Setwan Jateng Terbuka untuk Sekolah Legislator Mahasiswa

WhatsApp Image 2024 10 24 at 12.18.40

ISI ACARA : Kepala Bagian Humas Sekretariat DPRD (Setwan) Jateng Andi Susmono mengisi acara Sekolah Legislatif dari Unnes.(foto: setyo herlambang)

GEDUNG BERLIAN –  Kepala Bagian Humas Sekretariat DPRD (Setwan) Jateng Andi Susmono menegaskan diadakan Sekolah Legislatif ini sangat bermanfaat untuk para mahasiswa belajar tentang legislatif di DPRD Jateng. Pada kesempatan itu Muhammad Ihsan Abimanyu selaku Ketua Pelaksana Sekolah Legislatif dalam laporannya mengatakan jumlah peserta ada 70 orang dari lintas fakultas.

Hal itu ia sampaikan di depan mahasiswa yang ikut Sekolah Legislatif Dewan Perwakilan Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (DPMKM) Unnes di Ruang Badan Anggaran Lt IV Gedung Berlian DPRD Jateng, Rabu (24/10/2025 ).

Secara panjang lebar Andi menjelaskan, Sekolah Legislatif dapat mendorong mahasiswa bisa berkiprah dalam berpolitik.

“Sekolah Legislatif yang diadakan oleh Unnes ini menurut kami sangat bagus sekali, karena dapat menjadi landasan dasar untuk belajar mengenal maupun tahu tentang masalah legislatif,” ujar Andi.

Andi juga menjelaskan bagaimana mekanisme penunjukan dan pelantikan pimpinan dan anggota dalam struktur DPRD, agar nanti dapat menjadi referensi bagi sekolah legistor dalam melakukan pelantikan para anggota Dewan Perwakilan Mahasiswa di Kampus.

“Ada beberapa mekanisme yang dilalui dalam penunjukan pimpinan dalam DPRD, berawal dari usulan masing-masing petinggi partai politik yang diajukan ke Kemendagri dan selanjutnya setelah disetujui baru dilakukan pelantikan oleh Kejaksaan Tinggi,” tutur Andi.

Ia juga berharap, nantinya untuk sistem penunjukan dan pelantikan yang telah dijelaskan dapat menginspirasi  DPMKM ( Dewan Perwakilan Mahasiswa Keluarga Mahasiswa ) dalam melakukan  pelantikan Pimpinan Dewan Perwakilan Mahasiswa di kampus.

Andi berpesan pada para Siswa Sekolah Legislator Unnes agar terus fokus belajar dan aktif dalam organisasi untuk mengembangkan potensi dan wawasan sebagai generasi penerus bangsa agar nantinya menjadi generasi penerus yang cerdas dan memiliki integritas yang baik dalam meneruskan estafet kenegaraan.(agung/priyanto)

Info Lainnya

  • Perlu, Penguatan Pengawasan Pesantren Ramah Perempuan & Anak

    JAKARTA – Meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di lingkungan pesantren menjadi alasan Komisi E DPRD Provinsi Jateng mendatangi Kantor Kementerian Agama RI, Kamis (23/7/2026). Langkah itu ditempuh untuk memastikan kebijakan perlindungan santri tidak berhenti pada regulasi tapi benar-benar berjalan efektif di setiap pesantren.

  • Destinasi Wisata Terintegrasi Potensi Alam Perlu Diperbanyak

    BANDUNG – Provinsi Jateng membutuhkan model pengelolaan destinasi wisata yang mampu mengintegrasikan potensi alam, masyarakat, dan investasi agar mampu bersaing dengan daerah lain. Untuk itu, Komisi B DPRD Provinsi Jateng memilih mempelajari pengelolaan Floating Market Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (23/7/2026), yang dinilai berhasil mengembangkan wisata berbasis perairan secara berkelanjutan

  • Penting, Akuntabilitas Tata Kelola Pemerintah Desa

    SEMARANG — Komisi A DPRD Provinsi Jateng mendorong pemerintah desa di seluruh Jateng untuk memperbaiki tata kelola perencanaan dan evaluasi anggaran desa. Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jateng Putro Negoro Rekthosetho menegaskan bahwa indikator keberhasilan pembangunan nasional sangat ditentukan sejauh mana pemdes mampu mengelola anggarannya secara terbuka dan berintegrasi.

  • Sekolah Vokasi Pertanian Harus Ikuti Kebutuhan Industri

    BANJARNEGARA – Komisi E DPRD Provinsi Jateng menaruh perhatian pada penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi di Balai Latihan Kerja Pertanian (BLKP) Klampok, Kabupaten Banjarnegara. Saat mengunjungi balai milik Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jateng itu, Selasa (21/7/2026), Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jateng Messy Widiastuti menegaskan pelatihan harus terus diperbarui agar mampu menjawab kebutuhan dunia kerja dan perkembangan sektor pertanian modern.