Komisi D Puji Pengelolaan Energi Ramah Lingkungan PT USG

WhatsApp Image 2019 07 19 at 19.55.09

RUANG PANEL. Komisi D berada di ruang panel Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang dimiliki PT USG di Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Kamis (18/7/2019). (Foto: Priyanto)

UNGARAN – Komisi D terus mematangkan draf rancangan peraturan daerah tentang ketenagalistrikan. Dalam upaya mendapatkan masukan dari masyarakat, Komisi D mendatangi PT Ungaran Sari Garment (USG) yang berada di Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Kamis (18/7/2019). Perusahaan pakaian itu dipilih karena telah menerapkan green building atau gedung ramah lingkungan.

Komisi D saat berada di dalam pabrik PT USG

Selama 60 menit, anggota Komisi D diajak berkeliling ke setiap pojok gedung terutama pada bagian-bagian yang mendapatkan hasil energi ramah lingkungan. Paling mencolok adalah perusahaan tersebut sudah mengelola energi yang dihasilkan dari pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Bahkan bangunannya pun sudah dirancang sedemikian rupa sehingga untuk ukuran panas maupun pencahayaannya sudah sesuai yang diinginkan.

Komisi D bersama manajer PT USG

Bagi Wakil Ketua Komisi D Hadi Santoso, konsep pengelolaan sumber energi yang ramah lingkungan ini akan dimasukkan dalam draf raperda ketenagalistrikan. Dengan kehadiran Dewan ke PT USG bisa mengetahui secara banyak perihal yang perlu menjadi bahan masukan.

“Jangan sampai perda ketenagalistrikan nanti justru akan mengganggu iklim investasi. Kami ingin menggali banyak bagaimana konsep pemanfaatan energi ramah lingkungan maupun energi cadangan,” jelas politikus PKS ini.

Dijelaskan oleh Manager HRD PT USG Nur Arifin, dari tiga pabrik yang ada untuk konsep green building baru di Kecamatan Pringapus. Seluruh bangunan beserta isinya dikonsep ramah lingkungan. Dia menjelaskan, pengelolaan sampah pun sudah ada pemilahan yang bisa diurai dan tak bisa terurai. Sampai di toilet pun kran air pun digunakan bisa seperlunya.

Untuk energi listrik, PT USG menggunakan PLTS meski tidak selama 24 jam. Waktu yang digunakan antara pukul 07.00 sampai 16.00, dengan daya listrik mencapai 202 kWP (Photovoltaic). Namun demikian, penggunaan PLTS sudah sangat membantu perusahaan terutama untuk pengembangan energi baru terbarukan.

“Untuk PLTS ada beberapa kelemahan untuk sekarang ini. Pertama dari sisi ongkos biaya, dengan banyaknya panel-panel maka biayanya sangat mahal. Selain itu penggunaan PLTS sangat menggantungkan cuaca. Disaat musim hujan, daya listrik yang disimpan tidak bisa maksimal. Ini bisa menjadi bahan masukan,” ucap dia.

Bagi Hadi, konsep energi baru terbarukan saat ini sedang digencarkan oleh pemerintah. Hanya saja masih banyak hambatan terutama pada sisi biaya. Tidak semua perusahaan mampu untuk investasi pengelolaan energi baru terbarukan, karena membutuhkan biaya besar. (priyanto/ariel)

Berita Terkait

  • Bahas Raperda Kedaulatan Pangan bersama Dishanpan & Distanbun

    UNGARAN – Dalam penyusunan Raperda tentang Kedaulatan Pangan, Komisi B DPRD Provinsi Jateng terus melakukan pendalaman materi untuk mendapatkan hasil yang komprehensif. Seperti saat Komisi B menyambangi Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) dan Dinas Pertanian & Perkebunan (Distanbun) di Komplek Tarubudoyo Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang pada Rabu dan Kamis (1-2/3/2023).

  • PENGUATAN DEMOKRASI DAERAH: Peluang Perempuan Berpolitik Tinggi

    JEPARA – Semua masyarakat mempunyai hak yang sama untuk ikut terjun dalam berdemokrasi baik perempuan maupun laki-laki. Alasan perempuan bisa ikut andil dalam politik dikarenakan jumlah penduduk perempuan hampir sama dengan laki-laki. Data dari Sensus Penduduk Indonesia 2020 menyebutkan, jumlah penduduk Indonesia mencapai 270,2 juta jiwa.

  • Perlu, Optimalisasi Aset & Pendapatan Banhub

    JAKARTA โ€“ Komisi C DPRD Provinsi Jateng memonitoring perkembangan dan pengelolaan aset milik Pemprov Jateng yang dikelola Badan Penghubung (Banhub) Provinsi Jateng di Provinsi DKI Jakarta. Dalam pantauan itu, Banhub masih belum mampu mencapai target pendapatan Tahun Anggaran 2021.

  • CJIBF Upaya Jateng Gaet Investor

    JAKARTA – Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto bersama seluruh wakil ketua menghadiri pembukaan Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2019 yang diresmikan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Birawa Assembly Hall Hotel Bidakara, Jakarta (5/11/2019).