Peternakan di BIB Ungaran Utamakan Kualitas

IMG 20220224 WA0035

PANTAU TERNAK. Komisi B DPRD Provinsi Jateng memantau kinerja BIB Ungaran, Kabupaten Semarang, Kamis (24/2/2022), dalam pengembangan Sapi PO. (foto priskilla candra cahyaningtyas)

UNGARAN – Hingga kini, potensi peternakan milik Dinas Peternakan & Kesehatan Hewan (Disnak Keswan) Provinsi Jateng cukup berkembang. Hal itu dapat dilihat sejak 2021 angka kelahiran pedet (anak sapi) di Provinsi Jateng mencapai 256.287 ekor atau terealisasi 136,35% dari target melalui inseminasi Buatan (kawin suntik). 

Dengan perkembangan yang baik tersebut, Komisi B DPRD Provinsi Jateng memantau langsung ke lokasi peternakan. Saat bertemu dengan Kepala Balai Inseminasi Buatan (BIB) Ungaran Disnak Keswan Provinsi Jateng Agus Waryanto, di kantornya, Kabupaten Semarang, Kamis (24/2/2022), Ketua Komisi B DPRD Provinsi Jateng Sumanto mengaku sangat bangga dengan kinerja BIB itu. Karena, peternakan Sapi PO Kebumen memperlihatkan kualitas sapi yang baik dan sehat, kandang bersih, dan fasilitas penunjang pengembangbiakan sapi yang baik.

“Memikirkan bersama mengenai penghasilan yang bisa disampaikan ke gubernur melalui Komisi B untuk APBD pengelolaan Balai,” tutur Politikus PDI Perjuangan itu.

Menanggapinya, Agus mengatakan bahwa kontribusi dari semen beku BIB Ungaran sebesar 102.515 ekor atau terealisasi 40%. BIB akan selalu menyediakan benih ternak secara tepat mutu, tepat jumlah, tepat waktu, dan akan terus meningkatkan kualitas serta proses pelayanan.

“BIB Ungaran merupakan Balai Inseminasi Buatan Daerah sebagai pendukung terbesar Program Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri (Si Komandan) di Indonesia,” tutur Agus. (tyas/ariel)

Info Lainnya

  • Warga Mojogedang Antusias Hijaukan Sungai

    KARANGANYAR – Warga Desa Ngadirejo Kecamatan Mojogedang merasa senang adanya kegiatan penanaman di sekitar bantaran sungai. Kegiatan yang dinamakan ‘Jogo Kali Merawat Bumi’ digalakkan Ketua DPRD Provinsi Jateng Sumanto bertujuan untuk menghijaukan area sekitar sungai supaya mengoptimalkan fungsi penyimpanan air sehingga keberadaan belik atau mata air ada lagi.

  • RAPAT PARIPURNA: Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal 

    GEDUNG BERLIAN – Dalam rapat paripurna, Kamis (2/7/2026), Komisi E DPRD Provinsi Jateng memberikan penjelasan tentang Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal. Disampaikan oleh Anggota Komisi E, Jafar Shodiq, raperda itu didasarkan atas tingginya kontribusi tenaga kerja informal memberikan kontribusi besar dalam upaya pengentasan kemiskinan dan pengangguran. 

  • Bahas Panti Sosial, Risiko Penularan TBC Disorot

    SURABAYA — Komisi E DPRD Provinsi Jateng mendesak Pemerintah Provinsi segera membenahi standard operating procedure (SOP) dari pengelolaan panti rehabilitasi sosial. Pasalnya, penataan penanganan pasien dengan penyakit menular dinilai masih sangat longgar dan mengancam keselamatan penghuni panti lainnya.

  • Pengelolaan Aset Jalan Dapat Berkontribusi PAD

    YOGYAKARTA — Penyusunan Raperda tentang Standardisasi Penyelenggaraan Jalan Provinsi tidak hanya mengatur aspek teknis pembangunan dan pemeliharaan jalan tapi juga pemanfaatan aset jalan secara optimal. Komisi D DPRD Provinsi Jateng menilai pengaturan tersebut dapat menjadi instrumen baru untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).