Laporan Mingguan Media Sosial DPRD Jawa Tengah

Laporan ini menyajikan pemantauan komprehensif terkait aktivitas, pemberitaan, dan percakapan di media sosial yang melibatkan DPRD Jawa Tengah serta lembaga legislatif dan eksekutif terkait di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya.
PERIODE DATA
17 Agustus 2026 – 23 Agustus 2026
Ruang Lingkup dan Tujuan Pemantauan Media Sosial
Ruang Lingkup Pemantauan
Pemantauan percakapan mengenai DPRD Jawa Tengah dalam laporan ini mencakup lima kanal media sosial, yaitu X (Twitter), Facebook, Instagram, TikTok, dan YouTube.
Tujuan Laporan
Laporan ini bertujuan untuk mengukur eksposur dan efektivitas komunikasi DPRD Jawa Tengah di media sosial serta media mainstream sebagai dasar evaluasi dan pengembangan strategi komunikasi yang lebih efektif.
Pengukuran dilakukan dengan mengidentifikasi topik utama percakapan warganet mengenai DPRD Jawa Tengah serta memetakan kanal media sosial yang menjadi sumber percakapan.
Kemudian menganalisis sentimen percakapan mengenai DPRD Jawa Tengah dan entitas lain yang terkait, sekaligus mengidentifikasi potensi krisis, isu strategis, maupun informasi penting.
Mengidentifikasi authors, akun, dan media yang membicarakan DPRD Jawa Tengah di media sosial dan media mainstream, termasuk melihat kecenderungan sentimen dalam setiap percakapan.
Terakhir memetakan volume, karakteristik, dan persebaran percakapan sebagai bahan evaluasi terhadap efektivitas komunikasi dan strategi publikasi DPRD Jawa Tengah.
Ringkasan Eksekutif Media Sosial – DPRD Jawa Tengah
Percakapan mengenai DPRD Jawa Tengah selama periode pemantauan mencatat 98 post dengan total 7.262 engagement. Dari sisi sentimen, percakapan publik didominasi positif sebesar 87,76%, sementara sentimen negatif sebesar 12,24% dan tidak terdapat percakapan dengan sentimen netral. Komposisi tersebut menunjukkan respons publik secara umum masih kondusif dan positif, meskipun terdapat sejumlah isu negatif yang perlu mendapat perhatian.
TikTok menjadi kanal paling dominan dalam menghasilkan engagement. Tiga top post dengan engagement tertinggi seluruhnya berasal dari TikTok, masing-masing mencatat 3.962, 899, dan 310 engagement. Hal ini menunjukkan TikTok memiliki daya jangkau dan kemampuan interaksi yang kuat dalam membentuk percakapan publik mengenai DPRD Jawa Tengah.
Konten dengan engagement tertinggi secara umum berasal dari isu positif terkait agenda HUT Kemerdekaan dan kegiatan daerah. Tingginya interaksi pada konten tersebut menunjukkan bahwa tema kegiatan publik dan momentum nasional memiliki daya tarik kuat bagi audiens media sosial.
Namun, keberadaan top post bersentimen negatif dengan 899 engagement menjadi perhatian strategis. Meskipun tidak mendominasi keseluruhan percakapan, tingginya engagement menunjukkan bahwa konten bernada kritik memiliki potensi menjangkau audiens secara luas dan memicu percakapan lanjutan.
Secara keseluruhan, performa media sosial DPRD Jawa Tengah berada dalam kondisi positif, dengan engagement yang kuat terutama di TikTok. Ke depan, strategi komunikasi perlu mempertahankan konten positif yang memiliki daya tarik tinggi sekaligus memperkuat monitoring isu negatif, respons cepat, dan komunikasi yang informatif untuk mencegah berkembangnya isu kritik menjadi tekanan reputasi.
Peta Percakapan Media Sosial – DPRD Jawa Tengah
TikTok menjadi kanal utama dalam percakapan mengenai DPRD Jawa Tengah, baik dari sisi volume unggahan maupun interaksi audiens. TikTok menyumbang 38,78% dari total post, disusul X/Twitter 20,41%, Instagram 18,37%, Facebook 12,24%, dan YouTube 10,20%. Komposisi ini menunjukkan bahwa distribusi percakapan paling banyak terkonsentrasi di TikTok.
