DIALOG PARLEMEN: Perempuan Harus Berdaya & Tidak Cengeng

WhatsApp Image 2021 12 16 at 18.49.43

JADI NARASUMBER : Wakil Ketua Komisi B Sri Marnyuni menjadi narasumber dalam Dialog Parlemen di Klaten.(foto: cahya prabowo)

KLATEN – Wakil Ketua Komisi B Sri Marnyuni meminta perempuan memiliki mental baja, berdaya saing kuat, dan tidak cengeng. Hal itulah yang bisa menjadi modal bagi perempuan dalam menghadapi persaingan yang kuat.

Penegasan tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam Dialog Parlemen bertema “Kaum Ibu Berdaya Masyarakat Sejahtera” di Hotel Tjokro, Klaten, Kamis (16/12/2021).

Sri Marnyuni pun kemudian secara panjang lebar mengemukakan, dengan bekal yang dimiliki oleh perempuan maka dia menjadi berdaya terutama pada lingkungan sekitar terlebih di keluarganya.

“Sekarang ini kalau tidak berdaya, perempuan mudah cengeng, dia tidak bisa bersaing dengan lingkungannya. Kalau sudah demikian maka perempuan tidak bisa mendidik anak-anaknya untuk bersaing,” ucapnya.

Dalam keluarga pun, hendaknya peran perempuan sebagai istri juga harus mampu bisa bekerja sama dengan suami. Bukan berarti perempuan menjadi orang kedua setelah kepala keluarga melainkan menjadi mitra suami.  Marnyuni mengimbau agar perempuan bisa dengan mudah mendapatkan akses melalui program-program pemerintahan baik  di bidang ekonomi, usaha dan kesempatan.  

“Mengutip mutiara kata : Siapa yang menghina perempuan maka hinalah dia, dan siapa yang menghargai perempuan maka berhargalah dia. Perempuan harus bisa melobi dan membangun jejaring sehingga mempunyai wawasan yang luas,” ucap politikus PAN itu.

Peran perempuan yang kuat juga dilontarkan oleh Yuli Budi Susilowati. Menjabat Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Klaten, dia menjelaskan, peran perempuan sebenarnya sangat sentral dalam semua lini kehidupan. Bahkan kesuksesan seorang laki-laki tidak lepas dari peran perempuan.

Karena itulah, ia meminta perempuan untuk berdaya. Dari peran perempuanlah akan lahir sosok-sosok yang kuat, berbudi pekerti luhur, serta mampu membuat anak-anak mengerti tata krama.

“Dari perempuan lah yang mengajarkan anak-anak mampu mengerti budayanya. Perempuan lah guru pertama bagi anak-anak. Ajaran budaya Jawa kalau anak- anak dipanggil orang tua tidak menjawab ‘apa’ melainkan ‘dalem’. Mengajarkan adab itulah yang nanti bisa melahirkan generasi-generasi yang kuat dan tidak lari dari budayanya,” ucapnya.

Dari sudut pengembangan perempuan, Direktur Persepsi Yanti Susanti mejelaskan, perempuan yang tidak mempunyai kapasitas, tidak punya kualitas bakal dengan mudah diremehkan. Karena itu para perempuan perlu ada penguatan atau pendampingan untuk mau berusaha agar maju . Perempuan dihargai karena punya nilai baik ekonomi, sosial dan budaya.

Perempuan harus bisa memanfaatkan peluang dengan mampu berorganisasi, menjadi pemimpin, sehingga urusan perempuan dapat diperhatikan. Pada level negara harus ada kebijakan agar membuka kesempatan untuk meningkatkan pendidikan, keterampilan, serta keahlian.

Pendapat dari masing-masing narasumber itu dibenarkan oleh Puruningtyas Wahyu . Sebagai seorang pelaku seni, perempuan bisa bermitra dengan suaminya namun tidak meninggalkan kefitrahannya. “Saya yang bergelut dengan seni di setiap kegiatan harus mendapatkan izin suami. Saya sepakat antara suami dan istri harus saling mengerti dan kerja sama yang baik,” ucapnya.(cahyo/priyanto)

Info Lainnya

  • Bahas Raperda Perlindungan Pekerja Informal di Grobogan

    GROBOGAN – Besarnya jumlah pekerja informal yang belum sepenuhnya tersentuh perlindungan jaminan sosial dan regulasi yang komprehensif mendorong Komisi E DPRD Provinsi Jateng mengunjungi Kabupaten Grobogan, baru-baru ini. Kunjungan itu sendiri dilakukan untuk menghimpun data, masukan, dan praktik baik daerah sebagai bahan penyusunan Raperda tentang Perlindungan Tenaga Kerja Informal.

  • Komisi D Dorong Perluasan PLTS untuk Ponpes

    SOAL PLTS. Komisi D DPRD Provinsi Jateng berdiskusi soal pemanfaatan PLTS di Ponpes Alqur’an Roudlotul Huffadh Almalikiyah, Kelurahan Banyuurip Kecamatan Pekalongan Selatan, Senin (13/7/2026). (foto dwi nugrahini) KAJEN – Komisi D DPRD Provinsi Jateng mendorong perluasan program Pembangkit Listrik Tenaga…

  • Potensial, Industri Garam di Pati

    PATI – Komisi C DPRD Provinsi Jateng memantau pengelolaan Pabrik Garam Industri milik BUMD, PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT), di Desa Raci Kecamatan Batangan Kabupaten Pati, Senin (13/7/2026). Dalam kegiatan itu, Komisi C menyoroti capaian kinerja keuangan PT SPJT yang menunjukkan peningkatan pendapatan menjadi sekitar Rp 48,1 miliar pada 2025.

  • Pilkades Serentak 2026, Komisi A Pantau Kesiapan Sukoharjo

    SUKOHARJO – Menghadapi Pilkades Serentak 2026, Komisi A DPRD Provinsi Jateng memonitor kesiapan beberapa kabupaten, salah satunya Sukoharjo. Saat berdiskusi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat & Desa (DPMD) Kabupaten Sukoharjo di Mal Pelayanan Publik (MPP), Senin (13/7/2026), Komisi A menyoroti aspek administrasi, tahapan pelaksanaan, hingga pembiayaannya.