Evaluasi BUMD Penting untuk Perkembangan Bisnis

IMG 20240504

STUDI BANDING. Komisi C DPRD Provinsi Jateng berdiskusi dengan BPKA Provinsi DI. Yogyakarta, Selasa (26/3/2024), terkait Raperda Penerapan Tata Kelola yang Baik pada BUMD. (foto ervan romo)

YOGYAKARTA – Dalam proses penyusunan Raperda tentang Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Komisi C DPRD Provinsi Jateng melaksanakan studi banding ke Pemprov DI. Yogyakarta, Selasa (26/3/2024). Yogyakarta sendiri dipilih karena sudah memiliki Pergub tentang Pembinaan BUMD.

“Disini, kami mencari masukan karena sedang dalam tahap pembahasan Raperda tentang Penerapan Tata Kelola yang Baik pada BUMD. Tujuannya agar BUMD bisa semakin berkembang dan berkontribusi positif pada PAD,” ujar Sriyanto Saputro, Wakil Ketua Komisi C, saat berdiskusi dengan Endrawati Utami selaku Kabid Bina Administrasi Keuangan Daerah BPKA Provinsi DI. Yogyakarta.

Dikatakannya pula, “secara umum kami khususnya Komisi C mempunyai tugas bagaimana menggenjot pendapatan namun tidak hanya mengandalkan dari pajak.”

Menanggapinya, Endrawati menerangkan ada 4 BUMD yang dimiliki Pemprov DI. Yogyakarta diantaranya BPD DIY yang berkolaborasi dengan kabupaten/ kota dimana pemprov sebagai pemegang saham kendali 51% sisanya dipegang oleh 5 kabupaten/ kota. BUMD lainnya.

Diantaranya PT. Tarumartani merupakan perusahaan dengan core bisnis cerutu dan tembakau iris, PT. Anindiya Mitra Internasional yang ada 8 divisi usaha diantaranya mengoperasionalkan Trans Jogja hingga Malioboro Mall, dan terakhir Perumda Air Bersih Tirtatama yang menyediakan layanan dasar air bersih.

Dalam membina BUMD itu, pihaknya selalu memfasilitasi penyusunan RKAP dan di setiap triwulan dilakukan evaluasi terhadap kendala yang dihadapi. Tujuannya agar dapat termonitor dengan baik, terutama dalam hal deviden. (con/ariel)

Info Lainnya

  • Bahas Raperda Perlindungan Pekerja Informal di Grobogan

    GROBOGAN – Besarnya jumlah pekerja informal yang belum sepenuhnya tersentuh perlindungan jaminan sosial dan regulasi yang komprehensif mendorong Komisi E DPRD Provinsi Jateng mengunjungi Kabupaten Grobogan, baru-baru ini. Kunjungan itu sendiri dilakukan untuk menghimpun data, masukan, dan praktik baik daerah sebagai bahan penyusunan Raperda tentang Perlindungan Tenaga Kerja Informal.

  • Laporan Bulanan Media Mainstream DPRD Jawa Tengah

    Monitoring komprehensif pemberitaan dari media online dan media cetak, mencakup analisis, sentimen publik, dan perkembangan isu terkini terkait DPRD Jawa Tengah, periode data 1-28 Juni 2026. Ringkasan Eksekutif – DPRD Jawa Tengah Pada periode 1–28 Juni 2026, pemberitaan mengenai DPRD…

  • Laporan Mingguan Media Sosial DPRD Jawa Tengah

    Laporan ini menyajikan pemantauan komprehensif terkait aktivitas, pemberitaan, dan percakapan di media sosial yang melibatkan DPRD Jawa Tengah serta lembaga legislatif dan eksekutif terkait di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya. PERIODE DATA 29 June 2026 – 5 July 2026 Ruang…

  • Laporan Mingguan Media Mainstream DPRD Jawa Tengah

    Monitoring komprehensif pemberitaan dari media online dan media cetak — mencakup analisis, sentimen publik, dan perkembangan isu terkini terkait DPRD Jawa Tengah. PERIODE DATA 29 Juni 2026 – 5 Juli 2026 Ruang Lingkup dan Tujuan Pemantauan Ruang Lingkup Pemantauan Laporan…

  • Komisi D Dorong Perluasan PLTS untuk Ponpes

    SOAL PLTS. Komisi D DPRD Provinsi Jateng berdiskusi soal pemanfaatan PLTS di Ponpes Alqur’an Roudlotul Huffadh Almalikiyah, Kelurahan Banyuurip Kecamatan Pekalongan Selatan, Senin (13/7/2026). (foto dwi nugrahini) KAJEN – Komisi D DPRD Provinsi Jateng mendorong perluasan program Pembangkit Listrik Tenaga…

  • Potensial, Industri Garam di Pati

    PATI – Komisi C DPRD Provinsi Jateng memantau pengelolaan Pabrik Garam Industri milik BUMD, PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT), di Desa Raci Kecamatan Batangan Kabupaten Pati, Senin (13/7/2026). Dalam kegiatan itu, Komisi C menyoroti capaian kinerja keuangan PT SPJT yang menunjukkan peningkatan pendapatan menjadi sekitar Rp 48,1 miliar pada 2025.