Sukoharjo Minta Perusahaan Keluarkan CSR Guna Penanganan Kemiskinan

WhatsApp Image 2025 03 04 at 12.44.16 (2)

PENANGANAN KEMISKINAN : Komisi A melakukan koordinasi dengan Pemkab Sukoharjo guna penanganan kemiskinan.(foto: ervan ramayudha)

SUKOHARJO – Komisi A DPRD Jateng pada Selasa (4/3/2025), berkunjung ke Sukoharjo yangt dinilai mampu berlari cepat untuk penanganan kemiskinan. Ketua Komisi A Imam Teguh menyampaikan di Solo dan Sukoharjo secara keseluruhan sudah berzona biru, sudah aman. Kami hanya ingin belajar bagaimana pengelolaan bantuan di Surakarta dan Sukoharjo ini.

Pada pertemuan itu Sekda Sukoharjo, Widodo menjelaskan mengenai Kabupaten Sukoharjo, yang merupakan daerah dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang cenderung terus bertumbuh naik.

“Kabupaten Sukoharjo ini kemiskinannya termasuk mudah untuk ditanggulangi karena wilayahnya yang juga tidak begitu luas, sehingga dana-dana bantuan pun bisa menyebar dengan baik. Selain itu dengan wilayah kecil ini, banyak perusahaan di sini yang menggunakan CSR, yang hingga 2023 ada 45 perusahaan, yang sebelumnya di 2022 ada 23 perusahaan. Di 2024 mungkin lebih banyak lagi, tetapi data masih belum masuk seluruhnya karena ada perusahaan yang belum melapor ke aplikasi,” ujar Widodo.

Program CSR/TJSL sendiri sangat berperan penting dalam penanggulangan kemiskinan di Jawa Tengah, karena memberikan bantuan berupa pangan, perbaikan sarana, dan pemberdayaan masyarakat, yang dibutuhkan warga Jawa Tengah.

“Langkah selanjutnya dari kunjungan tematik ini, yaitu semua komisi akan berdiskusi mengenai wilayah mana saja yang paling membutuhkan bantuan untuk pengentasan kemiskinan, dan dengan bantuan program apa saja yang paling pas dijalankan di wilayah tersebut. Maka dari itu, selain berkunjung ke wilayah miskin ekstrem, kami juga berkunjung ke wilayah yang sudah zona biru untuk mendapatkan informasi, bagaimana program-program pengentasan warga dari kemiskinan berjalan di wilayah tersebut, dan bisa diterapkan di wilayah lain yang miskin ekstrem supaya bisa keluar dari zona kemiskinan maupun miskin ekstrem,” tutup Imam Teguh Ketua Komisi A.(ervan/priyanto)

Berita Terkait

  • CJIBF Upaya Jateng Gaet Investor

    JAKARTA – Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto bersama seluruh wakil ketua menghadiri pembukaan Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2019 yang diresmikan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Birawa Assembly Hall Hotel Bidakara, Jakarta (5/11/2019).

  • Perkuat Bapemperda, Optimalkan Prolegda

    GEDUNG BERLIAN – Mendapatkan kunjungan dari Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kabupaten Purbalingga, Ketua Bapemperda DPRD Jateng Yudi Indras Wiendarto mengajak para legislator untuk memperkuat Bapemperda dengan menyusun rencana kerja (renja) yang optimal. Ia menjelaskan, untuk menentukan renja, tentu juga harus disesuaikan dengan tatib DPRD yang berlaku sehingga pelaksanaan kerja Bapemperda dari mulai pengkajian hingga pembahasan menjadi jelas perencanaannya.