Sri Hartini. (foto setyo herlambang)
GEDUNG BERLIAN – Komisi B DPRD Provinsi Jateng menggelar rapar RKPD 2026 bersama 9 OPD, Kamis (19/6/2025). Komisi B berharap rapat tersebut dapat merumuskan masalah dan identifikasi kebutuhan untuk meningkatkan pelayanan fasilitas sesuai dengan tupoksi masing-masing.
Dipimpin Ketua Komisi B DPRD Provinsi Jateng Sri Hartini, masing-masing OPD dipersilahkan menjelaskan rencana kerja (renja) Tahun Anggaran 2026. Dalam renja itu, Sri Hartini meminta OPD lebih jelas dan realistis dalam penganggaran dan target pendapatannya.
“Terkait dengan anggaran belanja dan pendapatan, masing-masing OPD perlu memberikan penjelasan agar kami bisa mendapatkan gambarannya,” katanya.

Senada, Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jateng Kadarwati menegaskan data anggaran tiap OPD harus jelas agar pihaknya bisa memahami renja yang akan dilakukan OPD. Selain itu, setiap persoalan yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat juga harus diutamakan.
Penegasannya itu dilontarkannya kepada Badan Penghubung Provinsi Jateng yang dinilai masih belum mampu meningkatkan pelayanannya. “Harus bikin kegiatan yang lebih menarik lagi dibanding tahun-tahun kemarin karena Badan Penghubung ini menjadi media promosi Jateng, kalau bisa tambahkan agenda atau kegiatan yang menarik supaya daya tarik dapat meningkat,” tegas Kadarwati.
Sebagai informasi, ke-9 OPD yang hadir dalam raker di ruang rapat Komisi B itu diantaranya Badan Penghubung, Disperindag, Distanbun, Disnakkeswan, Dinkop & UKM, dan DPMPTSP. Selain itu, hadir pula Bappeda, Disporapar, dan DinLHK. (danik/ariel)









