Dipantau, Peternakan Sapi Perah Sistem Semi Tertutup

4

SAPI PERAH. Komisi B DPRD Provinsi Jateng saat memantau peternakan sapi perah di PT Agri Jaya Prima Sukses yang mengelola peternakan dengan sistem semi tertutup di Desa Curugrendeng Kecamatan Jalancagak Kabupaten Subang Provinsi Jabar, Selasa (4/2/2020). (foto muhammad faiz fuadi)

SUBANG – Untuk lebih mengembangkan peternakan sapi perah, Komisi B DPRD Provinsi Jateng berkunjung ke PT Agri Jaya Prima Sukses yang mengelola peternakan dengan sistem semi tertutup di Desa Curugrendeng Kecamatan Jalancagak Kabupaten Subang Provinsi Jabar, Selasa (4/2/2020). Saat bertemu dengan pihak managemen perusahaan, Ketua Komisi B DPRD Provinsi Jateng Sumanto mengatakan pengelolaan peternakan dengan sistem tersebut sangat baik sehingga pantas untuk ditiru.

“Kami ingin melihat dan mengetahui pengelolaan sapi perah yang dikelola perusahaan agar menjadi masukan dalam pengelolaan sapi perah yang ada di Jateng,” kata Politikus PDI Perjuangan itu sembari menambahkan sistem tersebut bisa diterapkan karena di Provinsi Jateng memiliki banyak daerah dataran tinggi yang kondisinya sama seperti lokasi perusahaan ini.

Sementara, Wakil Ketua Komisi B DPRD Provinsi Jateng Sri Maryuni menanyakan perihal efek pencemaran lingkungan. “Bagaimana Perusahaan mengelola limbah dari proses peternakan sapi perah. Hal itu sering kali menjadi kendala di Jateng,” kata legislator dari Fraksi PAN itu.

Menanggapi hal itu, Manager Farm PT Agrijaya Prima Sukses Supriyono mengatakan sapi perah yang dikelola oleh perusahaan mencapai 1.000 ekor dalam 305 hari. Satu ekor sapi rata-rata memproduksi per harinya 26 kg susu sapi.

“Jika perusahaannya adalah proyek jangka panjang, karena bibit semuanya impor, kami mencoba ke depan bisa menghasilkan sapi perah dengan kualitas yang hampir sama dengan sapi-sapi yang didatangkan dari luar negeri,” kata Supriyono.

Ia menyarankan pengelolaan sapi perah sebaiknya di dataran tinggi karena sapi kebanyakan lebih nyaman di suhu yang agak dingin. Perusahaan mengelola sapi dengan sistem semi tertutup yakni dengan menggunakan blower atau kipas angin agar sapi merasa nyaman. Ketika sapi nyaman, maka dia akan mengeluarkan susu yang berkualitas dan banyak.

“Dalam mengelola limbah, kami membuat saluran yang jauh dari lingkungan warga. Namun, seringkali angin menuju ke arah lingkungan warga sehingga kami dari perusahaan mengeluarkan biaya kompensasi untuk warga yang terkena dampak limbah secara langsung dari perusahaan,” ungkapnya. (faiz/ariel)

Info Lainnya

  • Pentingnya Semangat Relawan dalam Kegiatan ‘Jogo Kali’

    KARANGANYAR – Ketua DPRD Provinsi Jateng Sumanto mengumpulkan seluruh sukarelawan Jogo Kali Karangayar dalam kegiatan rapat koordinasi tindak lanjut usai penanaman pohon, baru-baru ini. Pada kesempatan itu, ia mengingatkan bahwa merawat dan menjaga tanaman yang telah ditanam adalah tugas utama dari sukarelawan Jogo Kali

  • DPRD Jateng Terima Kritik Mahasiswa atas Program Pemerintah

    GEDUNG BERLIAN – DPRD Provinsi Jateng menyatakan siap mengawal aspirasi sekitar 300 mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) yang menggelar aksi unjuk rasa di Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Senin (24/8/2026). Aspirasi tersebut disampaikan dalam aksi bertajuk ‘Seruan Aksi Diponegoro Melawan’ yang berlangsung dengan orasi dan dialog antara mahasiswa dan wakil rakyat

  • PEPARPEDA 2026: Ajang bagi Atlet Muda Paralimpik

    BUKA PARALIMPIK. Peparpeda Jateng 2026 resmi dibuka di Kota Surakarta, Jumat (21/8/2026). (foto teguh prasetyo) SURAKARTA — Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (Peparpeda) Jateng 2026 resmi dibuka di Kota Surakarta, Jumat (21/8/2026) malam. Ajang itu menjadi ruang bagi atlet-atlet muda paralimpik…

  • Raperda Standarisasi Jalan Butuh Rekomtek dari Kemen PU

    JAKARTA – Komisi D DPRD Provinsi Jateng mendatangi Ditjen Bina Marga Kemen PU, Rabu (19/8/2026). Kedatangan dewan terkait rekomendasi teknik draft Raperda tentang Penyelenggaraan Standarisasi Jalan Provinsi sebagai syarat mengajukan fasilitasi kepada Direktur Produk Hukum Daerah Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri