PRIME TOPIC: Percepat Digitalisasi Perbankan

WhatsApp Image 2022 11 10 at 12.49.13 (2)

DIALOG PERBANKAN: Anggota Komisi C Agung Budi Margono bersama dari direksi Bank Jateng serta akademisi mengisi dialog digitalisasi perbankan.(foto: gus azam addin)

SEMARANG – Agung Budi Margono tetap menaruh rasa optimistisnya pada sebuah upaya peralihan sistematisasi pelayanan digital di dunia perbankan. Mengingat sekarang ini semua pelayanan perbankan dengan menggunakan sarana elektronik. Ungkapan anggota Komisi C DPRD Jateng itu dilontarkan saat menjadi narasumber dalam Dialog Parlemen Prime Topic: Digitalisasi Perbankan di Hotel Noormans, Rabu (10/11/2022).  

Dia menjelaskan, untuk sekarang ini, orang banyak beraktivitas menggunakan internet. Tak hanya itu, mayoritas kalangan muda sudah tak asing dengan transaksi perbankan melalui internet. Ternyata banyak manfaat dari digitalisasi perbankan. Secara pelayanan menjadi lebih cepat, mudah, sesuai kebutuhan dan dapat dilakukan nasabah secara mandiri.

“Anak-anak muda sekarang usia di bawah 30 tahun sudah tidak asing dengan QRIS, apa itu emoney dan sebagainya. Dan lagi mereka sudah tidak menggunakan uang cash dalam setiap transaksi. Ini tantangan sekaligus peluang terutama untuk Bank Jateng,” kata dia.

Lantas bagaimana di Jateng? Sebagai anggota DPRD Jateng tentunya ia berharap banyak Bank Jateng maupun bank perkreditan milik Pemprov Jateng segera membangun jaringan digitalnya. Infrastruktur cukup besar namun hasilnya yang didapatkan nanti akan jauh lebih besar.

“Maka dari inilah Komisi C merekomendasikan kepada Bank Jateng, BPR untuk menggunakan digital money dan juga digital market untuk mesejahterakan masyarakat Jateng untuk menekan angka kemiskinan di Jateng,”ucapnya.  

Yudiana Mustari selaku Eksekutif Senior IT Bank Jateng sebagai bank dengan kepemilikansaham mayoritas Pemprov Jateng ini telah memiliki beberapa saluran baik konvensional maupun yang mengarah ke digital. Di antaranya 162 kantor cabang, pelayanan cash dan payment poin, 1.043 mesin ATM dan CDM, serta 1.096 agen laku pandai.

“Kami akan terus mengoptimalkan inovasi digital untuk meningkatkan layanan dan menjangkau nasabah lebih luas,” ucapnya.

Guna menunjang digitalisasi pelayanan perbankan, Yudi menyebutkan, Bank Jateng sudah memiliki lebih dari 270 koneksi host to host untuk mendukung transaksi non-tunai. Dengan semua channel yang dimiliki termasuk mobile banking, Bank Jateng telah menjangkau hampir 96% wilayah Jateng.  

Ana Kadarningsih, akademisi dari Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) menyebutkan sekarang ini perbankan Tanah Air mulai membangun sarana dan prasarana penunjang menuju digitalisasi sistem. Kemudahan bertransaksi di tengah mobilitas warga yang tinggi menjadi sebuah keharusan.(cahyo/priyanto)  

Info Lainnya

  • Laporan Mingguan Media Sosial DPRD Jawa Tengah

    Laporan ini menyajikan pemantauan komprehensif terkait aktivitas, pemberitaan, dan percakapan di media sosial yang melibatkan DPRD Jawa Tengah serta lembaga legislatif dan eksekutif terkait di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya. PERIODE DATA 31 Agustus 2026 – 6 September 2026 Ruang…

  • Laporan Mingguan Media Mainstream DPRD Jawa Tengah

    Monitoring komprehensif pemberitaan dari media online dan media cetak — mencakup analisis, sentimen publik, dan perkembangan isu terkini terkait DPRD Jawa Tengah. PERIODE DATA 31 Agustus 2026 – 6 September 2026 Ruang Lingkup dan Tujuan Pemantauan Ruang Lingkup Pemantauan Tipe…

  • DPRD Jateng Dukung Collaborative Government

    SUKOHARJO – DPRD Provinsi Jateng mendukung prinsip pemerintahan kolaboratif (collaborative government) dalam pembangunan daerah. Prinsip itu disampaikan Gubernur saat memberikan sambutan dalam acara Pelantikan Pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Jateng periode 2025-2030 di Hotel Grand Mercure, Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo, Sabtu (5/9/2026)

  • Komisi E Bahas KB Pascapersalinan di Dinas P3AP2KB Kabupaten Tegal

    TEGAL — Komisi E DPRD Provinsi Jateng berdiskusi dengan Dinas P3AP2KB Kabupaten Tegal, Rabu (2/9/2026), untuk memperoleh data dan informasi terkait penguatan kebijakan serta komitmen pemerintah daerah guna peningkatan Keluarga Berencana Pascapersalinan (KBPP). Berdasarkan paparan Pemerintah Kabupaten Tegal, jumlah ibu bersalin hingga Juli 2026 mencapai 9.887 orang, dengan estimasi persalinan sepanjang tahun sebanyak 19.344 orang

  • Rehabilitasi Berkelanjutan untuk Menangani Lahan Kritis

    SURAKARTA – Luas lahan kritis di Provinsi Jateng selama 3 tahun terakhir berkurang sekitar 75 ribu hektare. Capaian itu menjadi modal penting pemerintah daerah untuk terus memperkuat rehabilitasi hutan dan lahan, sekaligus mencegah munculnya kawasan kritis baru yang berpotensi memicu bencana