Persentase Jumlah Post Berdasarkan Kanal Media Sosial
Dari sisi engagement, dominasi TikTok jauh lebih kuat. TikTok menyumbang 93,07% dari total engagement, sedangkan Instagram berkontribusi 6,38%. Facebook, YouTube, dan X/Twitter hanya memberikan kontribusi yang sangat kecil. Hal ini menunjukkan bahwa interaksi audiens hampir sepenuhnya terkonsentrasi di TikTok, sehingga kanal tersebut menjadi platform paling strategis untuk menjangkau dan melibatkan publik.
Percakapan publik secara keseluruhan juga masih menunjukkan kecenderungan positif. Sentimen positif mencapai 87,76%, sedangkan sentimen negatif sebesar 12,24%, dan tidak terdapat sentimen netral. Dengan demikian, persepsi publik terhadap DPRD Jawa Tengah masih tergolong kondusif, meskipun porsi percakapan negatif perlu terus dimonitor, terutama ketika memperoleh engagement tinggi.
Implikasi Strategis
TikTok perlu menjadi kanal prioritas dalam strategi komunikasi digital DPRD Jawa Tengah, terutama untuk konten yang bersifat visual, singkat, aktual, dan dekat dengan kepentingan masyarakat. Sementara itu, monitoring lintas kanal tetap diperlukan untuk mendeteksi isu negatif sejak dini dan menjaga konsistensi narasi positif di seluruh platform.
Tren Percakapan Mingguan – DPRD Jawa Tengah
Volume percakapan mengenai DPRD Jawa Tengah mencapai titik tertinggi pada 19 Agustus, dengan 20 post dan 505 engagement. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa aktivitas publikasi dan percakapan mengenai DPRD paling intens dari sisi jumlah unggahan pada pertengahan periode pemantauan.
Namun, dari sisi interaksi audiens, 18 Agustus menjadi hari dengan engagement tertinggi, mencapai 4.298 engagement dari 16 post. Artinya, meskipun jumlah unggahan lebih sedikit dibanding 19 Agustus, konten yang beredar pada 18 Agustus memiliki daya tarik dan kemampuan mendorong interaksi publik yang jauh lebih besar.
Pola tersebut menunjukkan adanya ketimpangan antara volume konten dan engagement. Hari dengan jumlah post terbanyak tidak secara otomatis menghasilkan interaksi tertinggi.
Momentum pada 18 Agustus menjadi penggerak utama performa engagement selama periode pemantauan.
Setelah lonjakan pada 18 Agustus, engagement cenderung menurun pada 19–23 Agustus dan berada pada level yang relatif lebih rendah. Hal ini mengindikasikan bahwa eksposur media sosial DPRD Jawa Tengah selama periode tersebut lebih banyak dipengaruhi oleh satu momentum dengan daya tarik tinggi, dibandingkan percakapan yang berlangsung konsisten sepanjang minggu.
Implikasi Strategis
Momentum dengan engagement tinggi perlu dianalisis lebih lanjut untuk mengidentifikasi jenis konten, format, tema, dan karakter audiens yang paling efektif. Temuan tersebut dapat dijadikan acuan untuk mereplikasi pola konten berperforma tinggi agar engagement tidak hanya bergantung pada momentum tertentu, tetapi dapat terjaga secara lebih konsisten sepanjang periode berikutnya.
Topik Utama dan Narasi Publik – DPRD Jawa Tengah
Percakapan media sosial mengenai DPRD Jawa Tengah selama periode pemantauan didorong oleh kombinasi antara agenda positif daerah dan isu hukum. Topik “Pameran UMKM dan Hari Jadi Jawa Tengah” serta “OTT Bupati Pemalang” menjadi isu dengan volume post tertinggi, masing-masing mencatat 9 post. Kondisi ini menunjukkan bahwa agenda ekonomi dan perayaan daerah tetap mendapat perhatian publik, namun isu hukum juga memiliki daya tarik yang cukup kuat dalam percakapan digital.
Dari sisi engagement, topik “HUT RI dan Partisipasi Anggota DPRD Jateng” menjadi yang paling menonjol dengan 3.990 engagement dari 2 post. Angka tersebut jauh melampaui “Aksi BEM Undip di DPRD Jateng” dengan 748 engagement serta topik “Kebumen Fest, Budaya, dan Infrastruktur Daerah” yang mencatat 309 engagement. Temuan ini menunjukkan bahwa konten yang mengaitkan aktivitas DPRD dengan momentum nasional memiliki potensi interaksi publik yang sangat tinggi.
Secara umum, narasi publik masih didominasi sentimen positif, terutama melalui isu pameran UMKM, Hari Jadi Jawa Tengah, HUT RI, dan kegiatan budaya. Tema-tema tersebut memperkuat persepsi positif terhadap keterlibatan DPRD dalam kegiatan masyarakat dan pembangunan daerah.
