Terminal Pilangsari Sragen Perlu Pembenahan

SAVE 20240505

PANTAU TERMINAL. Komisi D DPRD Provinsi Jateng memantau Terminal Pilangsari Sragen, Kamis (4/4/2024), terkait pengelolaan terminal. (foto nora)

SRAGEN – Menurunnya hasil pendapatan daerah di Terminal Pilangsari Kabupaten Sragen karena minimnya bus antar kota & provinsi yang masuk ke terminal tersebut. Selain itu, pendapatan hanya diperoleh dari penyewaan kios penjualan tiket bus dan kios lainnya.

Seperti disampaikan Joko Purnomo selaku Kabid Angkutan & Terminal Dishub Kabupaten Sragen kepada Komisi D DPRD Provinsi Jateng, Kamis (5/4/2024), Terminal Pilangsari selama ini kondisinya sepi. Hal itu dikarenakan sejumlah bus enggan masuk ke terminal. Para penumpang yang naik bus sebagian besar tidak melalui terminal tapi ada yang melalui pool bus bersangkutan.

“Sebelum Ramadan 2024 ini, bus yang masuk hanya sedikit. Namun, mendekati masa arus mudik, jumlahnya bus sehari bisa mencapai 70 sampai 80 bus dan jumlah penumpang sebanyak 300 orang,” katanya.

Dari kondisi sepinya bus yang masuk itu, sisi pendapatan terminal pun menjadi menurun. Selama ini, penerimaan pendapatan hanya diperoleh dari penyewaan kios Rp 95.000/bulan, dari total kios sebanyak 18 unit dengan luas 3×3 meter persegi setiap kiosnya.

Mendengar hal itu, Ketua Komisi D Provinsi Jateng Alwin Basri memberikan solusi kepada perangkat daerah setempat untuk memaksimalkan fungsi lahan terminal dengan cara pembangunan sarana dan prasana yang lebih baik. Ia mencontohkan dengan pembangunan tempat penginapan di sebagian lahan Terminal Pilangsari.

“Lahan terminal yang sisa atau terbengkalai dapat dimaksimalkan untuk pembangunan hotel tapi harus ditata dulu oleh dinas terkait sebagai penghasil pendapatan daerah,” kata Alwin.

Solusi lainnya, kios yang kurang terawat juga perlu diperbaiki agar warga nyaman mendatanginya. Dengan ramainya pengunjung, maka pendapatan penyewa juga naik.
“Dampaknya, penerimaan pendapatan terminal juga meningkat,” tandasnya. (heni/ariel)

Info Lainnya

  • Laporan Mingguan Media Sosial DPRD Jawa Tengah

    Laporan ini menyajikan pemantauan komprehensif terkait aktivitas, pemberitaan, dan percakapan di media sosial yang melibatkan DPRD Jawa Tengah serta lembaga legislatif dan eksekutif terkait di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya. PERIODE DATA 13 Juli 2026 – 19 Juli 2026 Ruang…

  • Laporan Mingguan Media Mainstream DPRD Jawa Tengah

    Monitoring komprehensif pemberitaan dari media online dan media cetak — mencakup analisis, sentimen publik, dan perkembangan isu terkini terkait DPRD Jawa Tengah. PERIODE DATA 13 Juli 2026 – 19 Juli 2026 Ruang Lingkup dan Tujuan Pemantauan Ruang Lingkup Pemantauan Pemantauan…

  • Tata Kelola Lahan yang Baik Dukung Sektor Pariwisataan

    PEMALANG – Guna mendapatkan data dan informasi yang lebih komprehensif, Komisi B DPRD Provinsi Jateng bertandang ke Kantor Dinas Kebudayaan Pariwisata Kabupaten Pemalang dan Kantor Cabang Kehutanan Wilayah IV Dinas Lingkungan Hidup & Kehutanan Provinsi Jateng di Kota Pekalongan, Senin (20/7/2026). Kegiatan itu dilakukan dalam rangka penyusunan Raperda tentang Tata Kelola & Rehabilitasi Lahan Kritis & Reklamasi Hutan Daerah

  • Bahas Raperda Perlindungan Pekerja Informal di Grobogan

    GROBOGAN – Besarnya jumlah pekerja informal yang belum sepenuhnya tersentuh perlindungan jaminan sosial dan regulasi yang komprehensif mendorong Komisi E DPRD Provinsi Jateng mengunjungi Kabupaten Grobogan, baru-baru ini. Kunjungan itu sendiri dilakukan untuk menghimpun data, masukan, dan praktik baik daerah sebagai bahan penyusunan Raperda tentang Perlindungan Tenaga Kerja Informal.

  • Laporan Bulanan Media Mainstream DPRD Jawa Tengah

    Monitoring komprehensif pemberitaan dari media online dan media cetak, mencakup analisis, sentimen publik, dan perkembangan isu terkini terkait DPRD Jawa Tengah, periode data 1-28 Juni 2026. Ringkasan Eksekutif – DPRD Jawa Tengah Pada periode 1–28 Juni 2026, pemberitaan mengenai DPRD…