Performa Kinerja Bank Jateng Cabang Boyolali Perlu Ditingkatkan

IMG 20220401 WA0031

SOAL KINERJA. Padmasari Mestikajati dalam diskusi bersama jajaran manajemen Bank Jateng Cabang Boyolali, Jumat (1/4/2022), membahas kinerja keuangan dan pengelolaan perbankan. (foto soni dinata)

BOYOLALI – Meski capaian kinerja keuangan pada 2021 menggembirakan, namun rasio non-performing loans (NPL/ kredit macet) tetap diperhatikan serius. Imbauan itu dilontarkan Komisi C DPRD Provinsi Jateng saat melakukan monitoring ke Kantor Bank Jateng Cabang Boyolali, Jumat (1/4/2022).

Dalam diskusi itu, Anggota Komisi C DPRD Provinsi Jateng Padmasari Mestikajati mengakui kinerja keuangan Bank Jateng Cabang Boyolali sudah lebih baik. Namun, ia tetap menekankan bahwa kinerja keuangan tersebut tidak terlepas dari persoalan NPL.

“Kami berharap, meski rasio NPL mengalami penurunan, namun upaya itu tetap diperhatikan serius agar tidak ada lagi kredit macet di masyarakat,” kata Politikus Golkar itu.

Peningkatan performa kinerja itu juga dapat dilakukan dengan memberikan layanan optimal. Salah satunya memberikan layanan digital guna memudahkan nasabah mengakses Bank Jateng.

“Perlu kiranya peningkatan layanan nasabah berupa pemanfaatan teknologi digital. Dengan begitu, setiap cabang Bank Jateng semuanya sudah terdigitalisasi,” harapnya.

Mendengar hal itu, Pemimpin Bank Jateng Cabang Boyolali Hery Kusindarto mengaku siap menjalankan masukan dari Komisi C tersebut. Dalam hal NPL, ia mengakui angkanya mengalami naik turun selama pandemi Covid-19, mengingat banyak usaha debitur di sektor UMKM yang terdampak dan beberapa ASN yang meninggal akibat serangan Covid-19.

“Saat rasio NPL turun, itu karena adanya pelunasan kredit macet. Kemudian, turunnya subsidi KUR (Kredit Usaha Rakyat) dan Non-KUR pada Desember 2021 juga berimbas pada penurunan NPL,” ungkap Hery.

Datanya menyebutkan, pada Januari 2021 rasio NPL mencapai 2,10%. Angka rasio itu mengalami naik turun hingga Desember 2021 mencapai 1,72% dan turun lagi pada Januari 2022 sebesar 1,57%.

Ia melanjutkan selama pandemi pihaknya telah mengupayakan digitalisasi kepada nasabah dengan membuat gerai digital, menggencarkan host to host kepada pemerintah daerah & instansi, dan melakukan WA blast kepada ASN. Selain itu, membuat digital lounge untuk pencetakan buku tabungan secara mandiri.

“Bagi debitur terdampak Covid-19, ada upaya relaksasi kredit,” katanya.

Data Bank Jateng Cabang Boyolali mencatat, pada Desember 2021 lalu Dana Pihak Ketiga (DPK) dari target Rp 985,80 juta tercapai Rp 1,03 miliar atau 104,56%, Kredit dari target Rp 1,36 miliar tercapai Rp 1,34 miliar atau 98,42%, dan Laba dari target Rp 89,26 miliar terealisasi Rp 91,86 miliar atau 102,92%. 

Untuk kinerja keuangan posisi Februari 2022, target DPK tercapai 105,9% atau Rp 1,13 miliar dari target Rp 1,06 miliar. Angka kredit, dari target Rp 1,34 miliar tercapai Rp 1,33 miliar atau 99,5%, dan Laba terealisasi Rp 11,49 miliar atau 84,9% dari target Rp 13,54 miliar. (soni/ariel)

Berita Terkait

  • Sukirman Janji Selesaikan Masalah APTI Jateng

    GEDUNG BERLIAN – Wakil Ketua DPRD Jateng Sukirman berjanji akan mengundang sejumlah pihak terkait, guna penyelesaian masalah organisasi tata kelola tembakau di kalangan petani. Hal itu mengemuka dalam pertemuannya dengan Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jateng M Rifai beserta pengurus di Ruang Rapat Pimpinan DPRD Jateng, Selasa (4/5/2021).

  • Pemuda Jadi Kunci Tekan Kemiskinan di Jateng

    WONOGIRI – Komisi E DPRD Provinsi Jateng menilai pemuda menjadi salah satu basis yang kuat untuk pengentasan kemiskinan. Hal itu mencuat dalam diskusi mengenai implementasi Peraturan Daerah No 13/2025 yang dilakukan Komisi E bersama Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, & Perlindungan Anak (PPKB & P3A) Kabupaten Wonogiri. Selasa (7/4/2026).

  • DPRD Serahkan Bantuan untuk Tenaga Medis di Pemalang

    PEMALANG – Sebanyak 12 Anggota DPRD Provinsi Jateng yang mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) Pemalang, Pekalongan, dan Batang memberikan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) dari Dinas Kesehatan Provinsi Jateng kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang dan RSUD Dr M Ashari Pemalang, Selasa (2/6/2020). Para Anggota DPRD juga menyalurkan APD berupa Masker Bedah, Mika Pelindung diri, dan Baju Hazmat ke seluruh Puskesmas di Kabupaten Pemalang.

  • PRIME TOPIC: PAD Jateng di Tengah Pandemi

    SEMARANG – Pandemi Covid-19 telah berdampak pada turunnya pendapatan asli daerah (PAD) Provinsi Jateng, yang merosot hingga Rp 1,9 triliun. Penurunan itu otomatis membuat perekonomian menjadi lesu.
    Data Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) Provinsi Jateng menyebutkan, penurunan PAD terbesar berasal dari rendahnya penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), terutama biaya balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) yang mencapai hampir 12,5%. Dari kondisi itu, DPRD menyisir sektor-sektor yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan PAD.

  • Setwan Jateng Terbuka untuk Sekolah Legislator Mahasiswa

    GEDUNG BERLIAN –  Kepala Bagian Humas DPRD Jateng Andi Susmono menegaskan diadakan Sekolah Legislatif ini sangat bermanfaat untuk para mahasiswa dalam belajar tentang ilmu kelegislatifan dalam suatu pemerintahan. Pada kesempatan itu Muhammad Ihsan Abimanyu selaku Ketua Pelaksana Sekolah Legislatif dalam laporannya mengatakan jumlah peserta ada 70 orang dari lintas fakultas.