Komisi B Diskusikan Ketahanan Pangan di Kendal

IMG 20260130 WA0160

SOAL PANGAN. Komisi B DPRD Provinsi Jateng berdiskusi soal pangan di Kantor Dinas Pertanian & Pangan Kabupaten Kendal, Selasa (27/1/2026). (foto priskilla candra cahyaningtyas)

KENDAL – Di tengah ancaman krisis global dan dampak perubahan iklim, kebijakan pemerintah mengenai ketahanan pangan tetap harus dijalankan. Dari kondisi itu, Komisi B DPRD Provinsi Jateng menyambangi Kantor Dinas Pertanian & Pangan Kabupaten Kendal, Selasa (27/1/2026).

Saat berdiskusi dengan dinas, Wakil Ketua Komisi B DPRD Provinsi Jateng Endro Dwi Cahyono menyatakan ketahanan pangan sangat erat kaitannya dengan kedaulatan desa. Ia mencontohkan negara-negara eksportir pangan kini mulai membatasi pengiriman barang keluar negeri demi mengamankan stok domestik mereka.

“Indonesia adalah salah satu konsumen beras terbesar. Namun, kita dihadapkan pada tantangan besar seperti kerusakan hutan dan alih fungsi lahan. Kita harus mulai memperkuat ketahanan nasional dari level desa,” ujar Endro dihadapan jajaran Dinas Pertanian & Pangan Kabupaten Kendal.

Kepala Dinas Pertanian & Pangan Kabupaten Kendal Pandu Rapriat Rogojati mengungkapkan realita di lapangan. Saat ini, rata-rata produksi padi di Kendal masih berada di angka 5,6 ton per hektar, angka itu masih di bawah rata-rata Provinsi Jateng. Pandu juga memaparkan kerumitan data lahan yang memerlukan koordinasi intens dengan kementerian terkait. 

“Kami memiliki sekitar 23 ribu hektar Lahan Baku Sawah (LBS). Tantangannya adalah mempertahankan lahan berkelanjutan ini di tengah gempuran pembangunan. Kami terus mengupayakan insentif bagi petani yang lahannya masuk kawasan pangan berkelanjutan,” jelasnya.

Selain masalah lahan, Pandu mengeluhkan kendala birokrasi terkait tenaga penyuluh (PPL). Sejak 1 Januari, status kepemilikan PPL ditarik ke pemerintah pusat, yang menyebabkan hambatan dalam koordinasi bimbingan langsung kepada petani di daerah.

Dalam hal ini, Anggota Komisi B, Endrianingsih, menekankan pentingnya sertifikasi dan bimbingan berkelanjutan bagi petani. Menurut dia pertanian adalah solusi tunggal untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sehingga petani tidak boleh dibiarkan berjalan sendiri tanpa ilmu yang mumpuni.

Anggota Komisi B lainnya, Kadarwati, menyoroti pentingnya manajemen anggaran yang efisien untuk memenuhi kebutuhan pokok rakyat. Ia secara spesifik menanyakan langkah konkret pemerintah daerah dalam menangani hama, terutama hama tikus yang kerap merusak hasil panen petani.

“Dengan anggaran yang terbatas, pengelolaan pertanian harus tetap berjalan. Kebutuhan makan, minum, dan sandang masyarakat bergantung pada keberhasilan kita menjaga produksi pangan,” tutur Kadarwati.

Menanggapi berbagai masukan, Pandu Rapriat menjelaskan bahwa pihaknya terus melibatkan berbagai mitra kerja untuk mengkaji kembali potensi-potensi klaster pertanian. Ia juga mencontohkan kesuksesan klaster kopi pada beberapa tahun silam.

Sebagai penutup, Endro Dwi Cahyono menegaskan kembali bahwa ‘urusan perut’ rakyat adalah tanggung jawab kolektif. “Program ketahanan pangan di Jateng harus menjadi tanggung jawab semua pihak. Sinergi lintas sektor tidak bisa ditawar lagi agar kedaulatan pangan kita benar-benar terjaga,” pungkasnya. (bee/red.)

Berita Terkait

  • MEDIA TRADISIONAL: Seni Hadroh Brebes, Tradisional yang Kekinian

    BREBES – Seni Hadroh merupakan kesenian tradisional yang hampir tersebar di seluruh rumpun suku Jawa dan Melayu, terutama di daerah pesisir Indonesia. Kesenian yang berlatar belakang nilai Islami perpaduan tabuhan dan sholawatan, kini bisa berkembang dengan diisi iringan tabuhan lagu-lagu tradisional Jawa maupun Melayu dengan lagu-lagu Islami modern dan kekinian.

  • Dewan Dukung Inovasi Perkembangan Batik

    YOGYAKARTA – Industri lokal batik perlu mendapat perhatian khusus, mengingat batik merupakan produk asli Indonesia yang perlu terus dijaga kelestariannya. Dalam hal ini, Komisi B DPRD Provinsi Jateng berupaya industri lokal batik tersebut dapat berkembang di masyarakat sehingga pemasaran/ penjualannya naik signifikan.

  • MEDIA TRADISIONAL: Tari Kretek, Budaya Khas Kudus

    KUDUS – Untuk lebih memperkuat julukannya, ‘Kota Kretek,’ Kabupaten Kudus sekarang secara bertahap mengenalkan kebudayaan aslinya yakni Tari Kretek. Tari Kretek menggambarkan petani dalam aktivitasnya menanam, memetik hingga menyortir daun tembakau untuk digunakan dalam industri rokok kretek.

  • Serap Aspirasi UMK 2020, Komisi E ke Disnaker Kota Tegal

    TEGAL – Komisi E DPRD Jateng melakukan kunjungan kerja ke Dinas Tenaga Kerja Kota Tegal, Jumat (18/10/2019). Kunjungan itu dilakukan untuk mendisuksikan rencana penetapan UMP serta UMK 2020 termasuk dalam menjaring aspirasi penetapan kebutuhan hidup Layak (KHL) masyarakat di Jawa Tengah

  • Komisi D Dorong Pengurangan Sampah, Targetkan Buat Perda

    SURABAYA – Komisi D DPRD Jateng didampingi Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Jawa Tengah melakukan kunjungan kerja ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Timur, Selasa (17/06/2025), guna mendapatkan informasi tentang pengolahan limbah sampah dan B3 di Jawa Timur.  Kunjungan tersebut disambut oleh Subarja SH MSi, selaku Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Jawa Timur.