Bandara NYIA Dorong Pariwisata Joglosemar

1 abandara1

LIHAT GAMBAR : Ketua Komisi D Alwin Basri melihat gambar pengembangan Bandara NYIA di Kulonprogo, DIY.(foto: ayuandani)

KULONPROGO – Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah mengunjungi Bandara Kulonprogo atau dikenal dengan New Yogyakarta International Airport (NYIA), di Kabupaten Kulonprogo, Provinsi DI Yogyakarta, Selasa (22/12/2020). Bandara yang dinilai dapat mendorong perkembangan pariwisata di Yogyakarta dan Jawa Tengah ini memiliki kapasitas menampung penumpang sangat besar yakni 14 juta orang per tahun.

Hal itu disampaikan, Ketua Komisi D Alwin Basri saat memimpin rombongan melihat operasional bandara di tengah pandemi Covid-19. Ia mengatakan Bandara NYIA ini akan terintegrasi dengan berbagai moda transportasi lainnya, seperti jalur kereta cepat dan akses jalan tol yang akan saling terhubung ke bandara.

Alwin mengatakan, rencananya pembangunan Jalan Tol Solo-Yogyakarta-Bandara NYIA yang merupakan jalan penghubung antara Provinsi Jawa Tengah dengan Yogyakarta sudah dalam tahap pembangunan konstruksi. Tol tersebut akan melintasi kawasan strategis pariwisata nasional yang menjadi salah satu destinasi super prioritas yaitu Candi Borobudur.

“Jaringan Jalan tol ini akan menjadi bagian dari jaringan jalan tol trans jawa yang bertujuan untuk meningkatkan perekonomian nasional melalui peningkatan perekonomian di Pulau Jawa, salah satunya Jawa Tengah dan Yogyakarta. Kami berharap pembangunan jalan tol cepat selesai sehingga pariwisata Jawa Tengah dan DIY setelah pandemi ini dapat meningkat,” kata Politikus PDI Perjuangan itu.

Senada dengan Alwin, General Manager NYIA Taochid Purnomo Hadi mengatakan, pembangunan Jalan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA diyakini akan memberikan kontribusi signifikan bagi peningkatan perekonomian masyarakat pada segitiga emas sektor pariwisata Joglosemar (Yogyakarta, Solo, Semarang).

“Nantinya Jalan Tol Solo – Yogyakarta – NYIA Kulonprogo dirancang sepanjang 96,57 kilometer, melintasi dua provinsi di Jawa Tengah sepanjang 35,64 kilometer, dan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta sepanjang 60,93 kilometer,” kata dia.(ayu/priyanto)

Berita Terkait

  • Komisi D Dorong Pengurangan Sampah, Targetkan Buat Perda

    SURABAYA – Komisi D DPRD Jateng didampingi Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Jawa Tengah melakukan kunjungan kerja ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Timur, Selasa (17/06/2025), guna mendapatkan informasi tentang pengolahan limbah sampah dan B3 di Jawa Timur.  Kunjungan tersebut disambut oleh Subarja SH MSi, selaku Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Jawa Timur.

  • Turun 0,81%, Purbalingga Terus Lakukan Terobosan Penurunan Kemiskinan

    PURBALINGGA – Komisi D DPRD Jateng melakukan kunjungan ke Kantor Bupati Purbalingga guna mengetahui upaya pemerintah guna pengentasan warga dari kemiskinan, Senin (17/2/2025). Turut hadir juga dalam diskusi tersebut para perwakilan dari beberapa OPD di antaranya Dispermasdes, Disperkim, Dinas PU, Diskominfo, Disperindag, Dinsos, Biro Perekonomian, dan Biro Akbang, adapun dari Provinsi Jateng hadir Disperkim dan ESDM.

  • Sarpras SMAN 2 Boyolali Belum Memadai

    BOYOLALI – Komisi E DPRD Jateng kembali memonitoring sarana dan prasarana (sarpras) di tiap sekolah, yang kali ini berkunjung ke SMAN 2 Boyolali, Jumat (23/8/2019). Disana, rombongan dewan diterima langsung oleh Kepala Sekolah SMAN 2 Boyolali Bambang Prihantoro bersama jajarannya.

  • Persoalan Limbah di Tegal Jadi Sorotan

    TEGAL – Dalam rangka penyusunan Raperda Pengelolaan Limbah Domestik Regional, Komisi D DPRD Provinsi Jateng melakukan penguatan data dan informasi ke beberapa daerah, salah satunya Kota Tegal. Kota yang berada di pantura itu dipilih karena selama ini sudah memiliki instalasi pengolahan lumpur tinja (IPLT), termasuk kendala yang dihadapi dalam pengelolaannya.