Capaian Pembangunan 2020 Jadi Bahan Evaluasi

1 alkpj3

PERTEMUAN : Pansus DPRD Jateng melakukan pertemuan dengan Wakil Ketua DPRD DIY Huda Tri Yudianto.(foto: cahyo prabowo)

YOGYAKARTA – Pandemi Covid-19 telah mengubah anggaran daerah terutama pada pendapatan. Baik Provinsi Jateng maupun DI Yogyakarta pun turut terkena imbas. Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Jateng 2020 dengan Wakil Ketua DPRD DI Yogyakarta Huda Tri Yudiana di ruang rapat pimpinan DPRD setempat, Kamis (8/4/2021).

Ketua Pansus LKPJ Gubernur 2020 Sriyanto Saputro menyatakan, pandemi Covid-19 dirasakan sangat berpengaruh terhadap capaian kondisi makro ekonomi daerah. Beberapa indikator makro ekonomi terpantau mengalami penurunan yang signifikan dari target yang ditetapkan dalam RKPD 2020. Mulai dari pertumbuhan ekonomi, kemiskinan, pengangguran dan pembangunan manusia.

Pertemuan yang dibuka Wakil Ketua DPRD Jateng Quatly Abdulkadir Alkatiri itu, lanjut Sriyanto, menanyakan sejumlah langkah-langkah dari kebijakan Pemprov Yogyakarta terkait adanya penurunan pendapatan daerah di tahun anggaran 2020.

“Kami ingin tahu seperti apa langkah Pemprov DIY menyikapi hal tersebut, termasuk implementasi penyerapan anggaran dalam penanggulangan Covid-19,” tanya politikus Partai Gerindra itu.

Menjawab pertanyaan itu, Huda yang turut didampingi Kepala Bidang Pengendalian Bappeda DIY Kuswantoro memaparkan, ada penurunan 1,54% pendapatan daerah atau sebesar Rp 5,6 triliun menjadi Rp 87,6 miliar. Hal yang turut dirasakan berkurangnya pendapatan adalah dari sektor pariwisata. Selama pandemi dengan kebijakan PPKM menjadikan sejumlah objek wisata harus tutup dan mobilisasi orang dari luar provinsi harus diperketat.

Huda selanjutnya menyatakan, meski beberapa sektor untuk pendapatan berkurang namun untuk RPJMD tidak perubahan. Bahkan untuk DPRD pun menjadi pokok pikiran yang semula banyak terserap untuk infrastruktur ke depan pengembangan ekonomi kerakyatan.

“Kami bersyukur pada pandemi Covid-19 ini justru rasa kegotongroyangan masyarakat menjadi tinggi,” ucapnya.(cahyo/priyanto)

Info Lainnya

  • Warga Mojogedang Antusias Hijaukan Sungai

    KARANGANYAR – Warga Desa Ngadirejo Kecamatan Mojogedang merasa senang adanya kegiatan penanaman di sekitar bantaran sungai. Kegiatan yang dinamakan ‘Jogo Kali Merawat Bumi’ digalakkan Ketua DPRD Provinsi Jateng Sumanto bertujuan untuk menghijaukan area sekitar sungai supaya mengoptimalkan fungsi penyimpanan air sehingga keberadaan belik atau mata air ada lagi.

  • RAPAT PARIPURNA: Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal 

    GEDUNG BERLIAN – Dalam rapat paripurna, Kamis (2/7/2026), Komisi E DPRD Provinsi Jateng memberikan penjelasan tentang Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal. Disampaikan oleh Anggota Komisi E, Jafar Shodiq, raperda itu didasarkan atas tingginya kontribusi tenaga kerja informal memberikan kontribusi besar dalam upaya pengentasan kemiskinan dan pengangguran. 

  • Bahas Panti Sosial, Risiko Penularan TBC Disorot

    SURABAYA — Komisi E DPRD Provinsi Jateng mendesak Pemerintah Provinsi segera membenahi standard operating procedure (SOP) dari pengelolaan panti rehabilitasi sosial. Pasalnya, penataan penanganan pasien dengan penyakit menular dinilai masih sangat longgar dan mengancam keselamatan penghuni panti lainnya.

  • Pengelolaan Aset Jalan Dapat Berkontribusi PAD

    YOGYAKARTA — Penyusunan Raperda tentang Standardisasi Penyelenggaraan Jalan Provinsi tidak hanya mengatur aspek teknis pembangunan dan pemeliharaan jalan tapi juga pemanfaatan aset jalan secara optimal. Komisi D DPRD Provinsi Jateng menilai pengaturan tersebut dapat menjadi instrumen baru untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).