Capaian Kerja BPR BKK Lasem Tunjukkan Tren Positif

540b72de 113b 4be1 b4d6 5ca693ff85c4

KINERJA KEUANGAN. Komisi C DPRD Provinsi Jateng berdiskusi dengan PT. BPR BKK Lasem mengenai kinerja pengelolaan keuangan pada 3 Oktober lalu. (foto erpan)

REMBANG – Kinerja PT BPR BKK Lasem mampu membukukan pendapatan yang menggembirakan. Komisi C DPRD Jateng pun memberikan apresiasinya atas pencapaian kinerja bank pelat merah milik Pemprov Jateng itu.

Ketua Komisi C Bambang Hariyanto mengemukakan, pada sisi kinerja keuangannya cukup bagus karena semua menunjukkan capaian positif. Pun bila ada kekurangan, dinilai bentuk efisiensi kinerja. Terlebih lagi BPR BKK Lasem mampu memberi konstribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD). Terbukti pada laporan keuangan tiap semester mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Bahkan, dari sisi rasio keuangan juga dinyatakan sehat sesuai dengan indikator yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangn (OJK).

“Kaitannya dengaan salah satu fungsi BUMD kita adalah berkonstribusi terhadap pertumbuhan ekonomi. APBD kita sekarang ini lebih fokus pada pemulihan ekonomi,” ucapnya.

Dalam paparannya, Direktur Utama PT BPR BKK Lasem Mokh Suwarno menyebutkan, kinerja perbankan selama dua tahun dari nilai aset pada 2020 sebesar Rp 658,2 milliar, pada 2021 bertambah menjadi Rp 692,4 miliar. Ada kenaikan Rp 34 miliar.

Mengenai dana yang dihimpun dari masyarakat, pada 2020 sebesar Rp 581 miliar dan pada 2021 menjadi Rp 613 atau ada kenaikan Rp 31,6 miliar. Selanjutnya turut dipaparkan penyaluran kredit pada 2020 sebesar Rp 480 miliar. Dan sampai Desember 2021 sebesar Rp 502 miliar. Untuk laporan total pendapatan dari Rp 77 miliar (2020) ada kenaikan sedikit pada angka Rp 78 milliar (2021).

PT BPR BKK Lasem, lanjut Suwarno, merupakan konsorsium antara Pemprov Jateng dengan Pemkab Rembang. Persentase modal yang disetor 51% (Pemprov Jateng) senilai Rp 16,1 miliar dan 49% (Pemkab Rembang) senilai Rp 14,7 miliar. Saat ini, sudah memiliki kantor kas di antaranya di Kecamatan Kaliori. (ervan/priyanto)

Info Lainnya

  • DPRD Jateng Dukung Program ‘Revola Jateng Optimis’

    BANJARNEGARA – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Setya Ari Nugroho mendukung Program Revolusi Lahan atau ‘Revola Jateng Optimis,’ yang digulirkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Menurut dia program yang bertujuan menghidupkan sejumlah lahan tidur yang sudah bertahun-tahun menjadi kembali produktif merupakan langkah tepat guna mendorong pertumbuhan ekonomi di masyarakat

  • Dipantau, Revitalisasi Jembatan Dengkeng Klaten

    KLATEN – Perbaikan Jembatan Dengkeng di Kecamatan Cawas Kabupaten Klaten penting untuk menjaga konektivitas dan kelancaran mobilitas masyarakat di jalur Karangwuni hingga batas Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta. Infrastruktur yang menjadi penghubung antarwilayah tersebut kini mulai direvitalisasi dengan pembangunan jembatan baru

  • Komisi E Pantau Kualitas Belajar Mengajar di SMA 1 Kedungwuni

    KAJEN – Komisi E DPRD Provinsi Jateng menyoroti kualitas proses belajar mengajar sekaligus memastikan lingkungan sekolah tetap aman bagi peserta didik. Hal itu menjadi fokus Komisi E ke SMA Negeri 1 Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Senin (10/8/2026), untuk menggali masukan, data, dan informasi pendidikan di wilayah kerja Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII

  • Penyelenggaraan Jalan Provinsi Jateng Perlu Regulasi Lebih Tegas

    SUKOHARJO – Tingginya mobilitas masyarakat, meningkatnya beban angkutan logistik, dan kebutuhan menjaga kualitas ribuan kilometer jalan provinsi menjadi alasan Komisi D DPRD Provinsi Jateng mendorong lahirnya regulasi baru tentang penyelenggaraan jalan. Aturan itu dinilai penting untuk memastikan pengelolaan jalan lebih terarah, berkelanjutan, sekaligus memperjelas kewenangan antarinstansi