Komisi B Minta Pelaku Usaha Pariwisata Tetap Optimis

WhatsApp Image 2021 09 06 at 21.04.45

GELAR PERTEMUAN : Pertemuan Komisi B DPRD Jateng dengan Komisi B DIY, Senin (6/9/2021).(foto: ervan ramayudha)

YOGYAKARTA – Pandemi Covid-19 menjadikan sektor pariwisata sangat terpukul. Seperti Yogyakarta yang banyak ditopang oleh pariwisata, selama dua tahun ini sangat terimbas dari pandemi.

Hal ini mengemuka dalam pertemuan Komisi B DPRD Jawa Tengah dengan Komisi B DPRD DIY, Senin (6/9/2021). Turut hadir dalam pertemuan itu Wakil Ketua DPRD Jateng Quatly Abdulkadir Alkatiri.

Diutarakan Sumanto selaku Ketua Komisi B DPRD Jateng, pihaknya ingin mengetahui kondisi secara keseluruhan dari sektor pariwisata di Yogyakarta terlebih dengan adanya penerapan PPKM.

Ia mengakui Yogyakarta banyak ditopang oleh pariwisata, terbukti banyak destinasi unggulan muncul di provinsi ini. DPRD Jateng tentu ingin mendapatkan informasi perihal upaya-upaya penyelamatan para pelaku usaha wisata guna nantinya bisa diterapkan di Jateng.

“Diperlukan sekarang ini adalah menumbuhkan semangat optimisme. Jangan kendor apalagi patah semangat,” ucapnya.

Sementara Ketua Komisi B DIY Danang Wahyu Broto menjelaskan, sejak pandemi terjadi setahun lalu menjadikan pendapatan asli daerah dari pariwisata anjlok. Terlebih Pariwisata penyumbang terbesar dari PAD Yogyakarta.

Ia turut memaparkan, melihat Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) DIY pada awal pandemi Covid-19 di 2020 sampai minus 7%.

“Sampai sekarang ini pun geliat pariwisata belum nampak. Data dari Dinas Pariwisata DIY menyebutkan masih banyak objek-objek wisata belum buka. Namun keputusan ini wajib ditaati supaya tidak ada penyebaran virus,” ungkap dia.

Seiring dengan adanya kebijakan vaksinasi, ia berharap, kondisi bisa pulih. Pada awal 2021 pertumbuhan ekonomi DIY mulai tumbuh 6,2%. Seiring dengan digencarkannya vaksinasi diharapkan perekonomian bisa tumbuh. Pemprov DIY, kata Wisnu, pada awal November nanti sudah menargetkan persentase cakupan vaksinasi kepada warga sudah 80%. Dengan demikian target membentuk kekebalan kelompok (herd imunity) bisa tercapai pada tahun ini.

“Kalau sudah 80% cakupan vaksinasi pada warga tentu aktivitas dan pembukaan objek wisata sudah bisa dilakukan. Semoga saja bisa mulai menumbuhkan geliat pariwisata,” ucapnya.

Wisnu kemudian turut memaparkan, di saat sektor pariwisata terpuruk sebaliknya pertanian justru menunjukkan peningkatan. Daerah yang menjadi lumbung pangan seperti Sleman, Kulonprogo dan Bantul justru pada 2020-2021 mengalami panen raya.

Selanjutnya dalam pertemuan itu, Wakil Ketua Komisi B Jateng Sri Marnyuni menanyakan perihal besaran refocussing anggaran yang digunakan untuk penanganan pandemi. Termasuk berapa anggaran dari bidang pertanian, dan perdagangan yang digeser untuk Covid-19.

Menjawab hal itu Wisnu mengungkapkan ada pergeseran sejumlah alokasi anggaran. Namun demikian, tidak semua anggaran mengalami pergeseran. Ada skala prioritas yang belum bisa digeser.(ervan/priyanto)

Berita Terkait

  • RAPAT KERJA KOMISI B: Bahas Kegiatan Ekonomi Masyarakat

    GEDUNG BERLIAN- Dalam rapat yang digelar Komisi B DPRD Provinsi Jateng bersama beberapa mitra organisasi perangkat daerah (OPD), Ketua Komisi B DPRD Sumanto meminta adanya percepatan dalam pelaksanaan kegiatan dengan membelanjakan kegiatan yang sudah direncanakan. Tujuannya, perekonomian masyarakat dapat tetap bergerak di tengah kondisi pandemi Covid-19.

  • DIALOG PROAKTIF : Abdul Aziz Ingin Ponpes Hidup Berkecukupan

    MUNGKID – Abdul Aziz senang berkunjuung ke pondok pesantren. Maklum, anggota DPRD Jateng ini memiliki latar belakang pendidikan dari pondok pesantren. Pun saat kegiatan kedewanan, di mana pun tempat dia selalu mendatangi pondok pesantren. Seperti pada kegiatan Dialog Proaktif, Jumat (11/1/2024), Gus Aziz – sapaan akrabnya, berkunjung ke pondok pesantren di kecamatan Bandongan, di Kabupaten Magelang. Kedua ponpes itu yakni Hidayatus dan TPQ Nurul Quran.

  • Krisis Lahan Kritis, Komisi B Sambangi Kemenhut

    ​JAKARTA – Komisi B DPRD Provinsi Jateng menyambangi Kantor Kementerian Kehutanan (Kemenhut), Rabu (3/12/2025). Langkah itu diambil sebagai respons atas penurunan anggaran kehutanan 2026 dan mendesaknya kebutuhan rehabilitasi lahan kritis di wilayah Jateng.

  • Cegah Klaster Baru, Setwan Gelar Tes Swab Antigen

    GEDUNG BERLIAN – Untuk menekan penyebaran Covid-19 klaster perkantoran, Sekretariat DPRD (Setwan) Provinsi Jateng menggelar Swab Test Antigen bagi seluruh pegawai di Lobi Kantor Setwan, Kamis (17/6/2021). Kegiatan itu merupakan tindak lanjut instruksi dari pimpinan dewan agar melakukan tes swab guna menekan penyebaran Covid-19, terlebih sejak Lebaran 2021 mengalami lonjakan penyebaran virus yang sangat tajam.