DIALOG PARLEMEN: Dorong Pengembangan UKM/UMKM

1 atat2

NARASUMBER : Wakil Ketua DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono menjadi narasumber di Studio TA TV.(foto: azam adin)

SURAKARTA – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Ferry Wawan Cahyono menyatakan pada pemulihan perekonomian daerah sekarang ini pemerintah provinsi perlu memberi prioritas pada pengembangan serta fasilitasi UMKM dan IKM. Hal Tersebut disampaikannya dalam “Dialog Parlemen” di TATV Surakarta. Turut menjadi narasumber lain yaitu akademisi sekaligus pengamat ekonomi UNS Surakarta, Dr Mulyanto.

Menurutnya, UMKM, UKM maupun IKM selama pandemi sangat terdampak, bahkan ada yang gulung tikar. Secara tenaga kerja pun banyak dari usaha kecil tersebut yang merumahkan karyawannya. Oleh karena itu peran pemerintah untuk mendukung pengembangan usaha kecil sangat dinantikan. Salah satu dukungan, lanjut Ferry adalah perlunya memberi kemudahan pada permodalan maupun pengembangan pasar, terlebih dengan perkembangan informasi teknologi.

“Selama pandemi Covid-19 ini, banyak hal yang melakukan adaptasi. Salah satunya penggunaan teknologi oleh pegiat UMKM dan IKM. Jadi kenapa tidak, pemprov fasilitasi untuk masuk ke pasar internasional,” jelas politikus Partai Golkar itu.

Pertumbuhan perekonomian ditunjang oleh geliat dan pergerakan UKM dan IKM. Karena pertumbuhan perekonomian bisa dilihat dari seberapa banyak proses produksi yang berjalan. “Sebetulnya UMKM dan IKM ini adalah pengegrak Perekonomian di Jawa tengah. Lebih dari 3 juta UMKM di Jateng. Mulai dari yang Industri kelompok menengan sampai mikro, semua bergeliat untuk menopang Jawa Tengah. Ayo kita, Pemprov Fasilitasi,” ungkapnya.

Mulyanto menambahkan, seiring perkembangan teknologi informasi dunia yang pesat semua dituntut bergerak cepat. Termasuk pelaku usaha mikro kecil pun dengan dorongan pemerintah harus bisa menjawab tantangan pasar. Dalam beberapa tahun terakhir ini saja, semua pelaku bisnis mulai mengarah ke penjualan melalui online. Hal itu terlihat dari situs belanja online yang dibanjiri produk-produk UKM.

“Beragam produk membanjiri telepon genggam kita. Ini peluang besar. Pemerintah juga jangan lantas mengabaikan masalah pengembangan usaha kecil, terlebih di saat pandemi saat ini,” ucapnya.

Selanjutnya Ferry menyatakan momentum bulan Puasa pada awal April nanti bisa menjadi peluang untuk memasarkan produk UKM. Hampir dipastikan tren konsumsi kebutuhan rumah tangga saat Puasa sampai Lebaran bakal meningkat.(azam/priyanto)

Berita Terkait

  • Ada 50 Instansi di Mal Pelayanan Publik Sragen

    SRAGEN – Komisi A DPRD Jawa Tengah mengapresiasi rancangan mal pelayanan publik (MPP) Dinas Penanaman Modal Dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sragen. Hal itu disampaikan anggota Komisi A Muhamad Yunus saat memimpin rombongan di Kantor DPMPTSP Sragen, Jumat (23/4/2021).

  • Panen Raya Jagung Karanganyar, Wujud Ketahanan Pangan Nasional

    KARANGANYAR – Ketua DPRD Jateng Sumanto mengaku bahagia, sektor pertanian sudah mulai maju. Terlebih di Jateng, sektor pertanian dan perkebunan mampu diolah sedemikian rupa sehingga diharapkan bisa swasembada pangan. Hal itu diungkapkannya di sela-sela mengikuti acara Panen Raya Jagung Serentak…

  • MEDIA TRADISIONAL: Jaga Ketoprak Humor Campursari Grobogan Tetap Eksis

    GROBOGAN – Anggota Komisi C DPRD Provinsi Jateng Abang Baginda Muhammad Mahfuz Hasibuan mengajak para seniman dan masyarakat Grobogan bersama-sama berinovasi dalam kesenian dan budaya tradisional agar tetap lestari. Hal itu disampaikannya dalam acara ‘Dialog Media Tradisional (Metra) DPRD Provinsi Jateng’ dan pagelaran seni ketoprak di Aula SMAN 1 Wirosari Kabupaten Grobogan, baru-baru ini.

  • Pengelolaan Sumber Daya Air Harus Adil, Berkelanjutan dan Partisipatif

    YOGYAKARTA – Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah ingin mencari data dan informasi dalam penguatan penyusunan Raperda tentang Pengelolaan Sumber Daya Air di Provinsi Jawa Tengah dengan berkunjung ke Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (14/7/2025). Kunjungan tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi D Joko Purnomo dan diterima oleh Kepala Bidang Sumber Daya Air dan Drainase, Subarjo.