Riset Berperan Penting Memajukan Pertanian

20211129114828 IMG

TANAMAN OBAT : Komisi B tengah melihat tanaman obat tradisional di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT), Tawangmangu, Karanganyar.(foto: faiz fuadi)

KARANGANYAR – Komisi B DPRD Jateng terus menekankan pentingnya riset dalam dunia pertanian. Dari riset itulah akan menghasilkan bibit unggulan.

Hal tersebut mengemuka dalam kunjungan Komisi B di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan di Jalan Raya Lawu No. 11, Tawangmangu, Kalisoro, Karanganyar, Senin(29/11/2021).

Kunjungan tersebut guna mencari data untuk melengkapi Raperda Peningkatan dan Pengembangan Balai Ternak, Balai Perbenihan Ikan, Kebin Benih Tanaman Pangan, dan Hortikultura.

Ketua Komisi B Sumanto mengatakan, peran dan fungsi balai yang ada sejauh ini kurang berdampak pada pertanian serta belum berperan optimal, tidak terawat, dan anggaran yang ada belum memadai. Bahkan riset pertanian pun kurang mendapatkan hasil.

“Jika bibit unggul dapat diproduksi, itu sudah mencakup 60% keberhasilan di bidang pertanian, sehingga tidak kalah dengan negara tetangga. Keberadaan balai ini turut mendukung sebuah riset pertanian,” katanya.

Sementara, Koordinator Kelompok Substansi Program Kerjasama dan Jaringan Informasi B2P2TOOT Awal Prichatin Kusumadewi mengakui riset sangat penting untuk keberlanjutan sebuah produk pertanian.

“Kami berperan sebagai agen pembangunan kesehatan tradisional melalui lembaga iptek tanaman obat dan obat tradisional,” katanya.

Aktivitas penelitian dan pengembangan balai terintegrasi dari hulu sampai ke hilir sangatlah penting. Penelitian yang menjadi proritas riset tumbuhan obat dan jamu akan menghasilkan database pengetahuan ramuan obat tradisional, penelitian dan pengembangan disisi hulu mengeksplorasi tumbuhan obat, budidaya tanaman obat dan setelah panen.(faiz/priyanto)

Info Lainnya

  • Perlu, Penguatan Pengawasan Pesantren Ramah Perempuan & Anak

    JAKARTA – Meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di lingkungan pesantren menjadi alasan Komisi E DPRD Provinsi Jateng mendatangi Kantor Kementerian Agama RI, Kamis (23/7/2026). Langkah itu ditempuh untuk memastikan kebijakan perlindungan santri tidak berhenti pada regulasi tapi benar-benar berjalan efektif di setiap pesantren.

  • Destinasi Wisata Terintegrasi Potensi Alam Perlu Diperbanyak

    BANDUNG – Provinsi Jateng membutuhkan model pengelolaan destinasi wisata yang mampu mengintegrasikan potensi alam, masyarakat, dan investasi agar mampu bersaing dengan daerah lain. Untuk itu, Komisi B DPRD Provinsi Jateng memilih mempelajari pengelolaan Floating Market Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (23/7/2026), yang dinilai berhasil mengembangkan wisata berbasis perairan secara berkelanjutan

  • Dikonsultasikan, Dana Cadangan Pilkada ke Kemendagri

    JAKARTA — Komisi A DPRD Provinsi Jateng mewanti-wanti potensi ledakan anggaran pada gelaran Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2029. Mengacu pada pengalaman sebelumnya, total kebutuhan dana untuk menyokong pesta demokrasi lima tahunan di Jateng diperkirakan tembus hingga Rp 2,2 triliun.  

  • Penting, Akuntabilitas Tata Kelola Pemerintah Desa

    SEMARANG — Komisi A DPRD Provinsi Jateng mendorong pemerintah desa di seluruh Jateng untuk memperbaiki tata kelola perencanaan dan evaluasi anggaran desa. Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jateng Putro Negoro Rekthosetho menegaskan bahwa indikator keberhasilan pembangunan nasional sangat ditentukan sejauh mana pemdes mampu mengelola anggarannya secara terbuka dan berintegrasi.