Dewan Pantau Layanan Pendidikan di Pemalang

01 Kom E PEMALANG

KINERJA DINAS. Komisi E DPRD Jateng saat berkunjung ke Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII di Kabupaten Pemalang, Senin (29/4/2019). (foto ariel noviandri)

PEMALANG – Komisi E DPRD Jateng memantau kinerja Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII, Senin (29/4/2019), terkait alih status kewenangan SMA/SMK selama 3 tahun terakhir ini. Tidak hanya itu, kedatangan Dewan itu juga untuk mengevaluasi pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tahun ini.

“Kami kesini ingin melihat kerja sekaligus kondisinya. Yang jelas, tujuannya yakni akses pelayanan pendidikan bagi masyarakat bisa dipenuhi dengan baik. Karena, dengan adanya Cabang Dinas Pendidikan itu, bisa semakin dekat dengan masyarakat dan tidak ada lagi anak-anak yang tidak bisa bersekolah,” kata Muh. Zen, Anggota Komisi E dari Fraksi PKB DPRD Jateng, saat memimpin rombongannya ke Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII yang berlokasi di SLB Negeri 1 Pemalang.

Muh. Zen. (foto ariel noviandri)

Soal UNBK, pihaknya ingin mengetahui soal kendala yang dihadapi saat pelaksanaannya. Juga, saran dan masukan mengenai persiapan penerimaan peserta didik baru (PPDB) yang kini mengacu sistem zonasi dan menghilangkan SKTM (surat keterangan tidak mampu). 

“Apa saja kendalanya saat UNBK sehingga kami (Dewan) bisa memahami dan bisa memberikan solusinya secara bersama-sama,” jelasnya.

Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII di Kabupaten Pemalang.
(foto ariel noviandri)

Sadimin selaku Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII mengawali tanggapannya soal UNBK. Ia menceritakan, saat hari terakhir, kendala sinyal sempat terjadi akibat cuaca buruk.
Selain itu, adanya peserta ujian/ siswa yang meninggal dunia tapi sistem UNBK masih mencantumkan namanya. Seperti halnya siswa yang memutuskan untuk berhenti dengan alasan kerja.

“Disini, ada 223 SMA, SMK, dan SLB. Jadi, selama UNBK, kesalahan itu bukan terjadi pada kami tapi terlebih pada sistemnya,” kata Sadimin.

Sadimin. (foto ariel noviandri)

Soal kinerja di Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII, pihaknya mengaku selama ini masih kekurangan SDM saat menangani layanan pendidikan bagi masyarakat. Untuk itu, ia berharap DPRD Jateng bisa membantu persoalan tersebut.

“Sekarang, kami masih kekurangan SDM atau pegawai di kantor. Padahal, disini pekerjaan sangat banyak seperti kurangnya pengawas pendidikan, pustakawan, dan tenaga kependidikan,” keluhnya.

Sri Marnyuni. (foto ariel noviandri)

Menanggapi soal kurangnya SDM itu, Anggota Komisi E DPRD Jateng Sri Marnyuni meminta setiap Cabang Dinas Pendidikan untuk mengajukan jumlah kebutuhan SDM/ pegawainya masing-masing. Pengajuan itu dilakukan ke Dinas Pendidikan Jateng agar bisa memahami kebutuhan di tiap cabangnya.

Komisi E DPRD Jateng bersama jajaran Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII.
(foto ariel noviandri)

“Kami berharap setiap cabang mengajukan jumlah kebutuhan pegawainya sehingga bisa dipenuhi melalui tenaga kontrak atau lainnya. Jika semua cabang dinas pendidikan di Jateng mengajukan kebutuhannya, saya yakin persoalan itu bisa teratasi,” kata Politikus PAN itu. (ariel/priyanto)

Info Lainnya

  • Penting, Akuntabilitas Tata Kelola Pemerintah Desa

    SEMARANG — Komisi A DPRD Provinsi Jateng mendorong pemerintah desa di seluruh Jateng untuk memperbaiki tata kelola perencanaan dan evaluasi anggaran desa. Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jateng Putro Negoro Rekthosetho menegaskan bahwa indikator keberhasilan pembangunan nasional sangat ditentukan sejauh mana pemdes mampu mengelola anggarannya secara terbuka dan berintegrasi.

  • Sekolah Vokasi Pertanian Harus Ikuti Kebutuhan Industri

    BANJARNEGARA – Komisi E DPRD Provinsi Jateng menaruh perhatian pada penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi di Balai Latihan Kerja Pertanian (BLKP) Klampok, Kabupaten Banjarnegara. Saat mengunjungi balai milik Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jateng itu, Selasa (21/7/2026), Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jateng Messy Widiastuti menegaskan pelatihan harus terus diperbarui agar mampu menjawab kebutuhan dunia kerja dan perkembangan sektor pertanian modern.

  • Koridor Baru Aglomerasi Trans Jateng Siap Layani Rute Gelangmanggung

    MUNGKID – Koridor baru Aglomerasi Trans Jateng untuk wilayah Gelangmanggung (Magelang–Temanggung) rencananya melayani rute Terminal Maron (Temanggung)–Terminal Tidar (Kota Magelang)–Terminal Borobudur (Kabupaten Magelang) pulang-pergi. Layanan itu dioperasikan mulai Agustus 2027 menggunakan 14 armada bus medium.

  • Komisi C Pantau Kinerja Bank Jateng Cabang Karanganyar & Sukoharjo

    KARANGANYAR – Komisi C DPRD Provinsi Jateng menyoroti kinerja Bank Jateng di tingkat kantor cabang agar mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap pendapatan asli daerah (PAD). Ketua Komisi C DPRD Provinsi Jateng Bambang Haryanto Baharudin menegaskan, sebagai penyumbang sekitar 90% pendapatan BUMD bagi daerah, Bank Jateng harus menunjukkan kinerja yang sehat dan terus meningkat.

  • Tata Kelola Lahan yang Baik Dukung Sektor Pariwisataan

    PEMALANG – Guna mendapatkan data dan informasi yang lebih komprehensif, Komisi B DPRD Provinsi Jateng bertandang ke Kantor Dinas Kebudayaan Pariwisata Kabupaten Pemalang dan Kantor Cabang Kehutanan Wilayah IV Dinas Lingkungan Hidup & Kehutanan Provinsi Jateng di Kota Pekalongan, Senin (20/7/2026). Kegiatan itu dilakukan dalam rangka penyusunan Raperda tentang Tata Kelola & Rehabilitasi Lahan Kritis & Reklamasi Hutan Daerah

  • Bahas Raperda Perlindungan Pekerja Informal di Grobogan

    GROBOGAN – Besarnya jumlah pekerja informal yang belum sepenuhnya tersentuh perlindungan jaminan sosial dan regulasi yang komprehensif mendorong Komisi E DPRD Provinsi Jateng mengunjungi Kabupaten Grobogan, baru-baru ini. Kunjungan itu sendiri dilakukan untuk menghimpun data, masukan, dan praktik baik daerah sebagai bahan penyusunan Raperda tentang Perlindungan Tenaga Kerja Informal.