Kinerja Keuangan BPR BKK Boyolali Dipantau

Screenshot 20220812

KINERJA BPR. Komisi C DPRD Provinsi Jateng saat berdiskusi dengan jajaran BPR BKK Boyolali pada Selasa (9/8/2022) lalu membahas soal kinerja keuangan. (foto ariel noviandri)

BOYOLALI – Dalam kegiatan monitoring pengelolaan BPR BKK Boyolali, baru-baru ini, Komisi C DPRD Provinsi Jateng melihat kinerja keuangannya sudah sangat baik. Seperi disampaikan Dirut BPR BKK Boyolali Kuat Wiyono, posisi aset, dana masyarakat, dan laba pada 2021 lalu sudah tercapai 100% lebih.

Namun, ia mengakui penyaluran kredit pada tahun lalu belum mencapai 100%. Dari kondisi itu, angka non-performing loans (NPL/ kredit macet) masih cukup tinggi. 

“Tercatat sampai Juni 2022, angka NPL mencapai sebesar 6,27 persen,” katanya.

Mendengarnya, Ketua Komisi C DPRD Provinsi Jateng Bambang Haryanto Baharudin tetap mengapresiasi upaya-upaya yang telah dilakukan BPR BKK Boyolali. Ia berharap upaya berupa inovasi pelayanan dapat terus dikembangkan untuk meningkatkan kinerja keuangannya.

“Harapannya, dengan adanya peningkatan itu, maka sisi pendapatan daerah dari BPR BKK juga bisa meningkat pula,” kata Bambang.

Sebagai informasi, realisasi aset pada 2021 lalu sebesar Rp 260,28 miliar atau tercapai 104,13%, dana masyarakat sebesar Rp 219,12 miliar atau 105,12%, kredit sebesar Rp 183,37 miliar atau 99,86%, dan laba sebesar Rp 4,89 miliar atau tercapai 100,20%.

Sementara pencapaian pada 2022 ini atau hingga Juni 2022, jumlah aset sebesar Rp 254,60 miliar atau 98,39%, dana masyarakat Rp 219,12 miliar atau 97,24%, kredit Rp 200,87 miliar atau 106,76%, dan laba Rp 1,61 miliar atau 100,11%.

Dalam kegiatan monitoring itu, juga dihadiri Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Jateng Eddy Sulistyo Bramiyanto. (ariel/priyanto)

Berita Terkait

  • 2018, Aset BPR BKK Kendal Tumbuh 8,7 Persen

    KENDAL – Komisi C DPRD Jateng mengapresiasi kinerja BPR BKK Kabupaten Kendal yang baik selama 2018. Tercatat secara tahunan (Year on Year) aset bertumbuh 8,7 persen, dana masyarakat 10,4 persen dan kredit 14,4 persen. Keuntungan yang digapai juga tumbuh signifikan sebesar 17,4 persen.

  • Persoalan Limbah di Tegal Jadi Sorotan

    TEGAL – Dalam rangka penyusunan Raperda Pengelolaan Limbah Domestik Regional, Komisi D DPRD Provinsi Jateng melakukan penguatan data dan informasi ke beberapa daerah, salah satunya Kota Tegal. Kota yang berada di pantura itu dipilih karena selama ini sudah memiliki instalasi pengolahan lumpur tinja (IPLT), termasuk kendala yang dihadapi dalam pengelolaannya.

  • Sistem Rooftop di Bali Jadi Contoh ‘Listrik Mandiri’ Jateng

    DENPASAR – Pemasangan teknologi rooftop (atap) panel surya dapat menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan listrik di rumah-rumah. Sistem pembangkit listrik surya (PLTS) atas itu menjadi pembahasan menarik saat Bapemperda DPRD Jateng berkunjung ke Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) ESDM Bali, Selasa (21/5/2019), yang ingin memperkaya data dalam pengkajian Raperda Ketenagalistrikan.

  • PPKM Level 3 di DIY Jadi Pembahasan Pansus Penanggulangan Covid-19

    YOGYAKARTA – Panitia Khusus (Pansus) Penanggulangan Covid-19 DPRD secara marathon terus melakukan penajaman terkait penanganan Covid-19 di Provinsi Jawa Tengah, Jumat (26/11/2021). Bertempat di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DI Yogyakarta, Ketua Pansus A Baginda Muhammad Mahfuz menguraikan secara panjang lebar penanganan pandemic di Jateng termasuk mempertanyakan kesiapan DIY dalam penerapan PPKM level 3 saat Natal dan Tahun Baru 2022.