Transaksi Lelang di Ekspo Soropadan Capai Rp 9,2 Miliar

1 asuro3

KUNJUNGI GERAI. Komisi B mengunjungi salah satu gerai saat penutupan Soropadan Agro Expo di Temanggung, Senin (8/7/2019).(Foto: Priyanto)

TEMANGGUNG – Komisi B mendorong pengembangan inovasi teknologi informasi di sektor agrobisnis. Para petani sudah saatnya bisa menangkap peluang revolusi industri 4.0. Digitalisasi pertanian mutlak untuk diterapkan dengan baik.

Sekretaris Komisi B Messy Widiastuti menjelaskan, pemanfaatan teknologi mutahir, penggunaan aplikasi pertanian dan penggunaan 1 data pertanian akan menunjang produktivitas dan kesejahteraan petani. Pada Senin (8/7/2019), rombongan DPRD mengikuti penutupan Soropadan Agro Expo (SAE) Ke-9. Ekspo yang digelar empat hari dari 4-8 Juli ditutup oleh Gubernur Ganjar Pranowo dalam hal ini diwakili Kepala Biro Infrastruktur dan Sumber Daya Alam (ISDA) Dadang Soemantri.

Sekretaris Komisi B Messy Widiastuti beserta jajaran Pemprov Jateng

Bagi Messy, wadah seperti ekspo sangat dibutuhkan masyarakat dan menjadi sarana yang tepat untuk pemasaran produk dan inovasi pertanian dalam arti luas. Penyelenggaran setiap dua tahun sekali, kali ini mengangkat tema “Korporasi Petani dan Integrasi Teknologi Informasi Menuju Petani Semakin Sejahtera”.

“Untuk itu, saya minta kepada semua stakeholder pertanian dan agrobisnis semakin giat memberdayakan petani untuk kemandirian dan kesejahteraannya. Kami juga bangga ada terobosan dari diluncurkannya aplikasi aplikasi android Agro Jowo ,” paparnya.

Messy Widiastuti meninjau stand-stand di SAE Ke-9

Dalam penutupan ekspo, Ketua Panita Frans Tavares da Silva memaparkan, dari pembukaan sampai penutupan tercatat transaksi lelang senilai Rp 9,6 miliar. Jumlah itu melebihi target Rp 9 miliar. Termasuk Jumlah pengunjung 26 ribu per hari.

Membacakan sambutan Gubernur Ganjar Pranowo, Dadang Soemantri memaparkan, kegiatan yang diselenggarakan dua tahun sekali ini selalu mendapat respons dari negara sahabat. Terbukti dengan kehadiran para Duta Besar dari 12 negara sahabat yang sebelumnya diawali dengan acara diplomatic tour.

“Saya berharap ke depan dapat bertambah banyak lagi negara-negara asing yang berminat hadir dan melakukan kerja sama di bidang pertanian dan agrobisnis guna melakukan transaksi berkelanjutan dengan para petani di Jawa Tengah,” kata dia.

Pada ekspo tersebut, lanjut Dadang berbagai kegiatan disajikan. Ada pameran teknologi pertanian nasional dan displai tanaman, pameran, dan bursa komoditas pertanian unggulan. Termasuk pula pelatihan marketing online, seminar marketplace pertanian, sarasehan dan lokakarya, pameran sarana produksi pertanian, pasar lelang spot dan forward, perbankan dan lembaga keuangan, business matching.

“Tidak kalah menarik berbagai hiburan yang telah disajikan antara lain water dancing fountain, topeng ireng, wayang kulit dan tarian tradisional,” kata Dadang.(priyanto/ariel)

Info Lainnya

  • Koridor Baru Aglomerasi Trans Jateng Siap Layani Rute Gelangmanggung

    MUNGKID – Koridor baru Aglomerasi Trans Jateng untuk wilayah Gelangmanggung (Magelang–Temanggung) rencananya melayani rute Terminal Maron (Temanggung)–Terminal Tidar (Kota Magelang)–Terminal Borobudur (Kabupaten Magelang) pulang-pergi. Layanan itu dioperasikan mulai Agustus 2027 menggunakan 14 armada bus medium.

  • Komisi C Pantau Kinerja Bank Jateng Cabang Karanganyar & Sukoharjo

    KARANGANYAR – Komisi C DPRD Provinsi Jateng menyoroti kinerja Bank Jateng di tingkat kantor cabang agar mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap pendapatan asli daerah (PAD). Ketua Komisi C DPRD Provinsi Jateng Bambang Haryanto Baharudin menegaskan, sebagai penyumbang sekitar 90% pendapatan BUMD bagi daerah, Bank Jateng harus menunjukkan kinerja yang sehat dan terus meningkat.

  • Tata Kelola Lahan yang Baik Dukung Sektor Pariwisataan

    PEMALANG – Guna mendapatkan data dan informasi yang lebih komprehensif, Komisi B DPRD Provinsi Jateng bertandang ke Kantor Dinas Kebudayaan Pariwisata Kabupaten Pemalang dan Kantor Cabang Kehutanan Wilayah IV Dinas Lingkungan Hidup & Kehutanan Provinsi Jateng di Kota Pekalongan, Senin (20/7/2026). Kegiatan itu dilakukan dalam rangka penyusunan Raperda tentang Tata Kelola & Rehabilitasi Lahan Kritis & Reklamasi Hutan Daerah

  • Bahas Raperda Perlindungan Pekerja Informal di Grobogan

    GROBOGAN – Besarnya jumlah pekerja informal yang belum sepenuhnya tersentuh perlindungan jaminan sosial dan regulasi yang komprehensif mendorong Komisi E DPRD Provinsi Jateng mengunjungi Kabupaten Grobogan, baru-baru ini. Kunjungan itu sendiri dilakukan untuk menghimpun data, masukan, dan praktik baik daerah sebagai bahan penyusunan Raperda tentang Perlindungan Tenaga Kerja Informal.

  • Komisi D Dorong Perluasan PLTS untuk Ponpes

    SOAL PLTS. Komisi D DPRD Provinsi Jateng berdiskusi soal pemanfaatan PLTS di Ponpes Alqur’an Roudlotul Huffadh Almalikiyah, Kelurahan Banyuurip Kecamatan Pekalongan Selatan, Senin (13/7/2026). (foto dwi nugrahini) KAJEN – Komisi D DPRD Provinsi Jateng mendorong perluasan program Pembangkit Listrik Tenaga…

  • Potensial, Industri Garam di Pati

    PATI – Komisi C DPRD Provinsi Jateng memantau pengelolaan Pabrik Garam Industri milik BUMD, PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT), di Desa Raci Kecamatan Batangan Kabupaten Pati, Senin (13/7/2026). Dalam kegiatan itu, Komisi C menyoroti capaian kinerja keuangan PT SPJT yang menunjukkan peningkatan pendapatan menjadi sekitar Rp 48,1 miliar pada 2025.