SOSIALISASI NON-PERDA: Memahami Kebhinekaan, Menjaga Kerukunan

20220520140533 IMG

SOAL BHINEKA. Ferry Wawan Cahyono dalam kegiatan ‘Sosialisasi Non-Perda’ dengan tema ‘Memahami Kebhinekaan, Menjaga Kerukunan’ di Sabinku Mandiraja Kabupaten Banjarnegara, Sabtu (28/5/2022). (foto soni dinata)

BANJARNEGARA – Hingga kini, masyarakat kerap diterpa isu intoleransi. Dari kondisi itu, DPRD Provinsi Jateng berharap masyarakat mampu menjaga keutuhan bangsa yang beragam ini.

“Mari kita bersyukur dan bersama-sama menjaga Indonesia ini. Karena, di tengah keberagaman, masyarakat harus mampu menciptakan suasana kebhinekaan yang rukun,” kata Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Ferry Wawan Cahyono dalam kegiatan ‘Sosialisasi Non-Perda’ dengan tema ‘Memahami Kebhinekaan, Menjaga Kerukunan’ di Sabinku Café Mandiraja Kabupaten Banjarnegara, Sabtu (28/5/2022).

Ia juga mengatakan setiap orang tidak boleh memaksakan kehendaknya di tengah keberagaman umat. Karena, dengan adanya perbedaan itu, sudah semestinya kesatuan terus dipupuk.

“Di Indonesia itu memiliki agama yang berbeda-beda dan suku/ budaya yang berbeda pula. Namun, masing-masing masyarakat tidak diharuskan memaksakan kehendaknya agar selalu sama. Justru, dengan berbeda agama dan suku, membuat masyarakat menjadi lebih beragam. Dari situ, semangat kerukunan harus dijaga agar kesatuan bangsa tercipta,” tutur Politikus Golkar itu.

Dikatakannya pula, perkembangan teknologi sekarang juga mampu memicu perpecahan. Untuk itu, perlu kesadaran diri dan lingkungan dalam penguatan kebhinekaan bangsa ini.

“Banyak bangsa lain yang iri dengan Indonesia. Karena, secara geografis dan kebudayaan, Indonesia memiliki kelebihan dibanding negara lain. Marilah, kita syukuri keadaan di Indonesia ini dengan saling menguatkan dan bukannya mengikis keberagaman yang ada,” ujarnya.

Senada, Lulut Yekti Adi selaku Tokoh Masyarakat Banjarnegara mengatakan keberagaman agama dan budaya itu membuat masyarakat memahami perbedaan yang ada di lingkungan sekitarnya. Dari perbedaan itu, mampu menciptakan suasana toleransi antar umat sehingga kerukunan selalu terjaga.

“Dari kecil saya sudah terbiasa hidup dalam perbedaan dan keberagaman. Namun, kondisi itu tidak membuat saya menjadi lemah tapi justru tercipta kondisi saling menguatkan satu sama lain. Dari situlah, pentingnya memahami kebhinekaan untuk persatuan bangsa,” kata Lulut. (ariel/priyanto)

Berita Terkait

  • Sedimentasi Waduk Gajah Mungkur Jadi Masalah Serius

    PANTAU WADUK. Alwin Basri bersama Supervisor Pelaksana Senior PLTA Wonogiri Anang Rosihan membahas ketenagalistrikan. (foto teguh prasetyo) WONOGIRI – Guna memantau mengenai potensi ketenagalistrikan di Jawa Tengah, Komisi D DPRD Jateng berkunjung ke Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Waduk Gajah…

  • DPRD Jateng Mulai Kaji APBD Perubahan 2021

    Sriyanto Saputro. (foto ariel noviandri) SEMARANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah mulai membahas skenario penyesuaian APBD Perubahan 2021 untuk dampak pandemi Covid-19. Meski masih berupa asumsi, namun pemetaan anggaran perlu dilakukan terutama pada…

  • ASPIRASI JATENG: Vaksinasi Bantu Covid-19 Terkendali

    SURAKARTA – Vaksin datang, Covid-19 hilang ? Itulah pertanyaan yang mewakili masyarakat di Tanah Air termasuk Jateng untuk sekarang ini. Ada anggapan besar dengan vaksinasi bisa menjadikan Covid-19 hilang. Anggapan itu oleh pengamat kesehatan dari Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta dokter Tonang Dwi Aryanto kurang benar. Menurutnya vaksinasi hanyalah untuk mengendalikan virus supaya tidak menyebar, tidak menjadikan virus hilang.

  • Kondisi Pandemi, Data Kemiskinan Perlu Divalidasi

    PEMALANG – Kondisi pandemi Covid-19 ini telah berdampak pada sektor perekonomian sehingga kasus kemiskinan pun menjadi bertambah. Melihat kemiskinan di tengah masyarakat itu, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Sukirman mendukung upaya pemerintah yang terus memberikan bantuan untuk mengurangi kemiskinan.

  • Pelatihan Kerja di BLK Perlu Sesuaikan dengan UU Cipta Kerja

    YOGYAKARTA – Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah terus mendalami materi terkait Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Ketengakerjaan. Dalam upaya penguatan tersebut, dewan berkunjung ke Balai Latihan Kerja dan Pengembangan Produktivitas (BLKPP) Provinsi Yogyakarta pada Selasa, (14/12/2022). Turut hadir Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah.

  • DPRD Terima Aspirasi KSPSI Terkait Penolakan Tapera

    SEMARANG – Sejumlah orang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) mendatangi Gedung Berlian DPRD Jateng, Senin (29/7/2024). Mereka ingin menyampaikan aspirasi terkait penolakan atas terbitnya aturan mengenai tabungan perumahan rakyat atau tapera.