• Beranda
  • Profil
    • Selayang Pandang
    • Tugas dan Wewenang
    • Visi & Misi
    • Kewajiban Anggota
  • Pimpinan
  • Dapil
  • Fraksi
    • Fraksi Demokrat
    • Fraksi Gerindra
    • Fraksi Golkar
    • Fraksi Amanat Nasdem Solidaritas
    • Fraksi PDI Perjuangan
    • Fraksi PKB
    • Fraksi PKS
    • Fraksi PPP
  • Kelengkapan Dewan
    • Komisi A
    • Komisi B
    • Komisi C
    • Komisi D
    • Komisi E
    • Badan Kehormatan
    • Badan Musyawarah
    • Badan Pembentukan Peraturan Daerah
    • Badan Anggaran
  • Setwan
    • Tentang Setwan
    • Bagian Umum
    • Bagian Persidangan
    • Bagian Keuangan
    • Bagian Humas
    • Jabatan Fungsional
  • SIPELAWAN
  • PPID
    • SOP Pengaduan
  • JDIH
  • Survey
  • BERITA
    • Berita Pimpinan
    • Berita Komisi A
    • Berita Komisi B
    • Berita Komisi C
    • Berita Komisi D
    • Berita Komisi E
    • Berita Pansus
    • Berita Badan Anggaran
    • Berita Badan Kehormatan
    • Berita Badan Musyawarah
    • Berita Bapemperda
Selasa, 24 Februari 2026
No Result
View All Result
DPRD JATENG
No Result
View All Result
DPRD JATENG
No Result
View All Result
Home BERITA

DIALOG PARLEMEN: Perempuan Harus Berdaya & Tidak Cengeng

16/12/2021
in BERITA, KOMISI B
DIALOG PARLEMEN: Perempuan Harus Berdaya & Tidak Cengeng

JADI NARASUMBER : Wakil Ketua Komisi B Sri Marnyuni menjadi narasumber dalam Dialog Parlemen di Klaten.(foto: cahya prabowo)

KLATEN – Wakil Ketua Komisi B Sri Marnyuni meminta perempuan memiliki mental baja, berdaya saing kuat, dan tidak cengeng. Hal itulah yang bisa menjadi modal bagi perempuan dalam menghadapi persaingan yang kuat.

Penegasan tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam Dialog Parlemen bertema “Kaum Ibu Berdaya Masyarakat Sejahtera” di Hotel Tjokro, Klaten, Kamis (16/12/2021).

Sri Marnyuni pun kemudian secara panjang lebar mengemukakan, dengan bekal yang dimiliki oleh perempuan maka dia menjadi berdaya terutama pada lingkungan sekitar terlebih di keluarganya.

“Sekarang ini kalau tidak berdaya, perempuan mudah cengeng, dia tidak bisa bersaing dengan lingkungannya. Kalau sudah demikian maka perempuan tidak bisa mendidik anak-anaknya untuk bersaing,” ucapnya.

Dalam keluarga pun, hendaknya peran perempuan sebagai istri juga harus mampu bisa bekerja sama dengan suami. Bukan berarti perempuan menjadi orang kedua setelah kepala keluarga melainkan menjadi mitra suami.  Marnyuni mengimbau agar perempuan bisa dengan mudah mendapatkan akses melalui program-program pemerintahan baik  di bidang ekonomi, usaha dan kesempatan.  

“Mengutip mutiara kata : Siapa yang menghina perempuan maka hinalah dia, dan siapa yang menghargai perempuan maka berhargalah dia. Perempuan harus bisa melobi dan membangun jejaring sehingga mempunyai wawasan yang luas,” ucap politikus PAN itu.

Peran perempuan yang kuat juga dilontarkan oleh Yuli Budi Susilowati. Menjabat Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Klaten, dia menjelaskan, peran perempuan sebenarnya sangat sentral dalam semua lini kehidupan. Bahkan kesuksesan seorang laki-laki tidak lepas dari peran perempuan.

Karena itulah, ia meminta perempuan untuk berdaya. Dari peran perempuanlah akan lahir sosok-sosok yang kuat, berbudi pekerti luhur, serta mampu membuat anak-anak mengerti tata krama.

“Dari perempuan lah yang mengajarkan anak-anak mampu mengerti budayanya. Perempuan lah guru pertama bagi anak-anak. Ajaran budaya Jawa kalau anak- anak dipanggil orang tua tidak menjawab ‘apa’ melainkan ‘dalem’. Mengajarkan adab itulah yang nanti bisa melahirkan generasi-generasi yang kuat dan tidak lari dari budayanya,” ucapnya.

Dari sudut pengembangan perempuan, Direktur Persepsi Yanti Susanti mejelaskan, perempuan yang tidak mempunyai kapasitas, tidak punya kualitas bakal dengan mudah diremehkan. Karena itu para perempuan perlu ada penguatan atau pendampingan untuk mau berusaha agar maju . Perempuan dihargai karena punya nilai baik ekonomi, sosial dan budaya.