Namun, kemunculan isu OTT Bupati Pemalang serta Aksi BEM Undip di DPRD Jawa Tengah menunjukkan adanya ruang percakapan kritis yang perlu menjadi perhatian. Khususnya, isu dengan potensi engagement tinggi perlu dipantau secara berkala untuk mengantisipasi perkembangan narasi negatif maupun pergeseran sentimen.
Implikasi Strategis
DPRD Jawa Tengah dapat mempertahankan narasi positif melalui konten yang mengangkat kegiatan masyarakat, UMKM, budaya, momentum nasional, dan kontribusi anggota DPRD. Pada saat yang sama, isu hukum dan aksi kelompok masyarakat perlu direspons dengan monitoring aktif, informasi yang faktual, serta komunikasi yang transparan agar percakapan kritis tidak berkembang menjadi tekanan reputasi.
Pemantauan Ketua DPRD Jawa Tengah
Eksposur Ketua DPRD Jawa Tengah selama periode pemantauan masih terbatas, tercatat 3 post dengan total 240 engagement.
Seluruh konten memperoleh sentimen positif (100%), tanpa ditemukan sentimen netral maupun negatif. Hal ini menunjukkan respons publik terhadap pemberitaan atau konten Ketua DPRD berada dalam kondisi kondusif.
TikTok menjadi platform utama dalam membentuk interaksi publik. Post dengan engagement tertinggi meraih 149 engagement, diikuti post lainnya dengan 89 engagement dan 3 engagement.
Temuan ini menunjukkan bahwa meski volume konten relatif rendah, TikTok memiliki potensi paling besar untuk meningkatkan eksposur dan engagement Ketua DPRD Jawa Tengah.
Pemantauan Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah
Percakapan terkait Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah mencatat 6 post dengan total 171 engagement. Seluruh percakapan didominasi sentimen positif, menunjukkan eksposur yang kondusif meskipun volume pemberitaan masih terbatas.
Mohammad Saleh, menjadi figur dengan eksposur dan engagement tertinggi, yakni 3 post dengan 171 engagement. Topik yang menonjol adalah dorongan agar kurikulum SMK diselaraskan dengan kebutuhan industri.
Sarif Abdillah, tercatat dalam 3 post, namun belum memperoleh engagement. Percakapan terkait dirinya mengangkat isu pentingnya kolaborasi dan kerja sama antardaerah.
Sementara itu, Heri Pudyatmoko dan Setya Arinugroho, belum tercatat memiliki percakapan dalam periode pemantauan.
Secara umum, engagement masih terkonsentrasi pada Mohammad Saleh, sehingga isu pendidikan vokasi dan keterkaitan SMK dengan kebutuhan industri menjadi topik yang paling berhasil menarik perhatian publik dalam pemantauan ini.
Pemantauan Pemprov Jawa Tengah
Pemprov Jawa Tengah mencatat 405 post dengan total 52.092 engagement. Sentimen publik sangat positif, mencapai 95,06%, sementara sentimen netral sebesar 3,70% dan negatif 1,23%. Kondisi ini menunjukkan respons publik yang relatif kondusif terhadap program dan kebijakan Pemprov Jawa Tengah.
Bantuan logistik dan relawan gempa NTT menjadi topik dengan volume pemberitaan tertinggi, mencapai 76 post. Selanjutnya, topik Hari Jadi Jawa Tengah dan capaian daerah sebanyak 25 post serta Margono Djojohadikusumo dan usulan pahlawan nasional sebanyak 21 post.
Dari sisi engagement, bantuan logistik dan relawan gempa NTT juga menjadi isu paling menarik perhatian publik dengan 16.197 engagement. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan kesejahteraan guru dan aspirasi mahasiswa UIN Walisongo dengan 5.393 engagement serta RTLH dan program Ngopeni Omah dengan 4.722 engagement.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa isu kemanusiaan dan respons terhadap bencana menjadi penggerak utama interaksi publik, sekaligus menjadi konten yang paling efektif dalam meningkatkan eksposur Pemprov Jawa Tengah selama periode pemantauan.
Share of Voice Seluruh Wilayah
Total engagement seluruh wilayah mencapai 173.692. Pemprov Jawa Tengah menjadi kontributor terbesar dengan 52.092 engagement atau 29,99%, menunjukkan bahwa percakapan publik paling banyak terkonsentrasi pada aktivitas dan isu yang berkaitan dengan Pemprov Jawa Tengah.
