Jalan Rusak sampai RTLH Jadi Perhatian Komisi D

20210913130818 IMG

RAPAT KERJA: Komisi D melakukan rapat kerja dengan dinas mitra kerja terkait rencana akhir RKPD TA 2022 di ruang rapat komisi.(foto: teguh prasetyo)

GEDUNG BERLIAN – Komisi D DPRD Jateng mengadakan rapat kerja dialog interaktif pembahasan rumusan rencana Akhir Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) TA. 2022, Senin (13/9/2021).

Rapat dilaksanakan bersama Dinas PU Bina Marga dan Ciptakarya, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, dan Biro Perekonomian Provinsi Jawa Tengah.

Ketua Komisi D Alwin Basri menggarisbawahi program yang akan direncanakan harus sejalan dengan percepatan pertumbuhan ekonomi dan penurunan angka kemiskinan.

Oleh karena itu, Dinas Bina Marga banyak melibatkan masyarakat terhadap kegiatan padat karya berupa upaya perawatan jalan dilakukan oleh masyarakat sehat miskin. Dengan dipekerjakan oleh dinas dengan mengacu pada UMR, yang disebut dengan inovasi Mas Bima.

“Selain itu, peningkatan jalan, perlu mengacu pada prioritas yang lebih mendukung pada pertumbuhan ekonomi. Jalan yang dirasa tidak bisa meningkatkan perekonomian maka bisa dialihkan pada yang lebih prioritas,” jelas anggota Fraksi PDI Perjuangan itu.

Dia berharap Dinas Bina Marga mengambil prioritas untuk menjaga kondisi jalan dalam keadaan baik. Dengan anggaran Rp 811 miliar tidak ada alasan kondisi jalan di Jawa Tengah rusak.

“Tetap fokus pada kondisi jalan tetap stabil agar tidak ada keluhan lagi dari masyarakat bahwa mereka terjebak pada lubang dan terjebak pada kerusakan jalan,” ungkapnya.

Seusai pembahasan dengan Dinas Permukiman Rakyat, Wakil Ketua Komisi D Hadi Santoso menyampaikan, pihaknya mendiskusikan mengenai intervensi pemerintah provinsi dalam mengatasi masalah kemiskinan masyarakat. Data dari BPS ada kenaikan angka kemiskinan dari 11 menjadi 13 persen di Jawa Tengah.

“Maka kami berharap Dinas Perakim, melakukan intervensi kepada masyarakat yang prioritas miskin. Dari catatan dinas Perakim ada 1,6 juta masyarakat miskin tidak memiliki rumah layak huni, maka tahun 2022 kita rencana mengintervensi 11.632 rumah,” jelasnya.

Pihaknya berharap, masyarakat miskin tersebut menjadi prioritas. Tidak lagi berdasarkan pembagian satu desa tiga RTLH, tetapi sesuai dengan prioritas masyarakat miskin yang membutuhkan. Sehingga target penurunan kemiskinan benar-benar terasa.

“Syukur kalau kemudian ini nanti terintegrasi dengan pemasangan listrik gratis dinas esdm yang akan kita bahas besok,” ungkap anggota Fraksi PKS DPRD Jateng itu.(teguh/priyanto)

Berita Terkait

  • Dapat Masukan DIY, Sistem Kesehatan dengan Herbal

    Ahmadi. (foto priskilla candra cahyaningtyas) YOGYAKARTA – Komisi E DPRD Jateng berkunjung ke Kantor Dinas Kesehatan Provinsi DIY, Jumat (29/3/2019), untuk mendesain sistem kesehatan provinsi dengan prinsip pelayanan kesehatan yang meringankan masyarakat. Saat berdialog, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Provinsi DIY Berty mengatakan sistem pengembangan…

  • Pelatihan Kerja di BLK Perlu Sesuaikan dengan UU Cipta Kerja

    YOGYAKARTA – Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah terus mendalami materi terkait Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Ketengakerjaan. Dalam upaya penguatan tersebut, dewan berkunjung ke Balai Latihan Kerja dan Pengembangan Produktivitas (BLKPP) Provinsi Yogyakarta pada Selasa, (14/12/2022). Turut hadir Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah.

  • Pentingnya Komitmen Jateng dan Jabar Tangani Sungai Babakan

    CIREBON – Penanganan Sungai Cisanggarung dan Babakan perlu kolaborasi antara Pemprov Jawa Tengah dengan Jawa Barat. Peran Kementerian Pekerjaan Umum terutama Direktorat Jenderal (Ditjen) Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) juga sangat vital terutama guna mencegah serta menanggulangi banjir luapan kedua sungai itu.

  • Materi Raperda Perpustakaan Perkuat Fungsi Digitalisasi

    SRAGEN – Komisi A DPRD Jateng berharap sekali perda dari penyelenggaraan perpustakaan ini nanti setelah disahkan bisa bermanfaat untuk masyarakat terutama dalam pengayaan keliterasian. Komisi yang membidangi masalah pemerintahan daerah sedang mencari masukan dan data untuk nantinya masuk dalam materi raperda perubahan dari Perda No 1/2014.

  • Komisi D Jajaki Pengelolaan Angkutan Umum Massal Kota Cirebon

    CIREBON – penggalian data dan informasi terus dilakukan Komisi D DPRD Prov. Jawa Tengah, baru baru ini. Rombongan dewan melakukan studi banding terkait pengelolaan angkutan umum massal dan Program Salud (Sadar Lalu Lintas Usia Dini) di Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cirebon, Provinsi Jawa Barat (3/6/2022).