Jateng Kenalkan Produk UKM di Palembang

1 aekspo3

FOTO BERSAMA. Komisi B bersama Dinas Koperasi-UMKM dan Dekranasda Jateng serta Pemprov Sumsel berfoto bersama.(Foto: Dewi Sekarsari)

PALEMBANG – Komisi B DPRD Jateng menghadiri rangkaian acara pembukaan dan penutupan Jateng UKM Expo 2019 di Atrium Palembang Indah Mall, Minggu (10/11/2019).

Ekspo yang digelar selama tiga hari itu diselenggarakan oleh Dinas Koperasi-UKM serta Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jateng bekerja sama dengan Pemprov Sumatera Selatan.

Wakil Ketua Komisi B Sri Marnyuni (tengah)

Wakil Ketua Komisi B Sri Marnyuni mengatakan, DPRD menyambut baik terobosan yang dilakukan Pemprov Jateng untuk mengenalkan sekaligus memasarkan produk-produk UKM ke luar daerah dalam hal ini Sumatera Selatan.

“Banyak UKM yang digelar di sini, dari batik Klaten dan Kudus di pamerkan dalam acara peragaan busana. Hal ini salah satu cara untuk menarik minat konsumen,” ucap politikus PAN itu.

Anggota Komisi B melihat hasil krajunan UMKM

Kegiatan ini sekaligus memperkenalkan budaya Jawa Tengah untuk masuk ke Sumatera Selatan. Dinas Koperasi Sumsel memfasilitasi dan mengajak sejumlah 65 UKM, di antaranya lima dari Palembang dan 60 dari Jateng. Produk yang dipamerkan dari makan, minum, batik dan busana, bordir tenun, tas dan sepatu.

Sementara, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jateng Ema Rachmawati menyatakan, atas nama masyarakat dan Pemprov Jateng mengucapkan banyak terima kasih kepada masyarakat Palembang dan Sumatera Selatan. Kegiatan ekspo itu selain memperkenalkan budaya, bisnis juga terpenting adalah mempererat tali silaturahmi dan kerja sama antarprovinsi.

Pelaksanaan kegiatan pameran ini dikunjungi 4.500 selama tiga hari, dari target 2.500 pengunjung yang ternyata dapat melebihi target.

“Terima kasih kepada segenap dan seluruh OPD yang memfasilitasi dan bekerja sama,” ucap dia Ema yang juga menjadi Ketua Pelaksana Ekspo.

Dengan adanya Jateng Expo, lanjut diam, jadi ajang tukar kreativitas dan produksi barang di provinsi masing-masing. Kreativitas yang dihasilkan ciri khas serta keunikan dari daerah dengan sentuhan kreativitas yang tinggi.

Ketua Dekranasa Sumsel Hj Feby Deru juga berterima kasih sudah berkenan memilih Sumsel untuk kegiatan Jateng Expo.

Pemprov Sumsel juga berusaha untuk lebih memajukan hasil produk UKM yaitu dari songket yang sudah terkenal di tingkat nasional maupun internasional. Hal ini tentu kerja sama sinergi pihak perkembangan dan pembinaan UMKM. Dengan memanfaatkan tenaga ilmu pengetahuan dan teknologi hasil yang di dapat hampir sama. “saya apresiasi batik dari Jateng,” imbuhnya.(dewi/priyanto)

Info Lainnya

  • Perlu, Penguatan Pengawasan Pesantren Ramah Perempuan & Anak

    JAKARTA – Meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di lingkungan pesantren menjadi alasan Komisi E DPRD Provinsi Jateng mendatangi Kantor Kementerian Agama RI, Kamis (23/7/2026). Langkah itu ditempuh untuk memastikan kebijakan perlindungan santri tidak berhenti pada regulasi tapi benar-benar berjalan efektif di setiap pesantren.

  • Destinasi Wisata Terintegrasi Potensi Alam Perlu Diperbanyak

    BANDUNG – Provinsi Jateng membutuhkan model pengelolaan destinasi wisata yang mampu mengintegrasikan potensi alam, masyarakat, dan investasi agar mampu bersaing dengan daerah lain. Untuk itu, Komisi B DPRD Provinsi Jateng memilih mempelajari pengelolaan Floating Market Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (23/7/2026), yang dinilai berhasil mengembangkan wisata berbasis perairan secara berkelanjutan

  • Dikonsultasikan, Dana Cadangan Pilkada ke Kemendagri

    JAKARTA — Komisi A DPRD Provinsi Jateng mewanti-wanti potensi ledakan anggaran pada gelaran Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2029. Mengacu pada pengalaman sebelumnya, total kebutuhan dana untuk menyokong pesta demokrasi lima tahunan di Jateng diperkirakan tembus hingga Rp 2,2 triliun.  

  • Penting, Akuntabilitas Tata Kelola Pemerintah Desa

    SEMARANG — Komisi A DPRD Provinsi Jateng mendorong pemerintah desa di seluruh Jateng untuk memperbaiki tata kelola perencanaan dan evaluasi anggaran desa. Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jateng Putro Negoro Rekthosetho menegaskan bahwa indikator keberhasilan pembangunan nasional sangat ditentukan sejauh mana pemdes mampu mengelola anggarannya secara terbuka dan berintegrasi.