DPRD Jawa Barat berada di posisi kedua dengan 42.574 engagement (24,51%), disusul DPRD DKI Jakarta dengan 38.468 engagement (22,15%). Ketiga wilayah tersebut menjadi motor utama engagement, dengan kontribusi gabungan mencapai 76,65%.
Kontribusi wilayah lainnya berada pada level menengah hingga rendah. DPRD Kabupaten Pekalongan mencatat 13.731 engagement, DPRD DIY 8.537 engagement, dan DPRD Banten 7.713 engagement.
Sementara itu, DPRD Jawa Tengah mencatat 7.262 engagement atau 4,18% dari total engagement seluruh wilayah. Capaian ini menunjukkan bahwa meskipun berada dalam lingkup provinsi yang sama, eksposur akun/percakapan DPRD Jawa Tengah masih jauh di bawah Pemprov Jawa Tengah.
Secara umum, peta Share of Voice memperlihatkan dominasi Pemprov Jawa Tengah, sementara engagement DPRD Jawa Tengah masih memiliki ruang untuk ditingkatkan, terutama melalui penguatan isu dan konten yang mampu mendorong interaksi publik.
Pemantauan DPRD Kabupaten/Kota Terkait — Pekalongan, Pemalang, Batang
Percakapan DPRD kabupaten/kota di wilayah Pekalongan, Pemalang, dan Batang didominasi oleh Kabupaten Pemalang, terutama melalui isu ucapan HUT RI yang mencatat 3 post dengan sentimen positif. Selanjutnya, Kabupaten Batang mencatat 2 post positif terkait HUT RI dan kehadiran DPRD Batang.
Dari sisi engagement, Kota Pekalongan menjadi wilayah dengan respons publik tertinggi melalui isu pelantikan pejabat Pemkot dan penguatan birokrasi, dengan 58 engagement dari 1 post.
Kabupaten Pemalang berada di posisi berikutnya dengan 43 engagement, yang berasal dari isu HUT RI dan upacara penurunan bendera.
Secara umum, narasi positif tersebar di ketiga wilayah, terutama terkait agenda HUT RI, kegiatan pemerintahan, dan penguatan birokrasi. Tidak terdapat tekanan isu negatif yang menonjol, sehingga percakapan mengenai DPRD di Pekalongan, Pemalang, dan Batang berada dalam kondisi relatif kondusif.
Dari sisi strategi komunikasi, Kota Pekalongan menunjukkan potensi engagement yang cukup tinggi meski hanya dengan satu post, sehingga isu pemerintahan dan birokrasi dapat menjadi salah satu tema yang potensial untuk dikembangkan.
Perbandingan Percakapan DPRD Provinsi Lain — Jawa Barat, Jawa Timur, DKI Jakarta
Jawa Barat mencatat volume posting tertinggi, yakni 217 post atau 31,04% dari total percakapan enam provinsi. Tingginya volume tersebut terutama didorong oleh konten mengenai kegiatan rapat paripurna, yang menunjukkan intensitas aktivitas komunikasi DPRD Jawa Barat cukup tinggi.
Dari sisi engagement, DKI Jakarta menjadi yang paling menonjol. Satu post terkait pembahasan tarif parkir mampu meraih 7.802 engagement, menunjukkan bahwa isu yang bersentuhan langsung dengan kepentingan dan aktivitas sehari-hari masyarakat memiliki daya resonansi tinggi.
Jawa Timur mencatat 122 post atau 17,45%, tetapi engagement tertinggi hanya 541 pada isu perbaikan jalan. Kondisi ini menunjukkan bahwa tingginya volume posting belum otomatis menghasilkan interaksi publik yang besar.
Secara umum, perbandingan tersebut memperlihatkan perbedaan antara kuantitas konten dan daya tarik isu. Jawa Barat unggul dalam volume percakapan, sementara DKI Jakarta lebih kuat dalam menghasilkan engagement melalui isu yang memiliki kedekatan langsung dengan publik.
Ringkasan Strategis Media Sosial
Kesimpulan Keseluruhan
Percakapan media sosial terkait DPRD Jawa Tengah pada periode 17–23 Agustus 2026 mencatat 98 post dengan total 7.262 engagement. Sentimen didominasi positif sebesar 87,76%, sementara sentimen negatif mencapai 12,24%.
