DPRD Sumsel Diskusi soal Perencanaan di Gedung Berlian

IMG 20220421 WA0026

TAMU SUMSEL. DPRD Provinsi Sumsel mendatangi Gedung Berlian untuk mendiskusikan perihal perencanaan kerja, di Ruang Rapim Lantai 1 Gedung Berlian, Kamis (21/4/2022). (foto ervan ramayuda)

GEDUNG BERLIAN – DPRD Provinsi Sumsel mendatangi Gedung Berlian untuk mendiskusikan perihal perencanaan kerja. Rombongan ‘Wong Kito’ itu diterima di Ruang Rapim Lantai 1 Gedung Berlian, Kamis (21/4/2022).

Dalam diskusi itu, Ketua DPRD Provinsi Sumsel RA. Anita Noeringhati mengaku pihaknya meminta masukan beberapa hal soal perencanaan untuk kedewanan. Diantaranya soal program kegiatan seperti kunjungan daerah pemilihan (kundapil).

“Bagaimana dengan program kegiatan kedewanan di Jateng ini, pelaksanaannya seperti apa,” kata Anita.

Menanggapinya, Kabag Persidangan Sekretariat DPRD (Setwan) Provinsi Jateng Edy Iswanto mengatakan perencanaan kegiatan itu selalu dikomunikasikan dan bersinergi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Saat ini, Pimpinan dan Anggota Dewan sedang melaksanakan kegiatan Musrenbangwil di Eks Karsidenan di Jateng.

“Disamping menghadiri Musrenbangwil, Anggota juga kundapil untuk mensosialisasikan kebijakan khususnya menjelang Hari Raya,” ujar Edy, didampingi Yohan Fitriadi selaku Perisalah Legislatif Ahli Muda Bagian Persidangan Setwan Provinsi Jateng.

Soal kegiatan, Kasubbag Rencana Program Monitoring & Evaluasi Bagian Keuangan Setwan Provinsi Jateng Nandaru Kelono Bawono mengatakan pihaknya tetap mengacu regulasi yang ada. “Untuk program maupun kegiatan kami masih mengacu Perpres 33 Tahun 2020,” kata Nandaru. (bintari/ariel)

Info Lainnya

  • Perlu, Penguatan Pengawasan Pesantren Ramah Perempuan & Anak

    JAKARTA – Meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di lingkungan pesantren menjadi alasan Komisi E DPRD Provinsi Jateng mendatangi Kantor Kementerian Agama RI, Kamis (23/7/2026). Langkah itu ditempuh untuk memastikan kebijakan perlindungan santri tidak berhenti pada regulasi tapi benar-benar berjalan efektif di setiap pesantren.

  • Destinasi Wisata Terintegrasi Potensi Alam Perlu Diperbanyak

    BANDUNG – Provinsi Jateng membutuhkan model pengelolaan destinasi wisata yang mampu mengintegrasikan potensi alam, masyarakat, dan investasi agar mampu bersaing dengan daerah lain. Untuk itu, Komisi B DPRD Provinsi Jateng memilih mempelajari pengelolaan Floating Market Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (23/7/2026), yang dinilai berhasil mengembangkan wisata berbasis perairan secara berkelanjutan

  • Penting, Akuntabilitas Tata Kelola Pemerintah Desa

    SEMARANG — Komisi A DPRD Provinsi Jateng mendorong pemerintah desa di seluruh Jateng untuk memperbaiki tata kelola perencanaan dan evaluasi anggaran desa. Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jateng Putro Negoro Rekthosetho menegaskan bahwa indikator keberhasilan pembangunan nasional sangat ditentukan sejauh mana pemdes mampu mengelola anggarannya secara terbuka dan berintegrasi.

  • Sekolah Vokasi Pertanian Harus Ikuti Kebutuhan Industri

    BANJARNEGARA – Komisi E DPRD Provinsi Jateng menaruh perhatian pada penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi di Balai Latihan Kerja Pertanian (BLKP) Klampok, Kabupaten Banjarnegara. Saat mengunjungi balai milik Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jateng itu, Selasa (21/7/2026), Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jateng Messy Widiastuti menegaskan pelatihan harus terus diperbarui agar mampu menjawab kebutuhan dunia kerja dan perkembangan sektor pertanian modern.