Pansus RPJMD Diskusi Perkembangan Ekonomi Pekalongan

1000489565

SOAL EKONOMI. Pansus RPJMD Provinsi Jateng bertemu dengan Pansus RPMD Kota Pekalongan, Senin (7/7/2025), dalam rangka memperkaya informasi terkait pembahasan Raperda RPJMD Jateng 2025-2030, (foto teguh prast)

PEKALONGAN – Proses pembahasan penyusunan RPJMD 2025-2030 terus berjalan. Ketua Pansus Ferry Wawan Cahyono menyampaikan bahwa tahapan RPJMD sudah dalam fase-fase akhir tapi masih perlu masukan untuk penyelesaiannya.

“Secara umum sudah dalam tahap akhir. Kami kesini untuk menambah masukan sebagai tambahan materi penyusunan RPJMD Jateng,” katanya, Senin (7/7/2025), saat berdiskusi dengan Pansus RPJMD Kota Pekalongan.

RPJMD sendiri merupakan langkah sinergis strategis dan adaptif untuk kemajuan industri global. “Wilayah pengembangan Pekalongan merupakan daerah yang cukup strategis sehingga perlu penyelelarasan, disamping untuk menggali pembangunan-pembangunan industri dan ekonomi produktif, serta komunitas unggulan lainnya?,” kata Ferry.

Menanggapinya, Ketua Pansus RPJMD Kota Pekalongan Aminuddin Aziz mengatakan produk-produk yang ada sangat bervariatif. Bahkan, pada sektor perekonomianpun banyak yang berinovasi.

“Pembahasan di RPJMD, kami sangat bersemangat karena sangat bersinggungan positif terhadap Pemprov Jateng, secara otomatis timbal baliknya positif,” kata Aminudin.

Secara umum, program yang diajukan sudah selaras dengan Provinsi dan beberapa permasalahan sudah terakomodir. Karena, pada tingkat pembahasan sudah sangat intens. 

“Beberapa persoalan di Kota Pekalongan yang bersinggungan sudah selaras, kami sangat bersyukur. Harapannya dapat mengangkat kembali kemajuan Kota Pekalongan,” lanjut Aziz.

Sementara, Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian & Evaluasi Pembangunan Daerah Badan Perencanaan Pembangunan Riset & Inovasi Daerah Kota Pekalongan Muhammad Hardjo mengatakan Penyusunan RPJMD Kota Pekalongan hampir bersamaan dengan proses penyusunan RPJP. “Prosesnya kurang lebih berdekatan, jadi program-programnya bisa langsung kami selaraskan dan sinergikan dengan program yang digodog Provinsi Jateng,” kata Hardjo.

Senada, Kepala Bidang Monev Pembangunan Bappeda Provinsi Jateng Yusmanto mengungkapkan secara umum perkembangan percepatan perindustrian dan perekonomian Kota Pekalongan sudah masuk dalam program RPJMD Provinsi Jawa Tengah. Karena, hal tersebut masuk dalam prioritas pembangunan Jateng. (amin/ariel)

Info Lainnya

  • Warga Mojogedang Antusias Hijaukan Sungai

    KARANGANYAR – Warga Desa Ngadirejo Kecamatan Mojogedang merasa senang adanya kegiatan penanaman di sekitar bantaran sungai. Kegiatan yang dinamakan ‘Jogo Kali Merawat Bumi’ digalakkan Ketua DPRD Provinsi Jateng Sumanto bertujuan untuk menghijaukan area sekitar sungai supaya mengoptimalkan fungsi penyimpanan air sehingga keberadaan belik atau mata air ada lagi.

  • RAPAT PARIPURNA: Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal 

    GEDUNG BERLIAN – Dalam rapat paripurna, Kamis (2/7/2026), Komisi E DPRD Provinsi Jateng memberikan penjelasan tentang Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal. Disampaikan oleh Anggota Komisi E, Jafar Shodiq, raperda itu didasarkan atas tingginya kontribusi tenaga kerja informal memberikan kontribusi besar dalam upaya pengentasan kemiskinan dan pengangguran. 

  • Bahas Panti Sosial, Risiko Penularan TBC Disorot

    SURABAYA — Komisi E DPRD Provinsi Jateng mendesak Pemerintah Provinsi segera membenahi standard operating procedure (SOP) dari pengelolaan panti rehabilitasi sosial. Pasalnya, penataan penanganan pasien dengan penyakit menular dinilai masih sangat longgar dan mengancam keselamatan penghuni panti lainnya.

  • Pengelolaan Aset Jalan Dapat Berkontribusi PAD

    YOGYAKARTA — Penyusunan Raperda tentang Standardisasi Penyelenggaraan Jalan Provinsi tidak hanya mengatur aspek teknis pembangunan dan pemeliharaan jalan tapi juga pemanfaatan aset jalan secara optimal. Komisi D DPRD Provinsi Jateng menilai pengaturan tersebut dapat menjadi instrumen baru untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).