TikTok menjadi kanal utama, menyumbang 93,07% dari total engagement dan 38,78% dari keseluruhan post. Instagram menjadi kanal pendukung yang juga memiliki kontribusi signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa TikTok dan Instagram perlu menjadi fokus utama strategi komunikasi DPRD Jawa Tengah.
Sorotan Strategis
18 Agustus menjadi puncak engagement dengan 4.298 engagement dari 16 post. Lonjakan terutama dipicu konten Faiz Alauddien Reza yang memeriahkan HUT ke-81 RI, yang secara individual meraih 3.974 engagement.
Ketua DPRD Jawa Tengah Sumanto, tercatat dalam 3 post dengan 240 engagement dan sentimen 100% positif.
Dari jajaran Wakil Ketua, Mohammad Saleh, S.T. menjadi figur paling menonjol dengan 3 post dan 171 engagement, seluruhnya bernuansa positif. Hal ini menunjukkan bahwa isu yang dibawanya, khususnya terkait kurikulum SMK yang selaras dengan kebutuhan industri, memiliki daya tarik bagi publik.
Isu yang Perlu Dipantau
Isu paling berisiko adalah pemanggilan anggota DPRD Jawa Tengah oleh KPK terkait kasus pemerasan di Kabupaten Pemalang. Isu tersebut memicu sentimen negatif sehingga perlu diantisipasi melalui komunikasi yang transparan, respons cepat, dan penyampaian informasi yang faktual.
Eksposur Wakil Ketua Sarif Abdillah, masih rendah, sementara Heri Pudyatmoko dan Setya Arinugroho, belum tercatat memiliki percakapan selama periode pemantauan. Kondisi ini perlu menjadi perhatian melalui penguatan personal branding dan publikasi aktivitas yang relevan secara konsisten.
Secara strategis, DPRD Jawa Tengah perlu mempertahankan narasi positif yang sudah terbentuk sekaligus mengoptimalkan TikTok dan Instagram untuk isu yang memiliki kedekatan dengan kebutuhan masyarakat, sehingga peningkatan volume konten dapat diikuti peningkatan engagement.
Lampiran: Percakapan DPRD Jawa Tengah — Isu Utama
ISU 01 — Monitoring Bantuan KUB Bebek Petelur
Anggota DPRD Jawa Tengah Reza Mahardika melakukan monitoring program bantuan KUB bebek petelur di Dukuh Sumelang, Gemeksekti. Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran sekaligus menyerap kendala yang dihadapi kelompok penerima. Program diarahkan untuk mendorong peningkatan produktivitas dan pendapatan peternak.
ISU 02 — Dukungan terhadap Kegiatan Olahraga Masyarakat
Anggota DPRD Jawa Tengah Ari Santoso menghadiri Turnamen Cita Manunggal Cup 1 di Bulukerto, Wonogiri. Kehadiran tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan olahraga sekaligus memperkuat kebersamaan dan partisipasi masyarakat di daerah.
ISU 03 — Sinergi DPRD dan Pemprov dalam Hari Jadi Jateng
Ketua Komisi B DPRD Jawa Tengah Sri Hartini menghadiri puncak peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah di PRPP Semarang bersama jajaran Pemprov Jawa Tengah. Kehadiran DPRD mencerminkan dukungan terhadap sinergi legislatif dan eksekutif dalam mendorong pembangunan serta kesejahteraan masyarakat.
ISU 04 — Dukungan Pameran Program dan UMKM
DPRD Jawa Tengah turut mendukung Pameran Program dan UMKM dalam rangka Hari Jadi ke-81 Jawa Tengah yang digelar di halaman Kantor Gubernur dan DPRD Jateng. Kegiatan tersebut menjadi wadah promosi UMKM lokal sekaligus sarana memperkenalkan berbagai program pemerintah kepada masyarakat.
ISU 05 — Anggota DPRD Hadiri Upacara Bersama Warga
Anggota DPRD Jawa Tengah Ribut Budi Santoso menghadiri upacara bendera bersama warga Dukuh Sengirjo, Desa Bendan, Kecamatan Banyudono. Kehadiran tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi serta mendorong semangat persatuan dan gotong royong dalam pembangunan desa.
ISU 06 — Konsultasi Penanganan RTLH dan Kepastian Hunian
DPRD Jawa Tengah menerima konsultasi Komisi II DPRD Kabupaten Banyumas mengenai penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan persoalan warga yang belum memiliki kepastian lahan tempat tinggal. Pembahasan diarahkan untuk memperkuat upaya pengentasan kemiskinan sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap hunian yang layak.






