Berstatus Siaga, Mitigasi Bencana Gunung Merapi Perlu Lebih Masif

IMG

LIHAT PEMANTAUAN : Komisi E melihat ruang pemantauan aktivitas Gunung Merapi milik BPPTKG.(foto: priyanto)

YOGYAKARTA – Komisi E DPRD Jateng berharap setelah pertemuan dengan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) upaya mitigasi yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) terkait kebencanaan geologi Gunung Merapi bisa lebih terpadu.

Kawasan rawan bencana (KRB) Gunung Merapi di Jateng berada di tiga kabupaten yakni Boyolali, Klaten, dan Magelang. Dengan begitu luasnya kawasan yang masuk KRB Gunung Merapi di Jateng maka peran BPBD menjadi penting.

“Di Jateng saja ada tiga kabupaten. Daerah tersebut harus bersinergi dalam upaya penanggulangan kebencanaan geologi Gunung Merapi,” ucap Wakil Ketua Komisi E Abdul Aziz saat memimpin rombongan berkunjung ke Kantor BPPTKG Kementerian Energi Sumber Daya Mineral di Kota Yogyakarta, Selasa (5/10/2021). Dalam kesempatan itu Komisi E diterima Kepala BPPTKG Hanik Humaidah di ruang pertemuan.

Dalam penjelasannya, Hanik mengungkapkan mulai per 4 Januari 2021 aktivitas Gunung Merapi berstatus level III atau siaga. Sebagai instansi yang memantau gunung api di perbatasan Jateng-DIY itu, pihaknya selalu memberikan laporan seminggu sekali kepada daerah seperti Pemkab Boyolali, Klaten, Magelang, serta Sleman (DIY), dan otoritas Bandara Adisutjipto.

Dalam kurun waktu delapan bulan ini, kerap kali Merapi memuntahkan guguran lava pijar. Bahkan belum lama ini Senin (4/10/2021), muncul guguran lava pijar sejauh satu kilometer ke arah barat daya. Setidaknya Merapi mengalami 52 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-32 mm selama 16-118 detik. Lalu tujuh kali gempa embusan dengan amplitudo 4-9 mm selama 10-40 detik.

Guguran lava dan awan panas Merapi diperkirakan berdampak pada wilayah sektor selatan-barat daya, yang meliputi Sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih. Apabila terjadi letusan, lontaran material vulkanik dari Gunung Merapi dapat menjangkau radius tiga kilometer dari puncak gunung.

“Aktivitasnya tetap siaga, pun masyarakat yang bermukim di KRB III diminta tidak lengah,” ucapnya.

Anggota Komisi E Endrianingsih bertanya mengenai keterlibatan komunitas atau para sukarelawan. Pentingnya keterlibatan mereka untuk memudahkan sosialisasi maupun penanganan saat terjadi bencana.

Hanik mengungkapkan, pihak sudah menjalin hubungan dengan para komunitas milik BPBD masing-masing daerah. Mereka juga dilibatkan dalam sosialiasi termasuk pelatihan mengenai kebencanaan.(cahyo/priyanto)

Info Lainnya

  • Penting, Akuntabilitas Tata Kelola Pemerintah Desa

    SEMARANG — Komisi A DPRD Provinsi Jateng mendorong pemerintah desa di seluruh Jateng untuk memperbaiki tata kelola perencanaan dan evaluasi anggaran desa. Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jateng Putro Negoro Rekthosetho menegaskan bahwa indikator keberhasilan pembangunan nasional sangat ditentukan sejauh mana pemdes mampu mengelola anggarannya secara terbuka dan berintegrasi.

  • Sekolah Vokasi Pertanian Harus Ikuti Kebutuhan Industri

    BANJARNEGARA – Komisi E DPRD Provinsi Jateng menaruh perhatian pada penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi di Balai Latihan Kerja Pertanian (BLKP) Klampok, Kabupaten Banjarnegara. Saat mengunjungi balai milik Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jateng itu, Selasa (21/7/2026), Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jateng Messy Widiastuti menegaskan pelatihan harus terus diperbarui agar mampu menjawab kebutuhan dunia kerja dan perkembangan sektor pertanian modern.

  • Komisi C Pantau Kinerja Bank Jateng Cabang Karanganyar & Sukoharjo

    KARANGANYAR – Komisi C DPRD Provinsi Jateng menyoroti kinerja Bank Jateng di tingkat kantor cabang agar mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap pendapatan asli daerah (PAD). Ketua Komisi C DPRD Provinsi Jateng Bambang Haryanto Baharudin menegaskan, sebagai penyumbang sekitar 90% pendapatan BUMD bagi daerah, Bank Jateng harus menunjukkan kinerja yang sehat dan terus meningkat.

  • Tata Kelola Lahan yang Baik Dukung Sektor Pariwisataan

    PEMALANG – Guna mendapatkan data dan informasi yang lebih komprehensif, Komisi B DPRD Provinsi Jateng bertandang ke Kantor Dinas Kebudayaan Pariwisata Kabupaten Pemalang dan Kantor Cabang Kehutanan Wilayah IV Dinas Lingkungan Hidup & Kehutanan Provinsi Jateng di Kota Pekalongan, Senin (20/7/2026). Kegiatan itu dilakukan dalam rangka penyusunan Raperda tentang Tata Kelola & Rehabilitasi Lahan Kritis & Reklamasi Hutan Daerah

  • Bahas Raperda Perlindungan Pekerja Informal di Grobogan

    GROBOGAN – Besarnya jumlah pekerja informal yang belum sepenuhnya tersentuh perlindungan jaminan sosial dan regulasi yang komprehensif mendorong Komisi E DPRD Provinsi Jateng mengunjungi Kabupaten Grobogan, baru-baru ini. Kunjungan itu sendiri dilakukan untuk menghimpun data, masukan, dan praktik baik daerah sebagai bahan penyusunan Raperda tentang Perlindungan Tenaga Kerja Informal.