Komisi E Monitoring Pelaksanaan Sekolah Rakyat di Sragen

IMG

DIALOG SEKOLAH. Komisi E berdialog dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Sragen dan perwakilan pengelola Sekolah Rakyat. (foto: priskilla candra cahyaningtyas)

SRAGEN โ€“ Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah melakukan monitoring ke Kabupaten Sragen pada Rabu (25/02/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk meninjau langsung pelaksanaan Sekolah Rakyat 1C, sebuah program pendidikan integrasi yang dirancang khusus untuk menyisir anak-anak putus sekolah dan masyarakat kurang mampu.

Rombongan yang dipimpin oleh Messy Widiastuti ini diterima langsung oleh jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Sragen dan perwakilan pengelola Sekolah Rakyat. Dalam pertemuan tersebut, terungkap bahwa operasional Sekolah Rakyat memiliki tantangan unik dibanding sekolah reguler. Salah satu fokus utama adalah menjangkau anak-anak yang sudah lama putus sekolah.

“Anak-anak belum tentu mau langsung masuk sekolah, apalagi yang sudah putus sekolah. Kita harus ‘merayu’ mereka di lapangan,” ungkap salah satu perwakilan pengelola. Kedepannya, program ini direncanakan akan mengintegrasikan jenjang SD, SMP, hingga SMA dengan fasilitas gedung mandiri dan sarana olahraga untuk penguatan character building.

Persoalan validasi data kemiskinan (desil) menjadi sorotan utama. Anggota DPRD Jateng, Sumarwati, sempat mempertanyakan bagaimana koordinasi agar sekolah ini tidak berbenturan dengan sekolah reguler serta nasib siswa yang orang tuanya sangat berharap pada fasilitas ini.

Menanggapi hal tersebut, Yuniarti dari Dinas Pendidikan Sragen menjelaskan bahwa pihaknya menerapkan sistem door-to-door untuk memastikan data valid.

“Faktanya ada anak di desil 6 tapi kondisinya miskin dan perlu diselamatkan, tetap di loloskan. Pengelompokan desil bukan syarat mutlak yang konkrit karena terkadang ada data pusat yang masih eror,” tegas Yuniarti.

Senada dengan itu, Yudi Indras menekankan pentingnya sinkronisasi sistem. Ia berharap ASN segera memverifikasi data dari pusat agar jika ada ketidaksesuaian, bisa segera disanggah dan dipetakan solusinya melalui operator desa.

Meski ditujukan untuk warga miskin, kualitas pengajar tetap menjadi prioritas. Kepala Sekolah Rakyat, Giyatno, menjelaskan bahwa guru yang bertugas adalah Guru Penggerak yang tersertifikasi dan lulusan PPG.

“Guru-guru kami dipilih melalui tes ketat, bahkan diutamakan mampu berbahasa asing. Karena keterbatasan ruang, kami juga menerapkan skenario pembelajaran multiclass, di mana tingkat kelas 4, 5, dan 6 bisa berada dalam satu ruangan dengan metode pengajaran khusus,” jelas Giyatno.

Di akhir sesi, Faiz selaku anggota Komisi E mengingatkan pemerintah daerah untuk tidak hanya fokus pada penyediaan lahan dan siswa, tetapi juga menciptakan lingkungan yang aman. Pemda diminta memastikan Sekolah Rakyat menjadi ekosistem yang ramah anak guna menghindari praktik perundungan (bullying) di lingkungan sekolah.(bee/red.)

Info Lainnya

  • DPRD Jateng Terima Kritik Mahasiswa atas Program Pemerintah

    GEDUNG BERLIAN – DPRD Provinsi Jateng menyatakan siap mengawal aspirasi sekitar 300 mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) yang menggelar aksi unjuk rasa di Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Senin (24/8/2026). Aspirasi tersebut disampaikan dalam aksi bertajuk ‘Seruan Aksi Diponegoro Melawan’ yang berlangsung dengan orasi dan dialog antara mahasiswa dan wakil rakyat

  • Laporan Mingguan Media Mainstream DPRD Jawa Tengah

    Monitoring komprehensif pemberitaan dari media online dan media cetak โ€” mencakup analisis, sentimen publik, dan perkembangan isu terkini terkait DPRD Jawa Tengah. PERIODE DATA 17 Agustus 2026 โ€“ 23 Agustus 2026 Ruang Lingkup dan Tujuan Pemantauan Ruang Lingkup Pemantauan Pemantauan…

  • Laporan Mingguan Media Sosial DPRD Jawa Tengah

    Laporan ini menyajikan pemantauan komprehensif terkait aktivitas, pemberitaan, dan percakapan di media sosial yang melibatkan DPRD Jawa Tengah serta lembaga legislatif dan eksekutif terkait di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya. PERIODE DATA 17 Agustus 2026 โ€“ 23 Agustus 2026 Ruang…

  • PEPARPEDA 2026: Ajang bagi Atlet Muda Paralimpik

    BUKA PARALIMPIK. Peparpeda Jateng 2026 resmi dibuka di Kota Surakarta, Jumat (21/8/2026). (foto teguh prasetyo) SURAKARTA โ€” Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (Peparpeda) Jateng 2026 resmi dibuka di Kota Surakarta, Jumat (21/8/2026) malam. Ajang itu menjadi ruang bagi atlet-atlet muda paralimpik…