MEDIA TRADISIONAL: Karawitan Bisa Go International

WhatsApp Image 2022 06 26 at 13.17.06

PEMBICARA: Anggota DPRD Jateng Sriyanto Saputro menjadi pembicara perihal seni karawitan gaya sragenan.(foto: dewi sekarsari)

SRAGEN – Alunan gending Jawa yang rancak  dipadukan nyanyian lagu bahasa jawa dengan irama yang dinamis dan cengkok yang khas yang dibawakan oleh sinden atau pelantun lagu jawa, disertai dengan penonton yang turut menari ala tayub/jaipong menjadi ciri khas kesenian karawitan gaya sragenan. Kesenian ini dipentaskan dalam gelar “Dialog Media Tradisional DPRD Jawa Tengah” di Kecamatan Ngrampal, Sragen, Sabtu, (25/6/2022).

Karawitan gaya sragenan ini sangat dikenal di kalangan masyarakat. Karawitan ini sudah ada ada sejak dulu, meskipun sekarang seiring dengan perkembangan, para pelaku seni bisa memasukan lagu lagu Jawa yang tren pada saat ini, sehingga dalam kondisi apa pun diharapkan kesenian karawitan ini akan tetap lestari. Demikian dituturkan Sriyanto Saputro, anggota DPRD Jateng yang hadir sebagai pembicara dalam acara dialog tersebut.

Dia juga menambahkan kesenian karawitan ini punya potensi untuk bisa tampil di pentas dunia. Kesenian gamelan dan lagu Jawa juga banyak peminatnya di luar negeri.

“Support yang diberikan DPRD kepada karawitan Sragen, lewat acara Metra ini, pemprov memulai menguri-uri dan membantu masyarakat untuk melesatarikan kesenian tradisional karawitan khas sragenan, tidak memungkiri kita memiliki seni karawitan yang tidak ada di daerah lain. Kesenian jawa telah dikenal di negara-negara, seperti Jepang, Italia, Amerika Serikat. Tidak memungkiri dengan eksistensi kita menjaga budaya ini bisa memajukan hingga bisa go international,” tutur Wakil Ketua Komisi C DPRD Jateng tersebut.

Senada dengan Sriyanto, M Karno yang juga pelaku seni dan pembina kelompok karawitan gaya sragenan, punya potensi lebih. Banyak orang asing yang mau belajar gamelan, nyinden, dan menyayikan lagu lagu karawitan.

“Orang asing sering senang mempelajarnya. Kok kita yang punya kesenian itu, kerap tidak ada yang mau. Tentunya kita sebagai orang Jawa juga bisa nguri-nguri kebudayaan kita sendiri,” ucapnya.

Melatih para pemuda daerah Sragen untuk memainkan karawitan, tari tradisional, supaya tidak merusak akhlak dan budaya tradisional masyarakat kita. Dan saya mendukung apa yang dilakukan pemerintah, apalagi sampai mengenalkan budaya kita ke luar negeri,” kata pria yang akrab disapa Mbah Karno tersebut.

Pembicara lain tersebut Robert Aris Widodo, tokoh muda pengamat budaya juga mengapresiasi pemerintah yang memiliki ide atau gagasan mementaskan kesenian tradisional karawitan ini. Untuk mempertahakan kesenian ini masyarakat, pemerintah, dan tokoh sekitar harus bekerja sama.(cahyo/priyanto)

Berita Terkait

  • Pelestarian Kebahasaan di DIY Patut Ditiru Jateng

    YOGYAKARTA – Implementasi program serta inovasi terobosan yang dimiliki Balai Bahasa Provinsi DIY sangat luar biasa. Sekarang ini balai kebahasaan tersebut sudah memiliki banyak inovasi pelayanan, di antaranya Abdi Bahasa dan Jaga Bahasa, Revitalisasi Bahasa dan Satra Jawa dan masih banyak lagi.

  • Hutan Boyolali Luas, Banyak Penguasaan Lahan Ilegal

    BOYOLALI – Komisi B DPRD Jateng memberikan apresiasi kepada Pemkab Boyolali karena telah memberi kesempatan kepada masyarakat untuk beraktivitas di hutan dengan bercocok tanam. Demikian disampaikan Achsin Maruf, saat melakukan kujungan bersama rombongannya ke Kantor Setda Kabupaten Boyolali, Senin (29/4/2019).

  • Didodok, Raperda Penyelamatan Lahan Kritis

    SURAKARTA – Kesadaran akan vitalnya fungsi ekosistem di tengah ancaman bencana alam yang kian nyata mendorong Komisi B DPRD Provinsi Jateng mempercepat langkah legislasi. Salah satunya dengan menyambangi Kantor Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah X di Kota Surakarta, Selasa (16/12/2025), terkait penyusunan menyusun Raperda Tata Kelola Rehabilitasi Lahan Kritis & Reklamasi Hutan Daerah.

  • Persoalan Aset, Komisi A Pantau SMKN 1 Plupuh Sragen

    SRAGEN – Dalam rangka monitoring dan evaluasi pemanfaatan aset milik Pemprov Jateng, Komisi A DPRD Provinsi Jateng berkunjung ke SMKN 1 Plupuh Sragen, baru-baru ini. Wakil Ketua Komisi A DPRD Provinsi Jawa Tengah Mulafi Fadli mengaku pihaknya ingin mengetahui aset milik pemprov.