Antisipasi Kebencanaan di Grobogan Patut Ditingkatkan

WhatsApp Image 2022 10 24 at 22.41.56 (1)

KUNJUNGAN KERJA: Komisi E berkunjung ke BPBD Grobogan.(foto: ervan ramayudha)

GROBOGAN – Komisi E melakukan kunjungan kerja ke BPBD Grobogan guna , kunjungan tersebut dalam rangka mendapatkan data dan masukan terkait Antisipasi Bencana Tanah Gerak, Tanah Longsor dan Banjir di Kabupaten Grobogan. Senin (24/10/2022). Hal itu disampaikan Muh. Zen selaku pimpinan rombongan dewan diterima Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Grobogan Endang Sulistyoningsing berserta jajarannya.

Dalam pertemuan tersebut Endang memaparkan, Grobogan mempunyai luas wilayah 2.023,85 km2 ini diapit tiga sungai besar yaitu Sungai Lusi, Tuntang dan Glugu dan Serang. Di Grobogan juga terdapat dua pegunungan yaitu Kendeng Utara dan Kendeng Selatan.

Pada kawasan Pegunungan Kendeng Utara terdapat dua kecamatan yakni Brati dan Klambu. Potensi kebencanaannya banjir bandang. Sementara di wilayah barat Grobogan di wilayah Bologarang di wilayah Pegunungan Kendeng Selatan juga sering terjadi bencana banjir bandang dipertengahan Oktober kemarin. Mengenai desa tanggap bencana atau destana sudah terbentuk di 17 desa dari 273 desa.

Endang menambahkan, terkait kondisi sampai saat ini risiko bencana alam yang paling tinggi yakni banjir. Bahkan sudah terjadi 14 kasus banjir, 18 kasus angin kencang, 21 kasus tanah longsor. Mengenai kekeringan terjadi di delapan kecamatan.

BPBD Grobogan saat ini telah memiliki aplikasi Sistem Informasi Grobogan Aman Bencana (Sigana). Aplikasi berbasis website dan mobile berisi laporan bencana, menghimpun, mengelola dan mendiseminasikan informasi kebencanaan di Grobogan. Aplikasi tersebut  diakses oleh pemangku kepentingan dan masyarakat Grobogan dan Gerakan Bersama Mengurus Bantuan Bencana ke Masyarakat (Gema Utama) ini merupakan salah satu inovasi dari BPBD Grobogan. Terkait kerentanan, BPBD Grobogan selalu melakukan sosialisasi kepada masyarakat bahkan BPBD Kab. Grobogan telah memiliki Unit Pelayanan Disabilitas (ULD) dan tiap tahun mengundang untuk memberikan pelatihan kesiapsiagaan, mitigasi dan penanggulangan bencana dari semua unsur masyarakat, tokoh masyarakat bahkan kaum renta bisa mengikuti pelatihan.(ervan/priyanto)

Berita Terkait

  • Indek Pembangunan Pemuda di Wonogiri Cukup Baik

    WONOGIRI – Komisi E berharap peran pemuda bisa ditingkatkat. Terlebih di Jateng sudah memiliki sebuah payung hukum yakni Perda No 4/2021 tentang Pembangunan dan Pengembangan Pemuda Jateng. Oleh karena itu, Komisi E pada Rabu (31/1/2024), berkunjung ke Kantor Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Wonogiri. Rombongan dipimpin anggota Muh Zen diterima oleh Kepala Disporapar Wonogiri Haryanto. Kunjungan itu dimaksudkan untuk melihat perkembangan indeks pembangunan pemuda (IPP) di Wonogi

  • DIALOG PROAKTIF: Optimalkan Pembinaan Desa Wisata di Pati

    PATI – Desa Wisata kini mulai bergeliat setelah sebelumnya didera kondisi pandemi Covid-19. Melihat kondisi yang membaik itu, DPRD Provinsi Jateng berupaya mendorongnya agar berdampak pada perekonomian masyarakat, tak terkecuali di pedesaan dengan mengoptimalkan pembinaan kelompok Desa Wisata.

  • Pelajari Pelestarian Cagar Budaya di BPCB DIY

    YOGYAKARTA – Hinggi kini, masih ada bangunan cagar budaya yang tidak terawat dengan baik di wilayah Provinsi Jateng. Untuk itu, Komisi E DPRD Provinsi Jateng tergerak melakukan upaya-upaya, salah satunya dengan mempelajari langkah pelestarian di Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Provinsi DIY Direktorat Jenderal (Ditjen) Kebudayaan Kemdikbud.