Kejar Target Cakupan Vaksinasi di Demak

WhatsApp Image 2022 02 25 at 00.42.44

PERTEMUAN BERSAMA : Komisi E DPRD Jateng melakukan pertemuan dengan Bupati dan Wabup Demak mengenai upaya vaksinasi.(foto : ervan ramayudha)

DEMAK – Komisi E DPRD Jateng tengah memantau pelaksanaan vaksinasi di sejumlah daerah. Kamis (24/2/2022), mereka berkunjung ke Demak dengan diterima langsung Bupati Eisti’anah dan Wakil Bupati Ali Makhsun beserta jajarannya di Ghradika Bakti Praja.

Wakil Ketua Komisi E Abdul Aziz mengutarakan, kunjungan itu bermaksud untuk mengetahui cakupan vaksinasi untuk dosisi I sampai III (booster). Secara keseluruhan, lanjut dia, cakupan vaksinasi di Jateng masih rendah.  

“Kami dari Komisi E ingin mendapatkan informasi sampai berapa besar cakupan vaksinasi di Demak. Terlebih sekarang ini masuk PPKM level 3,” ucapnya selaku pimpinan rombongan.  

Dalam sambutannya, Bupati Eisti’anah menjelaskan, kasus Covid-19 dalam beberapa hari ini ada kecenderungan naik. Mengenai vaksinasi, pihaknya bersinergi dengan Forkompinda untuk mempercepat vaksinasi. Harapannya ketersediaan vaksin untuk dosis I dan II tercukupi, dengan demikian pihaknya tinggal mempercepat upaya vaksinasi terutama di desa-desa.

Per 23 Februari 2021, untuk dosis vaksinasi tahap pertama di Demak telah mencapai 87,97 % dan vaksinasi tahap kedua telah mencapai 73,71%. Sementara untuk lansia, lanjut bupati,   vaksinasi tahap pertama mencapai 72,99 % dan vaksinasi tahap kedua masih ada sekitar 1.200 lansia yang masih belum karena keterbatasan stok vaksin. Untuk vaksinasi dosis anak kita lakukan pertanggal 23 Feb. Kemarin dan telah mencapai 95,05% dan untuk vaksinasi tahap kedua dosis anak telah mencapai 77,16%.

“Jadi saat ini kendala yang ada di Demak adalah vaksinasi dosis kedua lansia. Demak sendiri saat ini masih 58,53% dan untuk mencapai level yang lebih rendah lagi kita harus diatas 60% dan inilah yang saat ini menjadi kendalan kita dan kami dari Pemkab Demak telah berkoordinasi dengan POLRI, TNI,” ucapnya.

Dalam sesi tanya jawab anggota Komisi E Messy Widiastuti menanyakan soal, bagaimana usaha yang telah dilakukan dalam mengatasi warga yang abai dan pengawasaannya seperti apa, untuk lansia yang indikator vaksinasinya telah mencapai 70% tapi masih banyak belum divaksin usaha nya seperti apa, penyebabnya apa yang menyebabkan hasil PCR seseorang terpapar Covid-19 Menjawab hal itu, Bupati menjelaskan, perihal pengawasan warga yang abai akan protokol kesehatan dengan gencar melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.(ervan/priyanto)

Berita Terkait

  • Komisi B Tertarik Budi Daya Umbi Porang

    MADIUN – Umbi porang tengah menjadi incaran pasar ekspor, mengingat memiliki banyak khasiat terutama bisa menjadi salah satu bahan dasar produk kecantikan. Karena itu budi daya tanaman porang pun menjadi idola bagi petani.

  • Solidaritas melalui Kerelawanan PMI Terus Digaungkan

    SEMARANG – Ketua Komisi E Abdul Hamid Bersama anggota Komisi D Moh Ikhsan menghadiri peringatan Hari Relawan PMI 2022 tingkat Jateng di Halaman Kantor Gubernur , Jl Pahlawan, Kota Semarang, Senin (26/12/2022). Pada peringatan itu dilakukan apel para sukarelawan PMI dari 35 kabupaten/kota dengan inspektur Gubernur Ganjar Pranowo. Pada tahun ini mengangkat tema “Solidaritas melalui Kerelawanan”.

  • MEDIA TRADISIONAL: Tari Pesantenan, Gambaran Cikal Bakal Pati

    PATI – Tari Pesantenan dipentaskan dalam kegiatan Media Tradisional (Metra) di Sanggar Paringga Jati Raras, Desa Semampir, Kecamatan Pati, Sabtu (3/9/2022). Drama Tari Pesantenan merupakan tarian sejarah yang menggambarkan berdirinya Kadipaten Pati. Tarian tersebut menceritakan tentang peperangan dan babat hutan untuk memperluas wilayah Kadipaten Pati. Bahkan aktivitas masyarakat juga digambarkan dalam tarian pesantenan tersebut.

  • Perlu Peran Masyarakat Cegah Konflik Sosial

    UNGARAN – Ketua DPRD Provinsi Jateng Bambang Kusriyanto bersama Ketua Komisi D DPRD Alwin Basri, Anggota Komisi B DPRD Sholeha Kurniawati, dan Anggota Komisi A DPRD Soetjipto menghadiri dialog kegiatan peningkatan kapasitas masyarakat sipil dalam penyelesaian konflik sosial. Dialog yang digelar, Senin (29/3/2021), di Gedung Paud & Dikmas Jateng di Kabupaten Semarang itu mengambil tema ‘Melalui Koordinasi & Sinergitas, Kita Tingkatkan Peran Aktif Masyarakat untuk Mencegah Konflik Sosial.’