SOSIALISASI NON-PERDA: Jalur ‘Emas’ Wisata Bandungan-Sumowono

WhatsApp Image 2022 09 16 at 11.38.26

NARASUMBER. Sejumlah narasumber mendiskusikan destinasi wisata di kawasan Bandungan-Sumowono. (foto ganang faisol)

UNGARAN – Kawasan Bandungan-Sumowono kaya akan potensi wisata. Kawasan tersebut dikenal sebagai jalur emas wisata di Kabupaten Semarang.

Sejumlah objek wisata hadir, baik yang dikelola swasta, pemerintah maupun desa. Ke depan. kawasan di lereng Gunung Ungaran itu patut dijadikan destinasi wisata unggulan di Kabupaten Semarang.

Inilah yang menjadi topik khusus dari acara Sosialisasi Non-Perda DPRD Provinsi Jateng: Pengembangan Kawasan Bandungan-Sumowono sebagai Destinasi Wisata Unggulan, Kamis (15/9/2022) di Pendapa Kecamatan Bandungan. Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto turut hadir melalui sambungan Zoom.

Ketua KNPI Kabupaten Semarang Bagus Suryokusumo yang menjadi narasumber mengatakan, dengan adanya pengembangan wisata ini banyak memiliki objek wisata masih belum digarap maksimal.

‘’Jalur Bandungan-Sumowono ini ikonik Kabupaten Semarang, khususnya wisata alam Gedongsongo banyak potensi objek wisata alam di Kabupaten Semarang yang dapat dijual. Mengandalkan kecamatan saja tidak mampu, pemerintah harus turun tangan dan masyarakat Bandungan-Sumowono ini juga harus mampu mempromosikan wisata alam disini,” ucapnya.

Ia pun berharap pada rencana pemerintah pusat yang akan mengadakan acara nantinya kapan pun itu di Gedongsongo seperti ada di Dieng Culture Festival. Karena, menurut dia, Gedungsongo lebih menarik dari acara tersebut. 

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang Heru Subroto telah memetakan permasalahan pengembangan wisata di Kabupaten Semarang. Dengan pelonggaran aktivitas masyarakat setelah Covid-19, maka akan digencarkan promosi pariwisata.

Selama ini tingkat kunjungan masih rendah, ditambah sarana dan prasarana belum optimal. Pengembangan wisata biayanya juga tidak sedikit.

“Setelah ada pelonggaran aktivitas ini, kita gencarkan lagi promosi. Paket-paket wisata kita jual. Serta pemanfaatan media sosial lebih dioptimalkan. Pariwisata sekarang kebutuhan, untuk mengurangi stres.  hampir 33 jt di bidang pariwisata terkena covid dan pelaku ekonomi tidak bisa jualan. Terdampaknya covid,banyak pedagang  harus tutup dan gulung tikar, akibatnya ekonomi juga menurun. Dengan adanya pengembangan ini, diharapkan bisa memajukan ekonomi masyarakat kembali,’’ kata dia.

Sementara, Camat Adi Setyanato berharap Pemkab Semarang dapat menjual paket-paket wisata yang menonjolkan potensi-potensi di Kabupaten Semarang, khususnya di Bandungan-Sumowono, untuk turut dipromosikan.(dyana/priyanto)

Berita Terkait

  • PTM se-Eks Karesidenan Pati Disesuaikan Kondisi Daerah

    PATI – Bertempat di SMK Negeri Jawa Tengah Pati, Kamis (21/4/2022), Komisi E DPRD Jateng ingin mengetahui pelaksanaan pembelajaran tahun ajaran 2022/2023 di wilayah se-eks karesidenan Pati. Pada kesempatan itu Komisi E mendengarkan langsung paparan dari Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah Wilayah III.

  • Kinerja Bawaslu Terus Dipertajam

    KUDUS – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menyelesaikan tugas menyelenggarkan Pemilu Serentak 2019. Meski masih ada gugatan hasil pemilu, kinerja kedua penyelenggara patut mendapatkan apresiasi.

  • Sumanto Dorong Gempolan Jadi Desa Wisata Ternama

    KEGIATAN RESES: Ketua Komisi B Sumanto di hadapan konstituennya saat reses DPRD Jateng.(foto: dokumentasi humas) KARANGANYAR – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Tengah, Sumanto sekaligus Ketua Komisi B menggelar serap aspirasi di Balai Desa Gempolan yang berada di Kecamatan…

  • PANTAU PANTI: Dukung Pembangunan Daerah dalam Penanganan PMKS

    PEMALANG – Dalam acara ‘Sosialisasi Penerima bantuan Permakanan Satu Orang Satu Hari (SOSH) panti/ LKS Swasta 2021’ di Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia Bojongbata Kabupaten Pemalang, Sabtu (27/2/2021), program pelayanan panti menangani penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) menjadi perbincangan hangat antara DPRD dan pihak pengelola panti sosial. Seperti disampaikan Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Sukirman, saat menjadi pembicara dalam acara tersebut.