Perempuan harus bisa memanfaatkan peluang dengan mampu berorganisasi, menjadi pemimpin, sehingga urusan perempuan dapat diperhatikan. Pada level negara harus ada kebijakan agar membuka kesempatan untuk meningkatkan pendidikan, keterampilan, serta keahlian.

Pendapat dari masing-masing narasumber itu dibenarkan oleh Puruningtyas Wahyu . Sebagai seorang pelaku seni, perempuan bisa bermitra dengan suaminya namun tidak meninggalkan kefitrahannya. “Saya yang bergelut dengan seni di setiap kegiatan harus mendapatkan izin suami. Saya sepakat antara suami dan istri harus saling mengerti dan kerja sama yang baik,” ucapnya.(cahyo/priyanto)

Previous Post

DPRD Kudus Gali Informasi soal RTRW di Gedung Berlian

Next Post

Libur Nataru, Jateng Harus Selalu Waspada

Staf Admin

Staf Admin

Related Posts

Perguruan Tinggi Berperan dalam Peningkatan SDM & Riset Daerah
BERITA

Perguruan Tinggi Berperan dalam Peningkatan SDM & Riset Daerah

20/02/2026
Sektor Industri & Pariwisata Mampu Jadi Kunci Ekonomi Jateng
BERITA

Sektor Industri & Pariwisata Mampu Jadi Kunci Ekonomi Jateng

20/02/2026
Komisi C & BPKA DIY Diskusikan Pengembangan BUMD
BERITA

Komisi C & BPKA DIY Diskusikan Pengembangan BUMD

07/02/2026
Standarisasi Jalan Provinsi Harus Optimal & Bermanfaat Nyata bagi Masyarakat 
BERITA

Standarisasi Jalan Provinsi Harus Optimal & Bermanfaat Nyata bagi Masyarakat 

06/02/2026
Perlu Upaya Inovatif dalam Penanganan Masalah Sosial
BERITA

Perlu Upaya Inovatif dalam Penanganan Masalah Sosial

06/02/2026
Pentingnya Museum Jadi Destinasi Wajib Wisata Edukasi 
BERITA

Pentingnya Museum Jadi Destinasi Wajib Wisata Edukasi 

06/02/2026
Next Post
Libur Nataru, Jateng Harus Selalu Waspada

Libur Nataru, Jateng Harus Selalu Waspada

Pansus SOTK Bahas Organisasi & SDM di BRIN

Pansus SOTK Bahas Organisasi & SDM di BRIN

  • Beranda
  • Profil
  • Pimpinan
  • Dapil
  • Fraksi
  • Kelengkapan Dewan
  • Setwan
  • SIPELAWAN
  • PPID
  • JDIH
  • Survey
  • BERITA

© 2025 · DPRD Provinsi Jawa Tengah

No Result
View All Result
  • # AKD (Mobile View)
  • # Fraksi (Mobile View)
  • # Kelengkapan (Mobile View)
  • # Profil (Mobile View)
  • # SIPELAWAN (Mobile View)
  • Berita Badan Anggaran
  • Berita Badan Kehormatan
  • Berita Badan Musyawarah
  • Berita Bapemperda
  • Berita Komisi A
  • Berita Komisi B
  • Berita Komisi C
  • Berita Komisi D
  • Berita Komisi E
  • Berita Pansus
  • Berita Pimpinan
  • Dapil
  • Fraksi
    • Fraksi Amanat Nasdem Solidaritas
    • Fraksi Demokrat
    • Fraksi Gerindra
    • Fraksi Golkar
    • Fraksi PDI Perjuangan
    • Fraksi PKB
    • Fraksi PKS
    • Fraksi PPP
  • Home DPRD Provinsi Jawa Tengah
  • Jabatan Fungsional
  • Kelengkapan Dewan
    • Badan Anggaran
    • Badan Kehormatan
    • Badan Musyawarah
    • Badan Pembentukan Peraturan Daerah
    • Komisi
      • Komisi A
      • Komisi B
      • Komisi C
      • Komisi D
      • Komisi E
      • Tentang Komisi
  • KOMISI A
  • Kontak Kami
  • Legislasi
  • Majalah
  • New Home 2025
  • News (Mobile View)
  • Pengaduan Masyarakat
  • Pimpinan
  • PIMWAN
  • PIMWAN
  • Profil
    • Kewajiban Anggota
    • Selayang Pandang
    • Tugas dan Wewenang
    • Visi & Misi
  • Setwan
    • Bagian Humas
    • Bagian Keuangan
    • Bagian Persidangan
    • Bagian Umum
    • Tentang Setwan
  • Simpelawan (Mobile View)
  • Visi dan Misi

© 2025 · DPRD Provinsi Jawa Tengah