Penguatan Peran Legislator di Komisi Sangat Penting

(4) LIVE STREAMING INSPIRASI BERSAMA Ir. Sriyanto Saputro, MM DARI WARTAWAN KE GEDUNG BERLIAN YouTube Google Chrome 09 06 2021 14 14

BINTANG TAMU : Wakil Ketua Komisi C DPRD Jateng Sriyanto Saputro menjadi bintang tamu dalam acara YouTube di kanal Awal.Tv.(dok)

SEMARANG – Wakil Ketua Komisi C DPRD Jawa Tengah Sriyanto Saputro mengaku bersyukur keinginannya untuk menguatkan peran legislator akhirnya terwujud. Terbukti saat sekarang ini, jumlah anggota yang duduk di komisi-komisi di DPRD Jawa Tengah sama. Dengan demikian, tidak ada lagi dikotomi antara komisi “kering” atau “basah”.

Penegasan itu disampaikannya dari secuil obrolan saat menjadi narasumber dalam sebuah acara yang disiarkan secara streaming di YouTube milik kanal Awal.Tv bertajuk “Dari Waratawan ke Gedung Berlian“, Selasa (9/6/2021). Dipandu moderator Rudi Bonsa, selama lebih kurang 60 menit, dia bercerita banyak mengenai ihwal perjuangannya untuk menapak karier mulai dari seorang jurnalis sampai politikus.

Masalah anggapan ada komisi “basah” dan “kering”, dia ketahui saat menjadi wartawan. Karena itulah saat terpilih menjadi ketua Pansus Tata Tertib pada DPRD periode 2014-2019, Sriyanto membuat gebrakan untuk menyamakan jumlah anggota ditiap komisi.

“Saya di Komisi A saat itu, sering disebut komisi air mata atau komisi kering. Jumlah anggotanya pun tak lebih dari 20 orang. Berbeda dengan komisi lainnya, apalagi Komisi C, terbilang komisi basah. Saat menjadi ketua pansus, saya memasukkan klausul semua keanggotaan di komisi harus berjumlah sama. Alhamdulillah, periode sekarang di bawah Ketua DPRD Pak Bambang Kusriyanto jumlahnya sama,” ucapnya.

Sriyanto pun menyinggung, di setiap pembahasan anggaran semua dilakukan secara terbuka dan transparan. Sampai sekarang ini dengan menduduki jabatan wakil ketua komisi, ia tidak ingin ada masalah pembahasan yang ditutup-tutupi. Setiap hasil pembahasan di Komisi C, ia bersama ketua komisi Bambang Haryanto selalu membawa masalah itu ke forum selanjutnya yakni di Badan Anggaran (Banggar).

“Saya ditempa menjadi orang yang kritis, maka saya tidak ingin pembahasan melenceng dari rel-nya,” ucap politikus Partai Gerindra itu.

Sriyanto dalam obrolan di Youtube itu mengaku untuk meraih tiket ke Gedung Berlian dilaluinya dengan perjuangan. Ia pegang falsafah Jawa yakni sopo nandur, unduh. Ia pun membuktikannya. Sampai sekarang ini pun dia dengan terus menjalin dan merangkul konstituennya di Kabupaten Sragen, Wonogiri, dan Karanganyar.

“Orang Jawa itu niteni, maka saya harus nandur sing apik,” ucapnya.(cahyo/priyanto)

Info Lainnya

  • Koridor Baru Aglomerasi Trans Jateng Siap Layani Rute Gelangmanggung

    MUNGKID – Koridor baru Aglomerasi Trans Jateng untuk wilayah Gelangmanggung (Magelang–Temanggung) rencananya melayani rute Terminal Maron (Temanggung)–Terminal Tidar (Kota Magelang)–Terminal Borobudur (Kabupaten Magelang) pulang-pergi. Layanan itu dioperasikan mulai Agustus 2027 menggunakan 14 armada bus medium.

  • Tata Kelola Lahan yang Baik Dukung Sektor Pariwisataan

    PEMALANG – Guna mendapatkan data dan informasi yang lebih komprehensif, Komisi B DPRD Provinsi Jateng bertandang ke Kantor Dinas Kebudayaan Pariwisata Kabupaten Pemalang dan Kantor Cabang Kehutanan Wilayah IV Dinas Lingkungan Hidup & Kehutanan Provinsi Jateng di Kota Pekalongan, Senin (20/7/2026). Kegiatan itu dilakukan dalam rangka penyusunan Raperda tentang Tata Kelola & Rehabilitasi Lahan Kritis & Reklamasi Hutan Daerah

  • Bahas Raperda Perlindungan Pekerja Informal di Grobogan

    GROBOGAN – Besarnya jumlah pekerja informal yang belum sepenuhnya tersentuh perlindungan jaminan sosial dan regulasi yang komprehensif mendorong Komisi E DPRD Provinsi Jateng mengunjungi Kabupaten Grobogan, baru-baru ini. Kunjungan itu sendiri dilakukan untuk menghimpun data, masukan, dan praktik baik daerah sebagai bahan penyusunan Raperda tentang Perlindungan Tenaga Kerja Informal.

  • Komisi D Dorong Perluasan PLTS untuk Ponpes

    SOAL PLTS. Komisi D DPRD Provinsi Jateng berdiskusi soal pemanfaatan PLTS di Ponpes Alqur’an Roudlotul Huffadh Almalikiyah, Kelurahan Banyuurip Kecamatan Pekalongan Selatan, Senin (13/7/2026). (foto dwi nugrahini) KAJEN – Komisi D DPRD Provinsi Jateng mendorong perluasan program Pembangkit Listrik Tenaga…

  • Potensial, Industri Garam di Pati

    PATI – Komisi C DPRD Provinsi Jateng memantau pengelolaan Pabrik Garam Industri milik BUMD, PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT), di Desa Raci Kecamatan Batangan Kabupaten Pati, Senin (13/7/2026). Dalam kegiatan itu, Komisi C menyoroti capaian kinerja keuangan PT SPJT yang menunjukkan peningkatan pendapatan menjadi sekitar Rp 48,1 miliar pada 2025.