Ketua DPRD Ingatkan, Hati-Hati! Penentuan UMK Turut Pengaruhi Stabilitas Daerah

IMG

RAPAT KOORDINASI : Ketua DPRD Sumanto beserta jajaran Forkopimda di Gedung Sasana Widya Praja kompleks Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Jateng.(foto: M Agung)

SEMARANG – Ketua DPRD Jateng Sumanto menghadiri acara rapat Forkopimda (Forum Koordinasi Pemerintah Daerah) Dengan tema “Menjaga Kondusivitas Wilayah Pada Tahapan Pilkada Serentak Tahun 2024 dan Penetapan Upah Minimum Tahun 2025 Serta Isu PHK di Jawa Tengah” diadakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Jumat (15/11/2024), di Gedung Sasana Widya Praja kompleks Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Jateng.

Pj Gubernur Nana Sudjana mengimbau supaya seluruh elemen Pemerintah Jawa Tengah bekerja sama untuk menciptakan pemilu damai pada pilkada serentak pada 2024 ini. Dia pun mengingatkan supaya warga tidak mudah terprovokasi dengan informasi hoaks yang dapat menimbulkan kegaduhan.

“12 hari lagi kita pilkada, Alhamdulillah untuk Jateng sampai hari ini tetap kondusif. Saya berharap kita tidak mudah terprovokasi demi terwujudnya pemilu damai,” ucapnya.

Informasi yang diperoleh, kata dia, penyelenggaran pilkada lebih rawan daripada pilpres. Hal itu didasari dengan ruang lingkup kendaerahan yang hanya 1 provinsi, 1 kabupaten/kota.

“Saya mengimbau agar lebih waspada jangan sampai terprovokasi. Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, Polri, dan perangkat desa harus jaga netralitas untuk terciptanya pemilu damai,” tegasnya.

Pemerintah juga sedang melakukan penanganan gejolak perindustrian di Jawa Tengah yang mana banyak kasus PHK karena banyaknya perusahaan yang dinyatakan pailit, dan ini menjadi perhatian khusus pemerintah.

Pada kesempatan itu, Ketua DPRD Jateng Sumanto juga mengimbau kepada semua stakeholder untuk baik dari pemerintah provinsi maupun pemerintah se kabupaten yang ada di Jawa Tengah untuk mensukseskan pilkada serentak dengan damai.

“Tahapan pilkada serentak ini memasuki masa-masa krusial karena tinggal 12 hari lagi menuju pemilu, seperti yang kita ketahui bersama, pemilihan Gubernur Jawa tengah saat ini menjadi perhatian nasional. Maka, upaya menciptakan iklim kondusif ini perlu terus kita lakukan. Oleh karena itu saya menghimbau untuk seluruh stakeholder untuk menjaga kondusivitas wilayah sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing komponen,” tegasnya.

Sumanto juga mengatakan bahwa penetapan UMK di Jawa Tengah ini perlu ada dialog dengan pengusaha dan buruh agar tercipta kesepemahaman.

“Kunci penetapan UMK ini adalah dengan membuka dialog dengan pengusaha dan buruh agar terjadi kesepemahaman, seperti yang kita ketahui badai PHK saat ini melanda sebagian wilayah. Hal ini diikuti situasi perekonomian global yang terjadi. Kami mendorong instansi terkait melakukan langkah-langkah strategis guna mencegah gelombang PHK ini terjadi. Selain itu Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kami harapkan lebih agresif dalam menarik investor agar bisa menampung tenaga kerja yang di PHK dan belum mendapatkan pekerjaan,” tegasnya.(agung/priyanto)

Info Lainnya

  • Laporan Mingguan Media Sosial DPRD Jawa Tengah

    Laporan ini menyajikan pemantauan komprehensif terkait aktivitas, pemberitaan, dan percakapan di media sosial yang melibatkan DPRD Jawa Tengah serta lembaga legislatif dan eksekutif terkait di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya. PERIODE DATA 13 Juli 2026 – 19 Juli 2026 Ruang…

  • Laporan Mingguan Media Mainstream DPRD Jawa Tengah

    Monitoring komprehensif pemberitaan dari media online dan media cetak — mencakup analisis, sentimen publik, dan perkembangan isu terkini terkait DPRD Jawa Tengah. PERIODE DATA 13 Juli 2026 – 19 Juli 2026 Ruang Lingkup dan Tujuan Pemantauan Ruang Lingkup Pemantauan Pemantauan…

  • Komisi C Pantau Kinerja Bank Jateng Cabang Karanganyar & Sukoharjo

    KARANGANYAR – Komisi C DPRD Provinsi Jateng menyoroti kinerja Bank Jateng di tingkat kantor cabang agar mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap pendapatan asli daerah (PAD). Ketua Komisi C DPRD Provinsi Jateng Bambang Haryanto Baharudin menegaskan, sebagai penyumbang sekitar 90% pendapatan BUMD bagi daerah, Bank Jateng harus menunjukkan kinerja yang sehat dan terus meningkat.

  • Tata Kelola Lahan yang Baik Dukung Sektor Pariwisataan

    PEMALANG – Guna mendapatkan data dan informasi yang lebih komprehensif, Komisi B DPRD Provinsi Jateng bertandang ke Kantor Dinas Kebudayaan Pariwisata Kabupaten Pemalang dan Kantor Cabang Kehutanan Wilayah IV Dinas Lingkungan Hidup & Kehutanan Provinsi Jateng di Kota Pekalongan, Senin (20/7/2026). Kegiatan itu dilakukan dalam rangka penyusunan Raperda tentang Tata Kelola & Rehabilitasi Lahan Kritis & Reklamasi Hutan Daerah

  • Bahas Raperda Perlindungan Pekerja Informal di Grobogan

    GROBOGAN – Besarnya jumlah pekerja informal yang belum sepenuhnya tersentuh perlindungan jaminan sosial dan regulasi yang komprehensif mendorong Komisi E DPRD Provinsi Jateng mengunjungi Kabupaten Grobogan, baru-baru ini. Kunjungan itu sendiri dilakukan untuk menghimpun data, masukan, dan praktik baik daerah sebagai bahan penyusunan Raperda tentang Perlindungan Tenaga Kerja Informal.