PANTAU KEBUN. Komisi C DPRD Jateng saat berkunjung ke Kantor Kebun Benih Padi Masaran Kabupaten Sragen, Rabu (8/5/2019), untuk membahas kinerja pendapatannya. (foto sunu andhy purwanto)
SRAGEN – Komisi C DPRD Jateng mengapresiasi kinerja Kebun Benih Padi Masaran Kabupaten Sragen yang pada 2018 lalu mampu menyetor Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 334,6 juta. Menurut Anggota Komisi C, Muhammad Rodhi, setoran tersebut lebih besar Rp 92,5 juta atau meningkat 38% dibanding pada tahun sebelumnya.
“Yang lebih menggembirakan adalah Kebun ini mampu menyediakan benih padi yang disukai masayarakat dan kebal terhadap hama maupun penyakit,” kata Legislator PKS itu, saat memimpin rombongannya ke Kebun Benih Padi Masaran, Rabu (8/5/2019).
Senada, Anggota Komisi C DPRD Jateng Ahmad Ridwan menegaskan pada tahun ini Kebun Benih Padi Masaran wajib meningkatkan PAD hingga sekitar setengah miliar rupiah. Politikus PDI Perjuangan itu memprediksi pada tahun ini bisa menanam padi 3 kali apabila musimnya bagus dan tidak ada yang puso.
“Apalagi tadi saya dengar, penerimaan PAD per April sudah mencapai Rp 179 juta yang telah disetor ke Kasda. Ya, kalikan tiga saja kan malah lebih,” katanya optimis.
Sebagai informasi, Kebun Benih Padi Masaran memiliki lahan sawah seluas 6,27 hektare yang dikelola oleh 4 orang dan pada tahun ini direncanakan bisa menanam padi 3 kali pada musim tanam. Adapun varietas padi yang dikembangkan meliputi Ciherang, Situbagendit, IR 64, Pepe, Inpari 33 dan 30 serta Sunggal.
Menurut Koordinator Kebun Padi Masaran Agustina hingga April lalu telah menyetor PAD sebesar Rp 179,25 juta. Apabila musim tanam berlangsung baik, pihaknya juga optimis panen benihnya bakal bagus dan dapat menghasilkan pendapatan yang sama besarnya sehingga pada akhir tahun bisa menyetor PAD Rp 500 juta lebih. (sunu/ariel)







