MEDIA TRADISIONAL: Kesenian Tradisional Perlu Dihidupkan

WhatsApp Image 2022 09 25 at 12.57.44

BAHAS KESENIAN. Anggota DPRD Jateng Denny Septiviant menjadi narasumber dalam kegiatan Media Tradisional di Grobogan. (foto: cahya ayuningtyas)

GROBOGAN –  Tantangan ke depan dari pengembangan kesenian lokal adalah mempertahankan kesenian itu sendiri. Karena itu perlu ada kreasi supaya kesenian dalam bertahan dan menarik untuk dinikmati. Hal tersebut dilontarkan Maslehan selaku Ketua Lembaga Seniman Budayawan Muslimin (Lesbumi) NU Grobogan saat mengisi acara Dialog Parlemen DPRD Jawa Tengah Nguri-nguri Kesenian Tradisional Khas Grobogan di GOR Riptaloka, Purwodadi, Grobogan, Sabtu (24/9/2022).

Di hadapan anggota DPRD Jateng Denny Septiviant, Maslehan berpendapat supaya kesenian lokal diminati maka harus dibuat semenarik mungkin. Bagaimanpun kesenian adalah hasil buah cipta karsa dan rasa.

“Mumpung ada Mas Denny, saya berharap pemerintah termasuk DPRD harus mendukung pengembangan kebudayaan kesenian punya nilai luhur supaya tidak mati,” ucapnya.

Denny pun sependapat, kesenian tradisional perlu dihidupkan, sehingga menjadi lebih menarik dan membawa manfaat bagi masyarakat. Terkait dukungan pemerintah termasuk DPRD, adalah menggunakan peran politik supaya ada regulasi  yang memihak pengembangan kesenian itu. Lingkup regulasi itu termasuk di dalamnya kebijakan anggaran.

Dalam pembukaan acara, digelar Tarian Seribu Tangan dan Tari Angguk Pangeran Diponegoro Grobogan. Dilanjutkan dengan kesenian campursari dan tembang Jawa, Lir Ilir dan sholawatan. Denny merupakan anggota DPRD Jateng Dari Daerah Pemilihan (Dapil) V meliputi Grobogan dan Blora.

Maslehan menyebutkan Tari Angguk yang berkembang di Grobogan sebenarnya kreasi tarian serupa yang telah berkembang di Kulonprogo (DIY). Tari Angguk di Grobogan mengambarkan seorang pemimpin dalam memimpin rakyatnya. Kedinamisan dan keserasian gerak, cara memimpin dan peralatan dlm mengatur rakyatnya dilambangkan dengan kostum dan asesorisnya seperti pecut, peluit, dan sebagainya.

Selanjutnya Mansata Indah Maratona, anggota Komisi D DPRD Grobogan menyatakan, pihaknya tengah serius untuk mengegolkan perda kebudayaan. Perlunya peraturan tersebut supaya ada konsep pengembangan kesenian. Terutama bagi pemuda yang sekarang ini dihadapkan pada tantangan derasnya budaya asing.

Mansata berharap agar ada perda kebudayaan yang lebih fokus pada kesenian tradisional dan tanamkan semangat cinta tanah air atau Hubbul Wathon Minal Iman. (anif/priyanto)

Berita Terkait

  • Disnaker Jatim Jadi Role Model Pengelolaan Tenaga Migran

    SURABAYA – Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) tenaga migran belakang mendapat perhatian kalangan dewan, terlebih lagi diantara mereka tersebut lebih banyak terjun sebagai tenaga kasar. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi Provinsi Jawa Timur, Himawan Estu Bagijo saat menerima rombongan Komisi E DPRD Jawa Tengah, di Kantor Disnakertrans Jatim, Surabaya, Kamis (20/5/2021).

  • Eksistensi MPP Dukung Investasi Daerah

    SLEMAN – Di tengah kondisi pandemi ini, pemerintah terus melakukan upaya pemulihan ekonomi, salah satunya dengan memberikan kemudahan dalam berinvestasi. Dalam hal ini, DPRD Provinsi Jateng sangat mendukung keberadaan Mal Pelayanan Publik (MPP) sebagai kemudahan fasilitas pelayanan yang diberikan pemerintah untuk masyarakat/ investor agar investasi tetap meningkat.

  • LKPj Jateng 2018 Jadi Contoh LKPj Sumsel

    GEDUNG BERLIAN – Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Gubernur Jateng 2018 usai diselesaikan dan sudah diserahkan dari jajaran eksekutif ke jajaran dewan beberapa pekan lalu dalam sidang paripurna. Meskipun sudah selesai, ada beberapa catatan substantif dari kalangan dewan ke jajaran eksekutif termasuk didalamnya jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

  • PRIME TOPIC: Ayo Panen Air

    SEMARANG – Dialog bersama Parlemen ‘Prime Topic’ kini mengambil tema ‘Ayo Panen Air’. Sebagai pembicara utama, Anggota Komisi D DPRD Jateng Ngainirrichadl mengatakan setidaknya selama masa kekeringan ini ada 30 kabupaten/ kota yang terdampak kekeringan.

  • Kualitas Pilkada Purworejo Harus Meningkat

    PURWOREJO – Daftar Pemilih Tetap (DPT) menjadi tolok ukur tingkat partisipasi masyarakat dalam pemilihan umum. Jumlah DPT Pemilu 2019 tercatat sebanyak 614.611 orang. Karena itu pada Pilkada 2020 yang jatuh pada September nanti diharapkan jumlah pemilih bertambah serta pemilih pemula bisa ikut berpartisipasi.