Pajak Kendaraan Masih Jadi Tumpuan NTB

1 amata1

TUKAR CENDERA MATA. Wakil Ketua DPRD Jateng Sukirman menukar cendera mata kepada Kasubag Perencanaan Sekretariat DPRD NTB Yuni Indah Budiati, di Mataram, NTB, Selasa (21/5/2019). (foto priskilla candra cahyaningtyas)

MATARAM – Guna mendukung kenaikan pendapatan asli daerah (PAD), DPRD Jateng melalui Badan Anggaran (Banggar) melakukan kunjungan kerja ke Pemprov Nusa Tenggara Barat. Pada Selasa (21/5/2019), rombongan disambut jajaran Pemprov NTB di Mataram, Ibu Kota provinsi tersebut.    

Banggar DPRD Jateng. (foto priskilla candra cahyaningtyas)

Banggar diterima Kasubag Perencanaan Sekretariat DPRD Provinsi NTB, Yuni Indah Budiati didampingi Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Bappeda, dan BPKAD.  Saat pertemuan, Wakil Ketua DPRD Jateng Sukirman mengatakan pentingnya pengelolaan potensi daerah guna meningkatkan pendapatan asli daerah tersebut. Ia lantas menanyakan konsep penggaran potensi daerah, termasuk sektor pajak kendaraan bermotor.

“Apakah masih mengandalkan pajak kendaraan bermotor? Apakah ada terobosan-terobosan lain?,” Sukirman bertanya.

RM Yudhi Sancoyo memberikan paparan.
(foto priskilla candra cahyaningtyas)

Anggota Banggar lain, RM Yudhi Sancoyo, menambahkan, dalam pengajuan anggaran dari pemerintah pusat, ada beberapa hal yang patut didiskusikan bersama agar antarprovinsi saling mendukung. Menurut dia hal itu perlu diperhatikan karena kurangnya informasi terhadap petunjuk teknis persyaratan misalnya penyampaian anggaran ke pusat. Karena itu, langkah Pemprov NTB jika berhasil sudah barang tentun Jawa Tengah bisa mengikuti dalam taraf minimal misalnya dapat mengerti situasi pengajuan anggaran.

“Teknisnya bagaimana terkait pengajuannya karena DPRD Provinsi Jateng sendiri masih kurang adanya tenaga ahli,” kata Anggota Banggar tersebut.

Menanggapi hal itu, Kasubag Perencanaan Sekretariat DPRD Provinsi NTB Yuni Indah Budiati mengakui, dalam pendapatan daerah, pihaknya masih mengandalkan pajak kendaraan bermotor (PKB). Ia juga mengatakan saat ini juga gencar mengoptimalkan pajak dari sektor pariwisata.

Sebagaimana diketahui, Provinsi NTB menjadi salah satu destinasi pariwisata nasional dengan Pulau Lombok dan Sumbawa. Namun, setelah ada bencana tsunami, pemerintah daerah berupaya keras untuk kembali menghidupkan wisata setempat.  

Soal pengajuan anggaran, lanjut Yuni, Pemprov NTB mengikuti prosedur yang ada dan sesuai dengan UU. “Kami menjalankan sebagaimana mestinya sesuai regulasi yamg diberikan dari pusat itu sendiri,” tutur Yuni. (tyas/priyanto

Berita Terkait

  • DPRD Minta KPID Tak Kurangi Muatan Siaran Lokal

    SEMARANG – DPRD Jateng menginginkan para komisioner di Komisi Penyiaran Informasi Daerah (KPID) memiliki terobosan untuk pengembangan industri penyiaran di daerah. Sejak bergulirnya UU Penyiaran maka isi penyiaran daerah (konten lokal) menjadi fokus yang wajib dilaksanakan oleh masing-masing stasiun televisi dan radio daerah.

  • MEDIA TRADISIONAL: Harus Ada Regenerasi Pelaku Kesenian Kentrung

    JEPARA – Anggota DPRD Jateng Nur Saadah berharap ada regenerasi dari pengembangan kesenian kentrung. Sekarang ini pemain kentrung masih didominasi kalangan sepuh. Karena itulah generasi muda perlu melestarikan kentrung yang sudah menjadi budaya peninggalan wali sanga. Hal itu dikemukakanya saat mengisi kegiatan Media Tradisional DPRD Jawa Tengan dengan tema : Nguri-uri Kesenian Tradisional Kentrung dengan lakon ‘’Babad Jepara’’ di Gedung MWC NU Kecamatan Bangsri, Kamis (22/9/2022).

  • Sistem Zonasi PPDB di DIY Tak Diubah

    YOGYAKARTA –  Komisi E DPRD Jateng melakukan studi banding ke Dinas Pendidikan dan Olahraga Provinsi DIY, Selasa (16/7/2024). Kunjungan dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi E Abdul Aziz diterima oleh Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Mutu Pendidikan Suci Rohmadi, serta Wakil Kepala Dispora Suhirman. Dalam acara ini, Abdul Azis menyampaikan kunjungan tersebut untuk mengetahui bagaimana pengelolaan sistem PPDB di DIY ini.

  • Sebanyak 9.000 Warga Milih Nyoblos di Luar Cilacap

    PANTAU KESIAPAN. Bambang Haryanto saat bertemu dengan M. Muhni di Kantor KPU Kabupaten Cilacap, Kamis (28/3/2019) malam. (foto ariel noviandri)  CILACAP – Sebanyak 9.000 warga memutuskan untuk menggunakan hak pilihnya saat pemilu serentak pada 17 April 2019 di luar Kabupaten Cilacap. Demikian diungkapkan oleh Komisioner KPU Kabupaten Cilacap M….