Rembang Kunjungi Gedung Berlian Bahas RPJMD

20190513005132 IMG

BICARA RPJMD. Yohan Fitriadi bersama Novi Herawati saat menerima kunjungan Komisi I DPRD Kabupaten Rembang di Ruang Rapim, Lantai 1, Senin (26/04/2021), yang membahas mengenai penyusunan RPJMD Tahun 2021-2026. (foto setyo herlambang)

GEDUNG BERLIAN – Komisi I DPRD Kabupaten Rembang berkunjung ke Gedung Berlian untuk meminta saran dan masukan mengenai penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2021-2026. Rombongan dewan itu diterima Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Protokol Sekretariat DPRD (Setwan) Provinsi Jateng Yohan Fitriadi dan Kasubbag Perundang-undangan dan Pengkajian Novi Herawati di Ruang Rapim, Lantai 1, Senin (26/04/2021).

Mengawali, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Rembang Mashadi menanyakan soal data yang diperlukan saat menyisipkan untuk menjadi acuan penyusunan RPJMD nantinya. Terlebih, pandemi yang belum usai sekarang ini dibutuhkan upaya untuk merubah data anggaran yang akan dirancang dalam agenda kegiatan program kerja mendatang.

“Kami, bermaksud belajar dan mencari referensi dalam penyusunan RPJMD 2021-2026 yang saat ini disusun, juga dipersiapkan. Adanya pandemi membuat beberapa pos anggaran untuk agenda program kerja menjadi terhambat,” terang Politikus NasDem itu.

Menanggapi hal itu, Yohan Fitriadi mengatakan DPRD Provinsi Jateng saat ini baru masuk agenda Rapat Paripurna Perubahan RPJMD. Perubahan yang dimaksud itu diantaranya penyesuaian regulasi dan pencapaian indikator akibat pandemi Covid-19.

“Di Provinsi Jateng ini baru masuk agenda Paripurna Perubahan RPJMD,” kata Yohan.

Sementara, Novi Herawati menyampaikan, dalam penyusunan RPJMD, dibahas dengan pembentukan pansus. Kemudian bersama-sama dengan eksekutif dan berbagai masukannya, dikonsultasikan dengan pemerintah pusat.

“Kemudian dibentuk pansus dan dibahas bersama eksekutif,” ucap Novi. (setyo/ariel)

Info Lainnya

  • Perlu, Penguatan Pengawasan Pesantren Ramah Perempuan & Anak

    JAKARTA – Meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di lingkungan pesantren menjadi alasan Komisi E DPRD Provinsi Jateng mendatangi Kantor Kementerian Agama RI, Kamis (23/7/2026). Langkah itu ditempuh untuk memastikan kebijakan perlindungan santri tidak berhenti pada regulasi tapi benar-benar berjalan efektif di setiap pesantren.

  • Destinasi Wisata Terintegrasi Potensi Alam Perlu Diperbanyak

    BANDUNG – Provinsi Jateng membutuhkan model pengelolaan destinasi wisata yang mampu mengintegrasikan potensi alam, masyarakat, dan investasi agar mampu bersaing dengan daerah lain. Untuk itu, Komisi B DPRD Provinsi Jateng memilih mempelajari pengelolaan Floating Market Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (23/7/2026), yang dinilai berhasil mengembangkan wisata berbasis perairan secara berkelanjutan

  • Dikonsultasikan, Dana Cadangan Pilkada ke Kemendagri

    JAKARTA — Komisi A DPRD Provinsi Jateng mewanti-wanti potensi ledakan anggaran pada gelaran Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2029. Mengacu pada pengalaman sebelumnya, total kebutuhan dana untuk menyokong pesta demokrasi lima tahunan di Jateng diperkirakan tembus hingga Rp 2,2 triliun.  

  • Penting, Akuntabilitas Tata Kelola Pemerintah Desa

    SEMARANG — Komisi A DPRD Provinsi Jateng mendorong pemerintah desa di seluruh Jateng untuk memperbaiki tata kelola perencanaan dan evaluasi anggaran desa. Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jateng Putro Negoro Rekthosetho menegaskan bahwa indikator keberhasilan pembangunan nasional sangat ditentukan sejauh mana pemdes mampu mengelola anggarannya secara terbuka dan berintegrasi.