PRIME TOPIC: Dibahas, Proyek Tol Solo-Jogja & Bawen-Jogja

Screenshot 20210917

Alwin Basri. (foto muhammad faiz fuadi)

SEMARANG – Komisi D DPRD Provinsi Jateng mendukung pembangunan fisik jalan tol Solo-Jogja dan Bawen-Joga. Dukungan itu diberikan sepanjang penyelesaian lahan sesuai aturan dan tidak merugikan masyarakat setempat.

Demikian disampaikan Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jateng Alwin Basri dalam acara dialog ‘Prime Topic’ dengan tema ‘Perkembangan Pembangunan Jalan Tol Solo-Jogja dan Bawen-Jogja’ di Hotel Noormans, Jalan Teuku Umar Nomor 27 Kota Semarang, Kamis (16/9/2021). Dalam dialog itu, Alwin menjelaskan Pemprov Jateng kini fokus untuk jalur Solo-Jogja dan Bawen-jogja.

“Kita dorong segitiga emas Jogja-Solo-Semarang. Disitu terdapat banyak industri sehingga semakin cepat laju kendaraan, perekonomian juga semakin maju,” kata Legislator PDI Perjuangan itu.

Ia mengaku proyek Tol Solo-Jogja mengalami beberapa kendala, salah satunya melewati banyak situs purbakala. Namun sekarang, hal itu sudah teratasi.

“Semoga tidak ada kendala lagi agar proyek tersebut selesai pada waktu yang telah ditargetkan,” harapnya.

Kepala Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jateng AR Hanung Triyono mengatakan Pemprov. Jateng membantu 100% untuk penyelesaian proyek tol tersebut. Selama ini, pihaknya terlibat dalam penanganan prakonstruksi, proses kontruksi sampai dengan pasca kontruksi, termasuk yang menyangkut masyarakat, lingkungan, dan Galian C.

“Termasuk memberi kesempatan kepada UMKM untuk masuk di rest area. Namun, kesulitannya terkadang UMKM tidak mampu untuk membayar sewa rest area karena memang disitu lokasi profit oriented,” kata Hanung.

Menurut dia penyelesaian pembangunan jalan tol tersebut akan mempercepat pembukaan industri baru, industri pertanian, dan industri lain milik masyarakat. “Sehingga, nantinya mendukung pertumbuhan perekonomian,” ucapnya.

Sementara, Kabid Pembangunan Jalan dan Jembatan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jateng & DIY Stanley mengatakan Proyek Tol Solo-Jogja dan Bawen-Jogja adalah proyek nasional yang ditargetkan selesai pada 2023 dan bisa dioperasionalkan pada 2024.
Ia menambahkan proyek itu harus didukung Pemerintah Daerah dan masyarakat setempat.

“Termasuk yang sering bermasalah adalah pembebasan lahan yang harus dibantu oleh pemerintah daerah setempat,” kata Stanley.

Datanya menyebutkan, proyek Tol Solo-Jogja terdiri dari 3 seksi yakni seksi 1 Kartosuro-Purwomartani, seksi 2 Purwomartani-Sleman, dan Seksi 3 Sleman-Purworejo. Untuk proyek Tol Bawen-Jogja, ada 6 seksi yakni Seksi 1 Yogyakarta-Banyurejo, Seksi 2 Banyurejo-Borobudur, Seksi 3 Borobudur-Magelang, Seksi 4 Magelang-Temanggung, Seksi 5 Temanggung- Ambarawa, dan Seksi 6 Ambarawa- Bawen. (faiz/ariel)

Berita Terkait

  • DIALOG PROAKTIF: PTM Penting dalam KBM

    PATI – Kegiatan belajar & mengajar (KBM) selama pandemi Covid-19 sempat terhambat, yang berdampak pada berhentinya pembelajaran tatap muka (PTM) dan mengharuskan siswa mengikuti KBM secara online. Hal itu menjadi perhatian Muh. Zen, Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jateng, saat mengunjungi Lembaga Pendidikan Maarif Nahdlatul Ulama (NU) Gembong Kabupaten Pati, baru-baru ini.

  • DPRD Terima Aspirasi LSM GMBI Jateng

    GEDUNG BERLIAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) berkomitmen untuk meneruskan aspirasi dari LSM Dewan Pimpinan Wilayah Teritorial Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Jateng kepada pemerintah pusat maupun DPR terkait pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP).

  • Flyover Bawen & Jalur Selatan Dikonsultasikan

    JAKARTA – Ada 2 hal yang menjadi fokus Komisi D DPRD Provinsi Jateng saat berkonsultasi ke Direktorat (Dit) Jembatan Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR), Selasa (26/2/2020), di Jakarta. Yakni, usulan pembangunan Flyover Bawen Kabupaten Semarang dan progres pembangunan Jalur Selatan Selatan Ruas Purworejo-Cilacap.

  • RAPAT PARIPURNA: LKPj Gubernur 2023 & Pembentukan Pansus 10 LKPj

    GEDUNG BERLIAN – Berdasarkan hasil Rapat Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Provinsi Jateng pada 26 Februari 2024 dan hasil Rapat Pimpinan DPRD (Pimwan) pada 4 Maret 2024, agenda rapat paripurna, Kamis (28/3/2024), adalah penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Gubernur Jateng Tahun Anggaran 2023. Agenda kedua, pembentukan Panitia Khusus (Pansus) LKPJ Tahun Anggaran 2023.