Dehakim Aviary, Kepedulian Masyarakat Lestarikan Satwa

20200123230340 IMG

LIHAT KOLEKSI : Artis Irfan Hakim sedang memandu Ketua Komisi B Sumanto saat melihat-lihat koleksi burung-burung serta sejumlah satwa di De Hakim Aviary.(foto: setyo herlambang)

BEKASI – Sumringah, kalangan Komisi B DPRD Jawa Tengah menikmati suasana santai dengan canda tawa saat berada di lokasi taman satwa mini De Hakim Aviary, Bekasi, Jumat (7/1/2022).

Pemilik taman satwa itu yang tak lain artis Irfan Hakim sangat hangat menyapa para anggota Dewan. Bahkan dia tak bosan menjelaskan serta menyebutkan mengenai koleksi satwa yang dimilikinya.

Kepada Ketua Komisi B Sumanto, Irfan langsung menjelaskan, taman satwa miliknya itu berada di lahan seluas 600 m2 dengan koleksi satwa lebih dari 300 pasang burung. Bahkan dengan izin yang dimilikinya, ada sejumlah burung yang tergolong langka dan dilindungi.

Bagi Sumanto, kiprah yan dilakukan oleh Irfan Hakim di sesela kesibukannya sebagai artis serta pemandu acara patut diberikan apresiasi. Irfan turut melestarikan juga mengembangkan satwa asli lokal. Adanya kebun budi daya tersebut, juga bisa menjadi sarana edukasi soal bagaimana menjaga kondisi satwa lokal terutama burung asli Indonesia seperti jalak bali, mambruk, junai emas, dan cica daun sumatera.

“Tidak hanya burung, di Aviary deHakims yang berbentuk ekosistem hutan tropis ada juga beberapa jenis kura-kura sampai burung untaada di tempat ini. Dengan koleksi yang dimiliki Irfan Hakim, butuh biaya perawatan tidak sedikit. Namun dengan dorongan dan kepedulian menjaga satwa bisa menjadi jalan beramal juga edukasi melestarikan satwa terutama satwa asli Indonesia,” ucapnya.

Bagi Irfan Hakim, kepeduliannya terhadap satwa sudah berlangsung sejak lama. DeHakim Aviary sendiri dibangun secara bertahap selama 1 tahun. Berawal dari tanah kosong, hingga menjadi ekosistem yang cocok untuk burung-burung tersebut dan sesuai dengan habitat mereka.

“DeHakim Aviary diresmikan langsung oleh Ketua MPR Bambang Soesatyo pada 21 Oktober 2021. Dari semula sepuluh pasang burung sekarang meningkat menjadi 300 jenis pasang burung termasuk burung unta dengan kecepatan lari yang cepat,” ucap Irfan. (tyo/priyanto)

Info Lainnya

  • Disorot, Rasio NPL di BPR BKK Jateng Cabang Banjarnegara

    BANJARNEGARA – Hingga Agustus lalu, rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loans/NPL) di BPR BKK Jateng Cabang Banjarnegara tercatat pada angka 43,64%. Realisasi NPL itu masih berada di atas batas Rencana Bisnis Bank (RBB) Agustus 2026 sebesar 43,28% maupun target penurunan NPL pada RBB Desember 2026 sebesar 38,65%

  • Anak Muda Perlu Ikut Berperan dalam Pembangunan Daerah

    GEDUNG BERLIAN – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Ekonomika & Bisnis Unnes berbondong-bondong mendatangi Gedung Berlian, Selasa (22/9/2026). Kedatangan mereka bukan untuk berunjuk rasa tapi ingin menimba ilmu mengenai lembaga legislatif

  • Laporan Mingguan Media Sosial DPRD Jawa Tengah

    Laporan ini menyajikan pemantauan komprehensif terkait aktivitas, pemberitaan, dan percakapan di media sosial yang melibatkan DPRD Jawa Tengah serta lembaga legislatif dan eksekutif terkait di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya. PERIODE DATA 14 September 2026 – 20 September 2026 Ruang…

  • Laporan Mingguan Media Mainstream DPRD Jawa Tengah

    Monitoring komprehensif pemberitaan dari media online dan media cetak — mencakup analisis, sentimen publik, dan perkembangan isu terkini terkait DPRD Jawa Tengah. PERIODE DATA 14 September 2026 – 20 September 2026 Ruang Lingkup dan Tujuan Pemantauan Ruang Lingkup Pemantauan Pemantauan…

  • Resmi Dilantik, Kaukus Perempuan Parlemen Jateng 2025–2030

    GEDUNG BERLIAN — Pengurus Kaukus Perempuan Parlemen Daerah Provinsi Jateng Masa Jabatan 2024–2029 resmi dilantik, Rabu (16/9/2026), bertempat di Lobby Kantor DPRD Provinsi Jateng, Jalan Pahlawan No. 7 Kota Semarang. Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Presidium Kaukus Perempuan Parlemen Republik Indonesia (KPP RI) Badikenita BR. Sitepu yang disaksikan oleh Ketua DPRD Provinsi Jateng Sumanto