetahui program dan strategi yang dilakukan Radio Slawi FM untuk tetap eksis memberikan edukasi, hiburan dan kebudayaan di sekitar pintura barat.

  • PANTAU PANTI: Penuhi Kesejahteraan Panti Sosial

    PURWOREJO – Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah melakukan sosialisasi pemenuhan kebutuhan dasar bagi penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) terlantar dalam panti di Aula Dinas Sosial Kabupaten Purworejo, Sabtu (27/2/2021). Acara tersebut dihadiri langsung Wakil Ketua DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono.