Balai Klinik Hewan di Pemalang Perlu Miliki Konsep Pengembangan Ternak

1 asumanto1

KUNJUNGAN BALAI: Komisi B tengah berkunjung ke Taman Ternak dan Balai Klinik Hewan di Pemalang.(foto: setyo herlambang)

PEMALANG – Taman Ternak dan Balai Klinik Hewan di Pemalang mulai dibuka untuk umum. Keberadaan balai tersebut diharapkan untuk menggenjot pendapatan asli daerah (PAD) Jawa Tengah. Hal tersebut mengemuka dalam kunjungan Komisi B DPRD Jateng ke tempat tersebut, Kamis (2/10/2021).

Ketua Komisi B Sumanto beserta rombongan melihat keberadaan taman ternak yang belum lama beroperasi. Sumanto menyatakan, keberadaan tempat itu ditujukan untuk klinik hewan peliharaan. Memiliki luas lahan 6 hektare, tentunya bila ada pemanfaatan secara maksimal keberadaan balai ternak itu dapat memberikan kontribusi selain menyumbang PAD juga berbagai inovasi dalam bidang peternakan.

“Salah satu cara menyumbangkan PAD adalah lewat sektor peternakan, dengan Balai Budi daya & Pengembangan Ternak selain membantu kebutuhan masyarakat mulai dari kesehatan hewan sampai penyediaan bibit. Dengan luas 6 ha bila dikembangangkan nantinya selain bisa menyediakan kebutuhan ternak bisa juga ada terobosan di bidang bibit pertanian dan perkebunan. Nantinya berkaitan dengan pengembangan kebutuhan ternak, bisa membuat varietas unggulan sendiri agar bisa menarik minat masyarakat,” ujar politikus F PDIP itu.

Menambahkan, Wakil Ketua Komisi B, Sri Maryuni ingin Balai ternak tersebut harus memiliki konsep yang jelas agar masyarakat mengetahuai apa saja pelayanan yang diberikan. Belakangan, balai ternak bagi masyarakat dianggap sebagai polusi suara karena bising, serta kerap memunculkan bau dari kotoran ternak.

“Kami ingin balai harus ada konsep yang jelas, sehingga masyarakat bisa mengetahui produk peternakan apa saja yang bisa dimanfaatkan. Konsep penataan tata ruang juga diperhatikan, mulai dari pembuatan kandang sampai pembuangan limbah hingga tidak mencemari lingkungan pemukiman warga dan hindari agar tidak bising,” kata legislator F PAN.

Menanggapi Kepala Balai Taman Ternak Pemalang & Balai Klinik Hewan, Agus Sucipto menyatakan, ke depan Taman Ternak Pemalang fokus pada pengembangan hewan kambing gibas/gembel. Sekarang ini, masih baru beroperasi tenaga SDM dan fasilitas masih sangat minim. Jumlah dokter hewan hanya satu orang dan petugas jaga.

“Terus terang, balai ini masih sangat baru dan banyak lahan yang masih belum difungsikan secara maksimal. Karena baik lahan ataupun bangunan adalah milik aset provinsi, maka sesegera mungkin difungsikan agar bisa dimanfaatkan. Walaupun sudah melayani masyarakat lewat klinik hewan peliharaan, tapi kami masih belum mampu melayani secara maksimal. Karena hanya ditenagai satu dokter hewan dan tenaga jaga, disisi lain selain fasilitas yang minim dan banyak lahan balai yang masih kosong maka kami akan menata konsep agar bisa terfokus ke pengembangan ternak terutama kambing jenis gembel. Harapannya, dengan dorongan dewan bisa juga membantu kami untuk membuat balai bisa segera melayani masyarakat di sektor peternakan,” jelas dia.(tyo/priyanto)

Berita Terkait

  • Susun Raperda, Komisi C Bahas soal BUMD ke Sragen

    SRAGEN – Sebagai upaya menyempurnakan penyusunan Raperda Tata Kelola Perusahaan yang Baik pada BUMD, Komisi C DPRD Provinsi Jateng mencari data dan masukan ke beberapa daerah, salah satunya ke Kabupaten Sragen. Saat bertemu Kepala Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Sragen Wisarto Sudin bersama jajarannya, Senin (20/5/2024), Komisi C membahas soal pengelolaan BUMD.

  • PRPP Bisa Tiru Pengelolaan Jatim Park

    BATU – Untuk menyempurnakan Raperda inisiatifnya tentang Perubahan Status PT Pekan Raya & Promosi Pembangunan (PRPP) menjadi Perseroda, Komisi C DPRD Provinsi Jateng studi banding ke Jawa Timur Park (JTP) di Batu, Malang Provinsi Jatim, Senin (2/11/2020). Rombongan diterima oleh Manager Marketing & Public Relation JTP Group Titik Ariyanto dan HRD Holding JTP Group Nur Asmeidarani.