Dewan Kunjungi BKK Jateng Cabang Salatiga

01 kom C BKK SALATIGA

BAHAS KINERJA. Komisi C DPRD Jateng saat berdialog dengan jajaran PT BKK Jateng Cabang Salatiga, Jumat (23/8/2019), membahas soal kinerja perbankan. (foto sunu andhy purwanto)

SALATIGA – Komisi C DPRD Jateng meminta PT BKK Jateng segera berbenah paska konsolidasi. Menurut Anggota Komisi C Ahmad Ridwan pembenahan itu internal maupun eksternal seperti efisiensi di berbagai sektor, pengawasan yang terus menerus hingga meningkatkan kordinasi dengan Badan Pengelola Pendapatan Daerah (BPPD) agar dapat menampung setoran pajak kendaraan bermotor.

“Setelah menjadi PT BKK Jateng, Komisi C berharap ke depan kinerjanya semakin bagus dan menghasilkan PAD yang lebih proporsional (lebih besar),” jelas Ridwan, saat memimpin kegiatan monitoring Komisi C ke PT BKK Jateng Cabang Salatiga, Jumat (23/8/2019).

Anggota Komisi C Bambang Eko Purnomo menambahkan memang hanya 27 dari 29 BKK di Jateng yang digabung menjadi PT BKK Jateng, karena berdasarkan due diligence, 2 BKK (Klaten dan Temanggung) ada kerugian sekitar 7 miliar. “Supaya PT BKK Jateng ini bisa lebih bagus operasionalnya dan tidak terbebani oleh dua BKK itu,” simpul Politikus Partai Demokrat yang akrab disapa BEP itu.

Lebih lanjut, BEP minta pengurus PT BKK Jateng segera menetapkan kantor pusatnya yang dapat dibanggakan. “Terakhir, kami minta Pak Kusnanto (Dirut PT BKK Jateng) untuk koordinasi dengan Samsat agar setoran pajak kendaraan bermotor bisa lewat BKK ini,” sarannya.

Senada, Anggota Komisi C Sarwono menambahkan BKK dulu banyak yang selalu merugi, terutama akibat pengawasan yang lemah. “Maka, ke depan pengawasan wajib ditingkatkan ya. Jangan sampai kecolongan lagi,” pinta Legislator PDI Perjuangan itu.

Bagi Anggota Komisi C Mustholih, setelah digabung dan ditambahi modal, maka PT BKK Jateng tidak boleh lagi ada fraud (salah kelola maupun penyimpangan). “Masyarakat tahunya BKK makin profesional dan uang mereka tidak hilang jika disimpan di BKK tapi malah bertambah,” tegas Politikus PAN itu.

Maria Tri Mangesti menanyakan nasib 2 BKK yang ditinggal (tidak diikutkan dalam Perseroda/ konsolidasi), bagaimana nasabahnya, uang mereka sudah dikembalikan apa belum. “Kami (Komisi C) minta laporan Biro Perekonomian karena sampai hari ini tidak ada laporan karena apa pun ada tanggungjawab Pemprov Jateng di kedua BKK tersebut,” tutur Anggota Komisi C dari Fraksi PDI Perjuangan itu.

Menanggapi Komisi C, Dirut PT BKK Jateng Kusnanto siap melaksanakan semua saran dan meminta dukungan Komisi C. “Kami paska konsolidasi juga menyiapkan produk-produk baru, termasuk untuk BUMDes-BUMDes di pedesaan. Juga, tekad kami untuk berkontribusi yang lebih proporsional terhadap PAD Jateng,” janjinya.

Berdasarkan laporan Manager Cabang PT BKK Jateng Salatiga Sariyati pada 2019 lalu pihaknya berhasil membukukan aset Rp 34,48 miliar (2018 Rp 40,27 miliar), dana masyarakat Rp 27,43 miliar, dan disalurkan sebagai pinjaman Rp 31,20 miliar. Biaya operasionalnya tinggi 94% (2018 sangat tinggi, 151%) dan merugi Rp 2,72 miliar. (sunu/ariel)

Info Lainnya

  • Pentingnya Semangat Relawan dalam Kegiatan ‘Jogo Kali’

    KARANGANYAR – Ketua DPRD Provinsi Jateng Sumanto mengumpulkan seluruh sukarelawan Jogo Kali Karangayar dalam kegiatan rapat koordinasi tindak lanjut usai penanaman pohon, baru-baru ini. Pada kesempatan itu, ia mengingatkan bahwa merawat dan menjaga tanaman yang telah ditanam adalah tugas utama dari sukarelawan Jogo Kali

  • DPRD Jateng Terima Kritik Mahasiswa atas Program Pemerintah

    GEDUNG BERLIAN – DPRD Provinsi Jateng menyatakan siap mengawal aspirasi sekitar 300 mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) yang menggelar aksi unjuk rasa di Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Senin (24/8/2026). Aspirasi tersebut disampaikan dalam aksi bertajuk ‘Seruan Aksi Diponegoro Melawan’ yang berlangsung dengan orasi dan dialog antara mahasiswa dan wakil rakyat

  • PEPARPEDA 2026: Ajang bagi Atlet Muda Paralimpik

    BUKA PARALIMPIK. Peparpeda Jateng 2026 resmi dibuka di Kota Surakarta, Jumat (21/8/2026). (foto teguh prasetyo) SURAKARTA โ€” Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (Peparpeda) Jateng 2026 resmi dibuka di Kota Surakarta, Jumat (21/8/2026) malam. Ajang itu menjadi ruang bagi atlet-atlet muda paralimpik…

  • Raperda Standarisasi Jalan Butuh Rekomtek dari Kemen PU

    JAKARTA – Komisi D DPRD Provinsi Jateng mendatangi Ditjen Bina Marga Kemen PU, Rabu (19/8/2026). Kedatangan dewan terkait rekomendasi teknik draft Raperda tentang Penyelenggaraan Standarisasi Jalan Provinsi sebagai syarat mengajukan fasilitasi kepada Direktur Produk Hukum Daerah Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri