SOSIALISASI NON-PERDA: Tembakau Asli Temanggung Tak Tertandingi

WhatsApp Image 2022 07 19 at 16.01.31

PEMBICARA : Wakil Ketua DPRD Heri Pudyatmoko bersama Wabup Heri Ibnu Wibowo bersama-sama dalam acara Sosialisasi Non-Perda di Kecamatan Temanggung.(foto: cahyo dwi prabowo)

TEMANGGUNG – Temanggung adalah tembakau. Demikian juga sebaliknya. Temanggung tidak bisa dilepaskan dari perkebunan tembakau. Bahkan lahan yang ada di kawasan eks karesidenan Kedu itu cocok untuk ditanami segala varietas tembakau.

Wakil Ketua DPRD Jateng Heri Pudyatmoko menegaskan Kabupaten Temanggung merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang identik dengan perkebunan tembakau, dan menjadi salah satu penyumbang bahan baku industri rokok di Indonesia. Mayoritas penduduk Kabupaten Temanggung bermata pencaharian pada perkebunan tembakau.

Penegasan ini disampaikannya dalam acara “Sosialisasi Non-Perda: Tembakau dan Perkembangan Perekonomian Masyarakat Temanggung” di Gedung Juang, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Temanggung, Minggu (17/7/2022). Dalam kesempatan itu Wakil Bupati Heri Ibnu Wibowo turut hadir.

Sayangnya, lanjut dia, petani tembakau belum memiliki nilai tawar terkait harga tembakau. Pengendali harga sepenuhnya ada di tangan pabrik. Ini menjadi dilemma bagi masyarakat tani. Peran pemerintah dalam mendorong pihak pabrik supaya membeli tembakau dengan harga yang bagus supaya saling menguntungkan secara jangka panjang.

Anggota DPRD Temanggung Chakim Harmoko mengakui tembakau Temanggung memiliki cita rasa yang khas. Tembakau Temanggung digunakan sebagai bahan baku rokok kretek, pemberi rasa dan aroma. Tembakau Temanggung dibudidayakan pada tujuh sentra produksi yaitu Lamuk, Lamsi, Paksi, Toalo, Tionggang, Swanbing, dan Kidulan. Sedangkan varietas lain yang dibudidayakan selain Kemloko, juga ditemukan varietas jenis Mantili, Pelus, dan BAT (Bako Anti Teler).

Batas masing-masing sentra produksi masih kualitatif. Batas-batas kualitatif sentra produksi perlu diidentifikasi, baik dalam hal karakteristik lahan maupun mutu tembakau yang dihasilkan. Tujuannya antara lain untuk memetakan batas sentra-sentra mutu tembakau Temanggung, mengetahui karakteristik lahan di masing-masing sentra mutu, dan untuk mengidentifikasi mutu tembakau dan dominasi varietas di masing-masing sentra produksi.

Varietas yang berkembang di Kabupaten Temanggung adalah jenis Mantili, Mangkuni, Gober Paijo, Gober Pelus, dan Ngablak, dengan karakteristik yang berbeda-beda.

DPRD sendiri, kata dia, selalu meminta kepada Bupati/Wakil Bupati Temanggung untuk terus memantau harga jual tembakau terlebih di saat panen raya. Bahkan pada 2021 kemarin, saat panen raya harga tembakau bisa mencapai Rp 850.000 per kg.

Supaya kualitas tembakau Temanggung tetap terjaga, DPRD juga meminta kepada pemerintah daerah supaya memiliki komitmen untuk mengolah, menanam dan membeli tembakau asli Temanggung. Pentingnya keterlibatan petani, pedagang, grader, dan pabrikan untuk menjaga komitem itu. “Tembakau Temanggung itu berkualitas paling tinggi, maka jangan dicampur dengan tembakau mana pun juga,” ucapnya.(cahyo/priyanto)

Berita Terkait

  • Pengelolaan Terminal Tipe B Perlu Dioptimalkan

    YOGYAKARTA – Guna mengoptimalkan pengelolaan Terminal Tipe B, Komisi D DPRD Provinsi Jateng melakukan studi banding ke Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi DI. Yogyakarta, Rabu (10/1/2024), yang dinilai mampu memberikan kemudahan pelayanan dalam penggunaan transportasi umum bagi masyarakat. Saat berdiskusi, Ketua Komisi D Alwin Basri mengatakan masih ada pengelolaan terminal yang kurang maksimal di Jateng.

  • Jalin Komunikasi Kunci Harmonisasi dalam Keluarga

    SURAKARTA – Komunikasi yang intens menjadi salah satu kunci harmonisasi di dalam keluarga. Hal ini mengemuka dalam Dialog Radio Interaktif DPRD Provinsi Jawa Tengah di Hotel Adhiwangsa, Kota Surakarta, Jumat (19/11/2021). Kepala DP3AP2KB Jateng Retno Sudewi menjelaskan, apa pun kondisi lingkungan selama suami istri memiliki komitmen dan komunikasi yang harmonis segala permasalahan bisa teratasi.

  • IDUL FITRI 2023: Personel Posko Harus Bugar Atur Kelancaran Mudik

    UNGARAN – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah Ferry Wawan Cahyono turut mengecek kesiapan Pos Pengamanan OPS Ketupat Candi 2023 Polres Semarang di Exit Tol Uangaran, Kamis (20/4/2023). Kedatangan Wakil Ketua DPRD Jateng itu disambut Komandan Posko OPS Tri Budi bersama anggotanya baik dari Polri maupun TNI. Tiba di lokasi, Ferry langsung menanyakan kegiatan Operasi Ketupat Candi 2023 di wilayah Polres Semarang khususnya di pos Exit Tol Ungaran. Pengecekan dilakukan pada petugas dan kelengkapan Pos Pam hingga sarana prasarana yang mendukung Ops Ketupat Candi 2023.

  • Pengelolaan Hutan Harus Bermanfaat bagi Masyarakat

    GUBERNURAN – Hutan harus mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Penegasan itu disampaikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam acara ‘Penyerahan Surat Keputusan (SK) Hutan Sosial, SK Hutan Adat, dan SK Tanah Obyek Reforma Agraria (Tora)’ kepada masyarakat secara daring, Gedung Grhadika Bhakti Praja Jalan Pahlawan Nomor 9 Kota Semarang, Kamia (7/1/2021).